Pembalasan Gadis Korban Bully

Pembalasan Gadis Korban Bully
Bab 34


__ADS_3

"Songong tu si Bella! Jadiin gue babu mentang-mentang tinggal gue anggota geng nya. Kalo begini mending gue keluar aja dari geng. Tapi kayaknya gue belum puas kalo Bella belum gue bales. Sombong banget!" Umpat Geeta selesai membereskan kamar.


Geeta mencoba menghubungi Delon ingin meminta bantuan.


"Ihh Delon mana sih? Gue kan mau minta bantuan supaya bisa lepas dari Bella. Kalau sampai dia nyuruh gue balikin semua barang mahal yang dia kasih, kan ribet. Mana banyak banget yang udah dia kasih ke gue. Perhiasan, tas, sepatu. Gue harus cari akal. Tapi ini Delon kok nggak jawab telepon gue sih?"


Setelah kesekian kali mencoba, telepon dijawab.


"Halo?"


Geeta mengerutkan kening, heran. Kok suara cewek?


"Halo, siapa ini?" Tanya Geeta bingung.


"Lho lo yang siapa? Ngapain nelepon cowok gue?"


Kontan Geeta meradang. "Eh lo jangan ngaku-ngaku! Gue ceweknya Delon. Lo siapa?"


"Oh siapa nama lo? Delon memang janji sama gue buat mutusin semua cewek yang sempet dia pacarin selama gue lagi di luar negeri."


"Apa??"


"Kemarin Tania, Sella, Dinda, dan Liana udah diputusin. Nama lo siapa? Dengan segera Delon akan mutusin lo karena kami udah mau tunangan."


"Eh gue Geeta! Mana Delon gue mau ngomong!"


"Oohh lo yang namanya Geeta? Dari geng Purple? Lo denger gue baik-baik, Delon bilang sama gue, dia cuma disuruh deketin lo, bikin lo ribut sama anggota geng lo sendiri. Sebenernya dia nggak tertarik sama lo. Sedikitpun."


"Eh jangan asal ngomong! Nggak mungkin Delon begitu!"

__ADS_1


"Nggak mungkin gimana? Makanya lo kalau jadi cewek jangan banyak tingkah. Ada yang mau bales dendam, kali sama lo."


Geeta terdiam, berusaha mencerna kata-kata perempuan itu.


"Udah ya, nggak perlu lo hubungi Delon lagi. Bye cewek freak.."


"Eh halo halo... **** malah dimatiin!" Geeta terdiam dan berpikir keras. "Kayaknya gue kenal suara ni cewek. Tapi siapa?"


Teringat malam ia dan geng nya membuang Geet di gedung kosong.


Ia geleng-geleng kepala.


"Nggak mungkin. Dia udah banyak luka, dan tempatnya juga terpencil. Mana mungkin dia selamat."


Tak habis pikir ia mengira pacar Delon itu Geet si cleaning service yang sudah disingkirkan.


Bella masuk dengan wajah lelah.


Rambutnya berantakan.


Jauh berbeda dengan dandanannya ketika pergi.


"Kenapa lo, Bel?" Tanya Geeta bingung.


Bella menghempaskan tubuhnya di sofa sambil melepas sepatu.


"Ambilin gue minum."


Geeta mendengus disuruh-suruh, namun menurut mengambil segelas air.

__ADS_1


Setelah gelas kosong, Bella meletakkan gelas di meja.


"Kenapa lo?" Tanya Geeta lagi. "Berantakan amat. Lo abis ngapain?"


"Gue juga nggak tau. Semalem gue check in di hotel sama Afran. Sadar-sadar gue bangun di kamar itu sendirian. Gue coba telepon dia nggak aktif."


"Kok bisa? Lo dipake kali sama dia?"


"Ya kalau mau make gue, ngapain sampe bikin gue tidur gitu? Lagi sadar juga gue rela tidur sama dia."


"Tapi baju lo utuh? Vivi (v*gina) lo gimana?"


"Aman-aman aja. Kayaknya nggak ada tanda-tanda gue dipake semalem. Ahh udah deh gue pusing mikirinnya. Gue mau istirahat dulu. Pesenin makanan buat gue, siapin di meja." Bella masuk kamar membuat Geeta mangkel.


"Sombong!" Umpatnya.


Tiba-tiba ada chat masuk ke HP nya.


"Siapa nih? Nomornya nggak ada di kontak gue." Ia membuka chat dari nomor tak dikenal. Matanya kontan melotot.


"Wow! Gila banget! Vulgar asli! Tapi ini siapa yang ngirim?"


Geeta coba menghubungi nomor itu, tapi tidak menyambung.


"Aahhh bodo amat dari siapa! Gue bakal kirim foto ini ke orangtuanya Bella. Biar Bella kena marah. Balasan udah nyuruh-nyuruh gue kayak babu."


Ia mengirim foto-foto Bella ke nomor orangtua Bella. Ia yakin Bella akan kena marah.


***

__ADS_1


__ADS_2