
Lima pria berwajah sangar berdiri patuh menghadap Afran dan Geet.
"Mereka akan kerja untuk kita. Sekarang, cari info tentang orang-orang ini." Afran memberikan foto-foto target.
Lima pria itu mengambil semua foto bertuliskan nama masing-masing.
"Gue mau, semua informasi yang berguna. Jadwal, kegiatan, sampe orang terdekat. Terutama, tempat-tempat yang mereka sering kunjungi. Kalau sampai gue puas dengan kerja kalian, gue akan kasih bonus besar."
"Siap, Bos."
Begitu semua pergi, Geet bengong melihat sikap tegas Afran.
"Kenapa?" Afran duduk kembali sambil memeriksa sosial media.
"Lo keren juga." Geet terkikik. "Biasanya lo kaku, cuma serius belajar. Bisa juga lo bersikap tegas gitu."
"Hati-hati lo jatuh cinta liatin gue begitu," ledek Afran membuat Geet mencibir.
"Pede amat.."
"Sekarang kita susun rencana buat geng centil itu." Afran mencari informasi terkait di akun sosial media. "Lesta sempat pacaran sama Eros dan udah putus. Kita bisa adu domba mereka. Lesta fitnah lo punya sugar daddy kan? Sekarang kita bikin Lesta jadi sugar baby dan kita sebarin fotonya. Seakan-akan Eros pelakunya biar mereka bertengkar."
"Cemerlang juga ide lo."
"Kalau mau bales dendam jangan nanggung. Sherry sama Geeta, lo tau apa yang bisa bikin mereka ribut?"
Geet berusaha mengingat. Bekerja menjadi cleaning service dan sering mendengar ribut tentang cowok bernama Delon.
"Mereka rebutan cowok. Namanya Delon. Gue sih nggak tau cowok itu dari jurusan mana."
"Kebetulan gue kenal sama Delon. Dia satu kelompok sama gue waktu OSPEK. Gue bakal minta bantuan dia buat kasih dua cewek ini pelajaran."
Geet teringat Sherry dan Geeta begitu bernafsu menggunting bajunya. Tawa menyebalkan mereka terngiang di telinga Geet membuat geram.
"Bella? Yang harus kita lakuin?"
Geet angkat bahu. "Kalo inget dia jambak rambut gue, sampai nendang gue, rasanya gue pengen bikin dia malu di depan umum."
Afran membayangkan Geet begitu terhina. "Gue akan turun tangan langsung urus Bella. Secara dia naksir gue kan?"
"Diiiihh bilang aja lo pengen deket-deket dia.." Geet buang muka.
__ADS_1
"Lahh katanya mau bales Bella. Gue deketin dia, pasti dia percaya tuh sama gue. Kita jebak dia, kalo perlu ambil foto vulgar-nya, adu domba dia sama geng nya. Bikin dia bermusuhan dan kita kasih foto-foto ini sama geng nya buat mereka sebarin."
"Lah terus, lo mau liat dia telanjang gitu?"
Afran terkekeh menyadari Geet tak suka idenya. "Gue janji nggak bakal sentuh dia. Percaya dong sama gue."
Geet masih cemberut.
"Cemberut aja gue cium juga nih.." ancam Afran membuat Geet bergidik.
"Apaan sih lo genit gitu?"
Afran mengusap kepala Geet, penuh sayang. "Istirahat sana. Besok kita akan make over penampilan lo. Kita akan mulai misi kita."
Geet menurut dan berbalik ke kamar.
Afran memikirkan cara untuk mendapatkan info dari sindikat human trafficking.
"Apa gue kirim orang untuk nyamar jadi korban dan pria baju hitam? Toh semuanya pake topeng, nggak akan ketauan kali kalo anak buah gue nyusup?"
Ia sungguh geram melihat yang dilakukan sindikat itu begitu memergoki mereka akan mengubur Geet hidup-hidup.
Bahkan perkataan salah satu pria yang mengubur itu berkata hal yang membuat Afran panas seketika.
######
"Eh lo jangan macem-macem, ini cewek penyusup. Kalo dibiarin hidup, bisa abis kita."
"Iya bisa jadi ini polisi yang nyamar."
"Lagian kalau bos tau kita mau gilir ni cewek, bisa abis kita yang ada mata lo diambil buat jadi bola pingpong."
"Anj*r lo nakutin gue aja.."
"Buruan gali, udah malem nih.. ngeri tau."
"Iya, sedalem apa nih ngegalinya?"
"Dua meter cukup. Nggak bakal selamet ni cewek. Padahal kalau dijual ke luar negeri laku gede ni liat montok banget dadanya.."
"Eh udah dong jangan *****-*****. Sa*ge lo ntar!"
__ADS_1
Pluukkk...
"Ehhh nyari perkara lo, ngapain nimpuk gue?"
"Siapa yang nimpuk? Gue dari tadi di sini."
"Halu kali lo!"
"Tau, penakut amat biasa pake pisau aja."
"Beneran, ada yang nimpuk gue ni liat ada batu."
"Batu ada dimana mana. Lo cuma takut aja. Buruan!"
Plukkkkk pluukkk...
"Eh tu ada batu nyambit lagi!"
"Iya ya dari mana tu??"
Dukkkk...
Semua melotot melihat kepala warna hitam menggelinding ke arah mereka.
"Setaaaannnnn!!!"
Semua langsung kocar-kacir kabur ketakutan sambil terkencing-kencing di celana.
Meninggalkan korban yang hampir mereka kubur.
######
"Untung gue tepat waktu dateng, sebelum Geet bener-bener dikubur hidup-hidup. Br*ngsek emang tu orang-orang berani pegang-pegang Geet! Gue cuma lempar batok kelapa yang kebakar hitam aja pada ngibrit ngira kepala manusia."
Jantungnya berdetak kencang mengingat kini ia tinggal seatap dengan Geet. Ia melihat berita tentang hilangnya Huza Adrian dan mengetahui wajah Huza.
"Huza Huza... Untung aja cewek yang kita suka itu sama. Gue janji akan jaga Geet selama gue hidup. Itu juga kan yang bakal lo lakuin."
Afran menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Gue janji sama lo, Za. Gue bakal ungkap sindikat ini, bagaimanapun caranya. Gue nggak mau kematian lo sia-sia dan gue akan temuin dimana mereka kubur jasad lo."
__ADS_1
***