Pembalasan Gadis Korban Bully

Pembalasan Gadis Korban Bully
Bab 43


__ADS_3

Angin malam berhembus begitu dingin, suasana gelap mencekam.


Afran menghentikan mobilnya dengan radius 500 meter dari lokasi gedung.


Geet turun dari mobil sambil merapatkan jaketnya.


"Geet, pokoknya misi kita untuk cari dimana mereka ngubur jasad Huza. Setelah semua dibekuk, kita akan mulai pencarian." Kata Afran sambil memakaikan topi pada Geet.


"Iya Fran, aku udah tau seluk beluk gedung itu."


"Untuk jaga-jaga." Afran memberikan pisau lipat dan alat kejut listrik tegangan tinggi. "Jaga-jaga kalau kita diserang. Hanya digunakan untuk kondisi darurat."


Geet menyimpan pisau lipat dan shock electric di sakunya.


Afran mengenakan topi. Tatapan tajamnya dari balik kacamatanya menandakan ia terbakar amarah hendak memberantas sindikat ini.


Bahkan demi tidak terlihat, mereka menggunakan pakaian serba hitam tak lupa mengenakan sarung tangan hitam.


Berdua mereka mengendap-endap sekitar gedung mengamati situasi.


Ada beberapa penjaga bersenjata.


Tak lama muncul mobil pickup, dan turun belasan orang calon korban.


Para pengemis dan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).


"Cepat masuk!" Bentak salah satu penjaga.


"Kami mau dibawa ke mana Pak?"


"Katanya mau ke rumah dinas sosial?"


"Atau ini restoran ya Pak?"


"Kita mau makan enak?"


"Jangan banyak bacot! Di dalem banyak makanan, buruan!"


Bak mengusir binatang, para korban dipukul tongkat dipaksa masuk gedung.


Melihat itu membuat Afran dan Geet makin emosi.


Muncul beberapa orang berseragam dan rompi hitam, lengkap dengan helm, sarung tangan, dan senapan. Mengendap-endap bersembunyi.


"Tim SWAT dan polisi sudah datang. Mereka pasti sudah mengepung tempat ini."


"Kita harus ngapain, Fran?"

__ADS_1


"Ya kita tunggu saja. Biar ahlinya yang turun tangan. Kita nggak bisa melawan orang bersenjata api dengan pisau begini."


"Tapi mungkin aku bisa bantu."


"Nggak perlu, Geet. Orang suruhanku sudah memberi info lengkap tentang gedung ini pada kepolisian. Kita tunggu aja."


Geet dan Afran mengawasi situasi.


Tangan Afran sudah mulai gerayangan mengelus bahu dan leher Geet.


Plaakkk...


"Awwwww..." Afran menarik tangannya yang dipukul Geet.


"Cari kesempatan aja!"


Afran cengengesan. "Sorry. Kebawa suasana. Daripada cuma nunggu, mending kita pacaran. Mumpung dingin dan sepi. Aduuhhh...."


Geet menjewer telinga Afran, gemas. "Fokus dong, mulai kotor nih pikirannya.."


"Iya iya..." Afran terdiam dan pasang telinga.


Baru Geet mau membuka mulut, langsung dibekap Afran sambil mengisyaratkan diam dengan jari.


Geet mendengar langkah kaki di belakang mereka.


Duakkkk...


Afran sigap menangkis pukulan kayu dan menendang kayunya menjauh.


"Siapa kalian?"


"Yang ada juga lo yang siapa? Ngapain kalian di sini?"


"Geet, mundur." Afran siaga menghadapi tiga pria bertopeng yang memergokinya.


"Tunggu! Tunggu... Dia kan cewek yang waktu itu kita kubur di belakang?" Salah satu pria kaget melihat Geet.


"Eh iya bener."


"Dia kan penyusup. Kita serahin dia ke bos."


Buakkk...


Pria gondrong berkulit hitam mental dapat serangan tendangan dari Afran.


"Anj*r! Nyari mati lo!"

__ADS_1


Dua orang menyerang Afran, yang begitu ahli melawan.


Geet terkagum-kagum melihat kemampuan bela diri Afran yang terlatih.


Bugghhhh...


Duuakkkk...


Afran menghajar ketiganya penuh emosi mengingat ketiganya ini terlibat waktu mengubur Geet hidup-hidup.


Hingga dua terkapar dengan babak belur, pria berkepala botak mengambil batu dan hendak menghantam Afran. Namun...


"Aakkkhhh...." Batu terjatuh menimpa kakinya dalam sekejap si botak pingsan.


Afran terkejut melihat Geet memegang shock electric. "Geet, kamu nggak pa-pa?"


"Dia mau pukul kamu pake batu. Untung aku setrum jadi pingsan deh."


"Alhamdulillah... Pinter banget calon istriku. Ya udah, kita iket tiga orang ini." Afran mengeluarkan tali dari saku dan mengikat semuanya.


Plakkkkk...


Pria gondrong meringis pipinya ditampar penuh dendam oleh Afran.


"Ini nih orang gatel yang megang-megang kamu, Geet!"


Geet langsung meradang dan....


Plakkk Plakkkk Plakkkk...


Tiga orang dapat hadiah tamparan dari Geet sampai jatuh pingsan.


"Cuma itu? Mau tendang, tonjok, sampe injek juga halal kok, Geet?" Tawar Afran membuat Geet menggeleng geli.


"Nggak ada waktu ngurus tikus begini. Biar aja mereka di sini."


Afran dan Geet berpindah posisi menjauhi tiga orang yang pingsan diikat itu.


Dor dor dor...


Terdengar teriakan bersahutan dari gedung.


Tiba-tiba Afran menegang, membuat Geet terkejut.


"Fran... Fran... Kamu kenapa?"


Afran terus berdiri mematung memandangi gedung itu.

__ADS_1


***


__ADS_2