
Di sebuah club', begitu berisik geng nya Eros berkumpul sambil minum-minum.
"Eh mau turun nggak malem ini?" Tanya Rezi sambil mengepulkan asap rokok.
"Tau. Lo udah absen tiga kali lho." Timpal Anto.
Eros berdecak meneguk minumannya. "Gue lagi suntuk nih. Nggak mood buat balapan."
"Biasanya lo suntuk kalau lagi ada masalah. Ada masalah apa lo?" Tanya Gery.
"Hmm... Apa lo masih digangguin sama si Roval?" Tanya Anto.
Mendengar nama cowok gay yang kerap mengganggunya membuatnya bergidik ngeri.
"Jangan-jangan lo nggak virgin lagi digarap sama dia," kata Anto disambut gelak tawa teman-temannya.
Eros kerap kesal didekati Roval, langganan gym di tempat yang sama. Badan kekar wajah sangar, tak diduga penyuka sesama jenis. Dan kerap meneleponnya pagi siang malam seperti pacar yang posesif bikin dia bergidik sendiri.
Herannya, dimana pun Eros berada, selalu ditemukan Roval.
"Dia udah kayak hantu. Dimana pun gue pergi, pasti deh ketemu dia."
"Penggemar rahasia lo, kali..."
"Najis punya penggemar kayak gitu."
"Dia stalker (penguntit), kali.. "
"Ya buat apa nguntit gue? Emang gue seleb diikutin?"
Melintas beberapa wanita di depan mereka malah menertawakan.
"Udah jangan dideketin. Ini geng kan suka main pedang. Mana nafsu liat paha mulus cewek."
"Iya geli deh jangan-jangan ini geng homo, lagi.."
Geng Eros saling pandang bingung. Karena setiap yang melintas melihat mereka bereaksi sama seakan jijik pada mereka.
"Ada apaan sih?"
"Eh guys, liat nih ada postingan di medsos." Rezi menunjukkan HP nya.
Semua melotot terutama Eros.
Akun sosial media milik Lesta memviralkan foto Eros bersama Roval.
"Anj*r! Apa-apaan nih??" Eros sungguh emosi.
"Lo abis nge-date sama Roval? Kok mesra amat?"
Eros bergidik ngeri. "Dia ngajak gue taruhan biliar. Dan gue kalah. Karena taruhannya lima juta rupiah dan gue lagi nggak ada duit, gue kepaksa setuju nemenin dia. Tapi cuma ke carwash, kafe, sama spa."
Anto geleng-geleng kepala melihat foto mesra Eros dan Roval. "Dari foto ini nggak akan ada yang percaya kalian nggak ada apa-apa."
Jelas, Roval orang suruhan Afran yang bertugas merusak citra Eros sebagai laki-laki. Banyak foto mesra mereka.
Bahkan ada foto mereka seperti mau ciuman.
__ADS_1
"Br*ngsek si Lesta! Nyari masalah dia sama gue."
Tiga temannya hanya diam, paham kenapa sejak tadi semua menatap mereka aneh.
"Gue pergi dulu. Gue harus temuin dia." Eros bergegas meninggalkan teman-temannya.
"Wah gawat nih gara-gara kedekatan Eros sama cowok, kita kena imbasnya.." Gery jadi panik.
"Gimana kalo semua ngira kita juga hombreng?" Rezi ikut cemas.
"Biar Eros kelarin urusannya. Pasti ini ajang balas dendam Lesta udah diputusin Eros." Kata Anto.
Keluar club', Eros berpapasan dengan gadis cantik berambut sebahu.
Langkah Eros terhenti melihat gadis itu berdiri menyandar di tembok sibuk dengan HP nya.
"Lho Geet?"
Geet mendongak dan menyipitkan mata.
"Lo ke mana aja, Geet? Udah lama lo nggak kelihatan di kampus."
Geet hanya tersenyum sinis. "Gue udah lama resign." Jawabnya berlagak cuek.
Eros kontan mupeng lihat Geet yang kelihatan berbeda mengenakan dress selutut biru, kulitnya yang mulus, sapuan make up membuatnya begitu cantik.
Baru saja Eros mendekat, Geet menghindar seperti jijik.
"Gue nggak berdekatan sama pacar orang."
"Maksud lo Lesta? Gue udah putus sama dia. Gue jomblo kok sekarang."
"Lagian gue nggak mau ntar tulang gue dipatahin cowok lo." Geet melengos pergi membuat Eros makin belingsatan.
"Geet, itu nggak bener! Gue nggak.... aarrggggghhh Br*ngsek emang si Lesta!" Ia mencoba menghubungi nomor Lesta tapi kontaknya sudah diblokir mantan pacarnya itu.
Eros ingat ia memang memutuskan Lesta dan gadis itu tak menerima. Sehingga Lesta bertingkah merusak citra Eros sebagai laki-laki.
Akun sosial media milik Lesta yang menyebarkan foto-foto itu.
Eros bergegas naik motornya. Baru mau menyalakan mesin, HP nya berbunyi. Ia membuka chat masuk dan melotot kaget, senyum liciknya langsung melebar.
"Dasar cewek susuk! Munafik! Nangis-nangis minta jangan putusin dia, murahan amat sekarang dia punya sugar daddy. Eh tapi ini nomor siapa kirim foto?"
Bingung karena nomor tak dikenal mengirim sederet foto kemesraan Lesta dengan sugar daddy berwajah lumayan tampan.
"Aahh bodo amat deh dari siapa, yang pasti gue bakal sebarin foto-foto ini. Biar rasa tu si Lesta."
***
Dari mobil yang terparkir tak jauh, Geet memperhatikan ekspresi Eros.
"Kepancing kan. Sekarang pasti dia posting foto-foto itu."
Afran ikut memperhatikan. "Gampang juga adu domba mereka."
Lesta sekarang sedang dekat dengan Pak Gareth, orang bayaran Afran yang menyamar menjadi sugar Daddy. Karena dengar Lesta sedang kesulitan ekonomi, Pak Gareth muncul menawarkan uang banyak asal menemaninya.
__ADS_1
Di foto tak banyak yang terjadi, hanya sekedar berbelanja ke mal, bermanja-manja di depan umum. Namun begitu saja sudah menunjukkan betapa matrenya Lesta.
"Roval gimana, Fran?"
"Udah pergi dia ke luar kota. Yang penting masalahnya udah beres. Pak Gareth juga udah lepas penyamaran dan putus komunikasi sama Lesta."
"Sekarang kita tinggal liat perpecahan Eros sama Lesta. Mamam tuh.. lagian pake gosip gue jadi sugar baby."
Afran diam saja, sambil memainkan HP.
Geet merasakan Afran sedang badmood. "Ada apa, Fran? Kok lo nggak semangat gitu?"
"Hmm.." Afran malas menjawab.
"Lo kenapa, Fran?" Geet menarik-narik tangan Afran agar menatapnya.
"Gue nggak pa-pa."
"Pasti ada apa-apa kalo ditanya jawab begitu. Ada apa? Gue bikin salah?"
Afran mendengus dan menyentil lengan mulus Geet.
"Awww ... Kok gue disentil?"
"Mesti ya lo pake baju kebuka begini? Cuma buat ketemu Eros."
Geet memperhatikan penampilannya sendiri. Memang cukup seksi. Dress tanpa lengan mengekspos kulit mulusnya.
Pantas Afran tak suka.
"Sorry deh.." Geet mengambil jaket di bangku belakang dan memakainya.
"Udah gue tutupin. Udah dong jangan cemberut lagi, Afran ganteng..." Geet mengedip-ngedipkan matanya lucu.
Afran akhirnya memandang ke arahnya. "Gue nggak suka lo tampil terbuka."
"Iya nggak lagi-lagi." Geet senyum-senyum senang Afran menunjukkan jelas cemburunya.
Cupp..
Afran terkejut pipinya dicium.
"Lo ganteng juga kalo lagi cemburu.."
Pipi Afran kontan merona, untung sudah malam jadi tidak kentara.
Dering HP mengalihkan perhatian mereka.
"Dari siapa?"
"Kurir pengantar pizza." Afran menjawab. "Halo? Gimana? Oke. Siapa yang terima? Sherry? Oke udah ditaburin obatnya? Sip. Awasi terus situasinya."
Begitu ditutup, HP nya berdering lagi.
"Siapa lagi?" Tanya Geet.
"Delon." Afran menjawab. "Halo, gimana? Lo udah berhasil adu domba Geeta sama Sherry? Bagus kalau mereka ribut."
__ADS_1
Geet sungguh tak sabar ingin melihat geng centil itu pecah. Saling bermusuhan.
***