
Kecelakaan yang terjadi di jalan tol menarik perhatian Geet dan Afran.
Mereka di rumah menonton berita yang disiarkan tentang kecelakaan tunggal mobil sedan merah di jalan tol
Lesta dan Eros, sudah dapat ganjarannya.
"Mereka luka parah?" Tanya Geet.
"Menurut berita, mereka cuma luka ringan. Nggak usah kuatir." Afran sedang berkirim chat.
"Chatting sama siapa sih?"
"Bella."
Kontan Geet cemberut.
"Gue bikin dia baper dan dia ngajak ke rumahnya, karena orangtuanya lagi ke luar kota. Tapi gue nggak mau. Eh dia nawarin ketemu di hotel."
"Hotel???" Geet merinding jadinya. "Agresif banget sih ngeri gue!"
"Makanya kita bertindak duluan. Gue bakal booking hotel, Bella datang dan dia bakal gue kasih obat tidur. Gue tinggal ambil beberapa foto dan adu domba dia sama Geeta. Tinggal mereka berdua yang belum dapet ganjarannya."
Geet cemberut tidak suka. "Lo mau liat dia telanjang? Dasar cowok! Ambil kesempatan aja.." ia berdiri, namun Afran cepat menyambar tangannya dan menariknya jatuh ke pangkuannya.
"Afran apa sih? Lepasin gue!" Hardik Geet.
Cupp...
Geet melotot pipinya dicium.
"Lo cemburu?"
"Cemburu? Buat apa?"
"Bilang dulu lo cemburu. Gue mau denger."
"Nggak ada urusan ngapain gue cemburu sama lo."
"Yakin?" Afran menghembuskan nafasnya di telinga dan leher Geet membuatnya tergelitik.
"Fran, jangan gini ah.." Geet berusaha melepaskan diri namun Afran makin erat memeluk pinggangnya.
"Sebelum lo ngaku lo jealous, gue nggak akan lepasin lo." Ancaman Afran membuat Geet bergidik.
__ADS_1
"Iya... Gue nggak suka rencana lo. Mesti ya lo liat si Bella telanjang?"
Afran tersenyum melihat Geet cemberut. "Gue cuma pengen liat lo, bukan cewek lain."
Mendengar bisikan Afran membuat Geet makin merinding.
"Ihh maksud lo apa sih? Lo pengen liat gue telanjang, gitu? Diihh maunya.." Geet menjewer telinga Afran sebal.
"Kalo udah sah jadi suami istri nggak pa-pa dong?"
"Iihh Afran bercandanya gitu..." Geet cemberut buang muka.
"Gue nggak bercanda." Kata Afran membuat Geet menatapnya bingung. "Setelah ini semua selesai, kita bakal temuin bokap lo di penjara untuk nikahin kita berdua."
Geet menangkap nada serius dari ucapan Afran lalu berdiri.
"Menikah kan bukan perkara main-main, Fran." Geet berbalik ke dapur.
Afran melihat Geet seperti tertekan.
Di dapur, Geet mengambil bahan-bahan masakan di kulkas dan mulai memasak untuk makan siang.
Gimana Afran bisa tau bokap gue di penjara? Trus dia mau nikahin gue ngeledek aja gitu? Gue kan anak koruptor, batinnya.
Tiba-tiba ada tangan melingkari perutnya membuatnya kaget.
Geet diam saja. Membiarkan Afran memeluknya.
"Pernikahan bukan perkara mudah. Gue nggak mau jadi beban buat lo, Fran. Gue ini anak koruptor yang nggak diakui. Gue nggak mau bikin lo malu."
Afran mengeratkan pelukannya dan menempelkan kepala mereka.
"Nggak peduli apapun. Lo harus ingat. Kita udah terikat. Gue nggak rela lo pergi dari gue dan dekat dengan cowok lain. Kalo itu terjadi, gue bakal bedah cowok itu jadi sepuluh bagian."
Geet tersentak dan cemberut menatap Afran. "Bercandanya kok gitu? Ngeri tau."
"Gue nggak bercanda, Geet.." Afran mendekat membuat Geet berjalan mundur hingga merapat ke kulkas.
"Jangan bikin gue takut dong, Fran.."
Afran menatapnya lekat. "Jadi mau nikah sama gue?"
Geet mendelik dan mendorongnya. "Nggak romantis banget jadi cowok ngelamar kayak begini." Geet melanjutkan memasak.
__ADS_1
"Oooo jadi lo kepengen yang romantis?" Afran memeluknya lagi dari belakang.
"Fran, gue mau masak dulu."
"Gue mau begini aja."
"Nanti juga lo bisa peluk gue lagi.." ups! Geet langsung mingkem menyadari keceplosan.
Afran langsung berbinar dan melepas pelukannya. "Bener ya gue pegang janji lo."
Begitu Afran meninggalkan dapur, Geet merutuki diri sudah keceplosan begitu memalukan.
***
Di rumah Bella..
Bella bersama Geeta menonton berita tentang kecelakaan Lesta dan Eros.
"Sherry kecelakaan semalam. Nyokapnya nelepon gue nanya Sherry ada masalah apa. Sedangkan Lesta kecelakaan juga. Kenapa mereka kecelakaan setelah keluar dari geng kita?"
Geeta angkat bahu.
"Mana minuman gue?" Tanya Bella sambil sibuk chatting.
"Lo nggak bisa suruh pembantu lo gitu?" Geeta jadi kesal disuruh-suruh seenaknya oleh Bella.
"Pembantu gue cuti pulang kampung sampe minggu depan. Lo yang kerjain pekerjaan rumah secara lo numpang nginep di sini." Bella senyum-senyum lalu menjawab telepon.
"Halo, Fran. Jadi malem ini? Iya oke. Gue pasti dateng kok. Nggak mungkin lah gue nggak dateng. Secara lo yang ngajak. Oke? Ya udah sampe ketemu di sana, Fran.. bye."
Bella senyum begitu lebar.
"Lo janjian sama Afran?" Tanya Geeta.
"Iya. Akhirnya dia mau nge-date sama gue. Gue mau siap-siap ketemu dia." Bella menekan nomor salon langganannya.
"Mbak, atas nama Bella, booking full treatment. Untuk hari ini. Bisa? Oke. Saya ke sana sekarang." Bella langsung menutup telepon dan bergegas ke kamarnya.
Geeta menghentakkan kaki begitu kesal. "Mentang-mentang tinggal gue sama dia, jadi seenaknya dia jadiin gue babu. Liat aja lo, Bel. Gue nggak terima.."
Begitu Bella sudah siap keluar kamar, sambil memeriksa HP, ia melihat Geeta yang sedang membereskan sisa-sisa makanan di karpet.
"Beresin kamar gue ya, cuciannya angkut ke mesin cuci. Kalo gue balik udah rapi pokoknya." Bella melenggang ke luar rumah.
__ADS_1
Geeta meremas kesal bungkus makanan kosong. "Awas aja lo, Bel! Berani lo jadiin gue babu."
***