Pembalasan Gadis Korban Bully

Pembalasan Gadis Korban Bully
Bab 31


__ADS_3

"Gimana? Udah beres?"


Anto menghentikan motor di lampu merah sambil berbicara di telepon. "Udah beres. Mereka udah ribut. Tapi kayaknya mulai nyadar gue yang ngelakuin itu. Makanya gue udah kabur."


Suara di seberang telepon terdengar menahan tawa.


"Oke. Bayaran lo udah ditransfer. Lo segera pergi dari kota ini, putusin komunikasi sama siapapun."


"Oke thanks."


Telepon diputus.


Anto tersenyum melihat notifikasi di M-banking nya masuk dana tiga puluh juta rupiah.


"Pada nggak tau aja gue udah drop out dari kampus. Lagian nggak peduli siapa yang nyuruh gue bawa Roval ke Eros, dan ngambil fotonya. Nyuruh gue nge hack akun si Lesta dan sebarin foto itu. Kerjaan yang gampang. Yang penting gue dapat duit banyak, dan gue bisa balik ke kampung sementara waktu buat istirahat."


Anto berniat pulang ke kampungnya di Ciamis, Jawa Barat. Sekaligus membantu ayahnya yang sudah tua mengurus kebun.


Sementara di kampus, Eros terkejut mendengar dari administrasi kalau Anto sudah drop out dua bulan lalu karena menunggak uang semester sampai tiga semester.


"Kok kalian bisa nggak tau dia udah drop out?" Lesta tak habis pikir.


"Udah dua bulan ini kita keseringan bolos dan jarang ke kampus. Anto juga sikapnya santai aja nggak ada yang mencurigakan." Kata Eros bingung juga Anto kemana.


"Ros, Rezi nelepon gue, dia ngecek ke kost an Anto, Anto udah keluar dari kost an. Nggak ada yang tau pergi ke mana." Gery melaporkan.


"Br*ngsek emang si Anto! Ini pasti dia udah kabur. Gery, lo tau kira-kira ke mana si Anto pergi?"


"Mungkin dia pulang kampung."


"Lo tau di mana kampungnya?"


Gery angkat bahu.


"Eros, gimana ini? Mending kita cari Anto! Pokoknya, kita harus bersihin nama gue! Bukan gue yang nyebarin foto lo, dan gue bukan sugar baby!" Seru Lesta.


Tanpa buang waktu, Eros dan Lesta naik mobilnya Lesta hendak mencari Anto.


"Gue nyusul Rezi untuk cari Anto juga. Keep contact ya." Gery pergi dengan motornya.


***


"Pasti Anto belum jauh. Dia naik motor pasti dia berusaha keluar kota."


"Menurut lo untuk apa Anto adu domba kita?"


Eros tak terpikir ada masalah apa Anto dengannya.

__ADS_1


Teringat semalam ia bertemu seseorang di club'.


"Oh ya, Ta. Semalam gue ketemu sama cleaning service di club'."


Kontan Lesta heran. "Geet si cleaning service? Nggak mungkin, dia udah kami buang di..." Lesta langsung mingkem.


"Lo sama geng lo ngapain dia?"


"Nggak kok." Lesta berusaha ngeles. "Gue asal bicara aja."


Baru Eros mau bertanya lagi, HP nya berbunyi.


"Nomor siapa nih?"


"Anto, kali. Coba sini gue yang jawab." Lesta mengambil HP Eros.


"Loud speaker."


"Halo?"


"Halo sugar baby... Lo nyariin siapa?" Suara perempuan!


"Siapa lo?? Maksud lo apa??"


"Lo udah fitnah gue jadi sugar baby, sekarang lo rasain akibatnya."


Lesta dan Eros saling pandang.


Lesta angkat bahu.


"Dan lo, cowok gay yang lagi viral, masa' lo nggak inget udah coba maksa cewek yang lo incer? Sampe lo paksa mau bawa dia pergi?"


Eros tercekat. "Geet?"


Lesta pun terkejut. "Si cleaning service??"


"Jadi ini semua ulah lo?!!"


"Iya." Jawab Geet lantang. "Gue hidup lagi, Ta. Setelah kalian buang gue ke gedung terpencil itu. Gue datang lagi untuk bales dendam!"


Lesta menggeram. "Br*ngsek lo! Ayo ketemu! Gue harus kasih pelajaran!"


"Ngapain lo kasih gue pelajaran? Lo aja bego. Dan sekarang, lo berdua pake mobil sedan warna merah kan? Saran gue, kencengin sabuk pengaman. Kalau mau selamat."


"Maksud lo... Eh halo halo.. sial dimatiin!" Lesta coba menghubungi lagi, namun nomornya tidak aktif.


"Maksud dia apa?" Eros dan Lesta saling pandang.

__ADS_1


"Paling dia cuma gertak doang."


Mobil melaju di jalur cepat.


Di depan ada pintu tol.


Herannya..


"Lho? Ini kok remnya nggak bisa, Ta?" Eros menginjak pedal rem berkali-kali.


"Yang bener lo?" Lesta mulai panik.


"Beneran! Ini rem nya blong!"


Dan ..


Brakkkk...


Mereka menabrak palang pintu tol.


"Eros, kita bisa ditangkap polisi! Lo ngerusakin mobil gue aja!"


"Mau gimana lagi ini mobil nggak bisa berhenti!"


"Pikirin dong caranya!!'


"Lo yang mikir! Ini kan mobil lo!"


"Gue mana tau, bokap gue rajin servis kenapa bisa blong gini rem nya??"


"Ya ini ulahnya Geet siapa lagi?"


"Awas, Ross... Ada mobil...!"


Eros berusaha menstabilkan setir menyalip sana sini.


"Lagian lo sama geng lo ngapain sih pake buang dia? Kenapa nggak dipastikan mati dulu?"


"Kenapa lo jadi ngatur? Lo juga pake kejebak temen lo sendiri!"


"Lo yang .."


"Eros awassss....."


Eros membanting setir dan..


"Aaakkkhhhh....."

__ADS_1


Mobil menabrak besi pembatas.


***


__ADS_2