
Juan menyusul Tasya dan Devan sebelum mereka menaiki lift. Mereka bertiga pun menaiki lift bersama menuju lantai 10 dimana acaranya diadakan di sana.
Sesampainya di pintu kedatangan mereka pun masuk kedalam dan menjadi pusat perhatian karena paras Devan yang begitu tampan dan juga Tasya yang sangat cantik, mereka terlihat sangat serasi bahkan banyak yang memuji mereka berdua.
"Bukankah itu tuan Devan pemilik Dirgantara Corp yah" Ujar salah satu rekan bisnis Devan yang bernama Bram.
"Benarkah, wahh ternyata aslinya begitu tampan yah pah" Ucap istrinya memuji ketampanan Devan.
"Terus!!...perempuan cantik disampingnya itu siapa? Apakah dia kekasihnya! "Sahut rekan bisnis lainnya.
" Mungkin, tapi mereka berdua sangat cocok!!, yang satu tampan dan satunya lagi cantik" Ujar Bram memuji keduanya.
"Benar..! Mereka begitu serasi" Ucap istrinya Bram. Dan masih banyak lagi pujian untuk mereka, tapi tidak sedikit juga yang iri dan menatap Tasya dengan benci. Mereka adalah para wanita yang selama ini selalu mendambakan Devan.
Penasaran dengan apa yang terjadi di pintu kedatangan. Stella bertanya pada tuan Abraham.
"Pah, itu apa sih?, Kok rame banget" Tanya Stella.
"Itu tuan Devan, dari Dirgantara Corp yang datang kesini bersama kekasihnya" Jawab tuan Abraham.
__ADS_1
"Pah ini gimana sih, bukannya aku yang bertunangan kok jadi mereka yang jadi pusat perhatian" Rajuk Stella pada tuan Abraham.
"Kamu tunggu sebentar dulu ya sayang, papa akan menyambut mereka dulu yah" Ucap tuan Abraham.
"Isss... Papa apa sih, kok jadi ngurusin mereka" Ucap Stella dengan marah.
Berbeda dengan Stella yang sedang emosi, kini Tasya yang menjadi pusat perhatian, dirinya sangat risih dan memilih menjauh dari Devan.
Tasya mencari Dinda kesana-kemari, dan akhirnya dia menemukan Dinda, dia sedang duduk di pojok ruangan. Ia pun menghampirinya.
"Din.. " Panggil Tasya sambil memegang pundak Dinda.
Tasya menganggukkan kepalanya." Aku baik-baik saja " Jawabnya.
"Aku khawatir banget tau sama kamu, takutnya orang suruh Dio itu berhasil mencelakai kamu" Ucap Dinda sambil melepaskan pelukannya.
"Tenang, aku nggak bakal biarin si brengsek Dio" Ucap Tasya dengan nada marah.
"Ya udah yuk kita kesana acaranya mau mulai" Tasya mengajak Dinda ke tengah ruangan.
__ADS_1
Acara tunangan Stella pun di mulai, mereka bertukar cincin terlebih dahulu. Setelah itu para tamu undangan mengucapkan selamat.
Tasya sudah menghubungi anak buah Christian, agar membantu rencananya hari ini. Sebelum kemari dia sudah memberikan rekaman video bukti perselingkuhan Dio padanya.
Tasya mulai maju untuk memberikan selamat pada pasangan itu. Kedua orang tua Stella begitu terkejut, kenapa anak yang dulu mereka usir bisa muncul dihadapan mereka saat ini. Tasya mengabaikan kedua orang tua kandungnya dia hanya bersikap datar dihadapan mereka.
Saat Tasya sudah berada dihadapan pasangan yang baru saja resmi bertunangan itu, dia tersenyum sinis pada Dio. Ia melihat wajah Dio sudah berubah menjadi pucat sepertinya dia sedang cemas.
"Selamat untuk kalian berdua" Tasya memberi keduanya ucapan selamat.
"Tunggu kejutan dari ku setelah ini" Bisiknya pada Stella.
"Apa maksud mu! " Ucap Stella.
Tasya hanya mengedikkan bahunya dan berlalu begitu saja dari sana bersama Dinda.
Tiba-tiba saja lampu disana padam semua, dan ada sebuah proyektor yang menayangkan video.
Semua tamu undangan menjadi riuh, dan mereka fokus pada video yang sedang diputar didepan sana.
__ADS_1
Terlihat di video itu Dio sedang berjalan mesra dengan perempuan yang mereka tau dia bukanlah Stella. Kemudian ada juga foto-foto Dio sedang berciuman dengan perempuan lainnya.