
Hari ini, saatnya Tasya menjalankan semua rencana yang telah disusunnya untuk hari spesial Christian. Dia sudah bersiap sejak tadi pagi, mulai dari menghubungi restoran tempat acaranya di adakan dan Marco untuk menjelaskan tentang rencananya.
Saat ini Tasya sudah bersiap dengan berpakaian olahraga, ia akan pergi untuk membeli kado untuk Christian dengan alasan mau joging.
"Mau kemana pagi - pagi gini?" Tanya Christian, dia sedang menikmati segelas kopi dan membaca surat kabar di meja makan.
"Ehh Daddy, Tasya mau keluar sama Dinda Dad. Katanya dia mau joging bareng di taman Dad." Balas Tasya dengan cengiran nya.
Christian melirik jam di tangannya. " Jam segini?" Tanyanya dengan kerutan di dahi. Ini masih jam 6 pagi lohh.
"Hehehe, iya Dad. Soalnya sambil sarapan di sana." jawab Tasya dengan gugup. Ia harap Christian tidak bertanya-tanya yang lainnya.
"Ka..."
"Ya udah, Tasya pergi ya Dad, Dinda udah nungguin di luar. Bye..." Tasya segera memotong ucapan Christian, dengan segera dia menghampiri Christian dan mencium pipinya. Setelah itu dia berlari ke luar mansion dengan cepat.
Sedangkan Christian bingung dengan tingkah putrinya yang sedikit aneh. Tapi dia tidak terlalu memikirkannya dan lanjut membawa surat kabar.
Di luar mansion, Tasya segera menghampiri Dinda. "Pagi Din.." Sapanya pada Dinda.
"Pagi juga. Kok cari kadonya pagi banget sih Tasya kan nanti siang juga bisa, aku masih ngantuk tau." Dinda menggerutu karena rencana tidur sampai siangnya terganggu.
"Yaa elah Din, bantuin sahabat sendiri juga. kamu keberatan?" Balas Tasya.
"Ya nggak juga, tapi kan ini masih pagi banget Tasya sayang." ujar Dinda dengan gemas.
"Udah terlanjur juga. Yuk jalan..."
Dinda pun hanya bisa pasrah, dia melajukan mobil yang di kendarai nya. "Terus kita jadi joging nggak?" Tanyanya.
"Nggak jadi, kita ke kontrakan kamu aja aku mau minjem baju ganti." ucap Tasya dengan santainya. Yang membuat Dinda ingin mencubitnya gemas. Udah bela-belain bangun dan mandi pagi-pagi, ini joging nya nggak jadi. Awalnya kan Tasya memintanya untuk sekalian joging.
"Huft..."
__ADS_1
"Kamu kenapa? capek, sini biar aku aja yang nyetir." tawar Tasya.
"Nggak, apa-apaan. Aku masih mau hidup yah" tolak Dinda dengan cepat, dia tau gimana kalo Tasya bawa mobil dia pasti ngebut.
"Hehehe, nggak gitu juga kali." Ujar Tasya cengengesan, padahal kan dia menjalankannya biasa aja pikirnya.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun sampai di kontrakan Dinda. Mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam kontrakan Dinda.
"Nih kamu pilih mau pake yang mana..." ujar Dinda, dia membuka lemari pakaiannya dan menyuruh Tasya untuk memilihnya sendiri. Sedangkan dirinya sudah mengambil satu stel baju ganti.
"Aku mau ganti dulu. Jangan sampe baju-baju ini berantakan yahh, aku males beresinnya..." ujar Dinda."Awas kalo berantakan, kamu beresin sendiri aku nggak mau." Ancamnya pada Tasya.
"Okee..." Jawab Tasya mengiyakan, padahal sedari tadi dia tidak mendengarkan ucapan Dinda, dia sibuk memilih baju yang akan di pakainya.
Lima menit kemudian.....
Setelah berganti baju, Dinda pun keluar dari kamar mandi. Ia berjalan ke arah Tasya yang masih sibuk memilih bajunya.
"Udah ketemu bel-, Astaga aku kan udah bilang nggak usah di berantakin Tasya. Kok kamu berantakin sih.." Omel Dinda saat melihat bajunya yang menumpuk di kasur.
Dinda menghela nafasnya dan mengelus dadanya sabar. Biarkan saja bajunya disitu, pokoknya Tasya yang harus membereskan nya ia tidak mau. lalu dia berjalan ke meja riasnya untuk berdandan.
Sesudah berganti pakaian Tasya pun keluar, ia menuju Dinda. "Gimana Din, cocok nggak." Tanyanya seray memutar tubuhnya.
"Cocok kok, sekarang kamu beresin tuh pakaian sana." Suruh Dinda.
"Iyaa iyaa." Tasya segera membereskan pakaian Dinda yang berantakan.
#####
Disinilah berada berada, di sebuah toko perbelanjaan di Mall. Tasya ingin memberikan jam tangan terbaru untuk Christian sebagai hadiah.
"Mba, ini yang paling bagus mana ya mba?" Tanya Tasya pada pegawai di sana.
__ADS_1
"Ohh, yang ini mba. Ini juga baru ada 10 di Indonesia, ini series terbaru yang di keluarkan C*t*Zen Group. Dan ini hanya tinggal 2 yang tersisa bla, bla,bla." Pegawai itu menjelaskannya dengan panjang lebar.
#SEPERTI INILAH GAMBARNYA.....
Mata Tasya tertuju pada jam tangan yang di maksud. Memang keren sih, pantas saja harganya sangat mahal.
"Menurut kamu gimana Din?" Tanya Tasya pada Dinda yang sedari tadi hanya terdiam di sampingnya.
"Terserah kamu aja..." Jawabnya malas. Mereka sudah berdiri di sini sejak setengah jam yang lalu dan Tasya belum membelinya.
"Ya udah deh, yang ini aja mba.."
"Baik kak..."
"Oh ya mba, sekalian di bungkus juga yaa pake kotak yang bagus." ujar Tasya.
"Baik kak. Bayarnya silahkan di sana kak." Jawab si pegawai sambil mengarahkan tempat pembayarannya.
Tasya pun mengajak Dinda untuk membayarnya....
"Din kamu laper nggak..." Tanya Tasya pada Dinda. Sedari tadi perutnya tak berhenti berbunyi apalagi sekarang sudah jam 11 siang.
"Laper banget lah, kan aku belum sarapan tadi pagi." Sindir Dinda ketus.
"Hehehe, maaf yah. Ya udah habis ini kita cari makan yuk nanti aku yang traktir semuanya." Bujuk Tasya. Mendengar kata traktiran Dinda langsung semangat kembali.
"Okee..."
"Pake ini ya mba..." Tasya menyodorkan kartu atm miliknya pada petugas kasir.
"Baik kak."
__ADS_1
"Ini kak, belanjaannya, terimakasih telah berbelanja di sini.." Ucap si kasir dengan tersenyum ramah. Tasya pun membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manisnya.
Mereka pun pergi dari sana....