Pembalasan Gadis Korban Bully

Pembalasan Gadis Korban Bully
Bab 36


__ADS_3

Sudah hampir malam, Bella belum menemukan Afran. Di rumah Afran yang ia tahu sudah kosong dan menurut tetangga sudah berbulan-bulan tidak berpenghuni.


"Mau nyari ke mana lagi sih? Gue udah capek nih.." keluh Geeta.


"Gue yakin ni Afran kerjasama dengan Geet. Kalo kita bisa temuin mereka, kita bikin perhitungan. Udah bikin geng Purple pecah."


Geeta mendengus dingin dan melajukan mobilnya di jalanan sepi.


Tiba-tiba lampu mobil menyorot sosok gadis yang duduk di pinggir trotoar. Di bawah lampu jalan.


"Wait! Siapa tuh?"


Bella ikut melihat, matanya menyipit karena gelap.


"Paling juga orang gila nongkrong di pinggir jalan. Jalan aja. Eh ni mobil kenapa?"


"Eh iya... Duduuhh..." Geeta membanting setir ke kiri kebingungan mobil jadi oleng.


"Cepetan cek!" Titah Bella membuat Geeta kesal.


"Lo harus ikut turun!"


Baru Bella mau menjawab, Geeta menyahut sinis.


"Atau gue tinggal lo di sini.."


Bella mendengus menyadari memang tidak memiliki apa-apa. Bahkan fasilitas mobil dan kartu kredit disita orangtuanya.


Geeta dan Bella memeriksa mobil.


"Lahh bannya bocor.." Geeta kaget melihat ada paku menancap pada ban.


"Kok bisa?"


"Ada yang tebar paku kayaknya."


"Duuuhh... Mana sepi banget! Lo sih kenapa lewat sini??"


"Eh Bella, diem deh lo! Lo udah nggak punya apa-apa, nggak usah sok nge-bos!!" Bentak Geeta.


Bella mingkem, nyalinya ciut seketika melihat situasi sekitar.


"Eh Ta, lo inget nggak tempat ini?"

__ADS_1


Geeta memperhatikan sekeliling dan terdiam.


"Ini, tempat kita temuin si cleaning service dan kita culik dia kan?" Bella jadi merinding.


"Oh iya." Geeta langsung merapat dengan Bella.


"Kok kita bisa kejebak di sini? Duuh mana nggak ada bengkel di sekitar sini."


"Ini pakunya banyak. Kayaknya ada yang sengaja lempar paku di jalan."


"Sama dengan lo semua sengaja lempar gue ke jalan!"


Bella dan Geeta tersentak mendengar suara di belakang mereka dan menoleh kaget melihat gadis berambut sebahu yang sejak tadi duduk di pinggir jalan.


"Cleaning service??"


Plakkkk...


Plakkkk...


Saking shock nya, Bella dan Geeta tak sempat menghindar dari tamparan keras di pipinya.


"Nama gue Geetazia. Bukan cleaning service!" Bentak Geet.


Bella dan Geeta tak berkutik begitu Geet menjambak rambut keduanya.


"Sakit, anj*ng!!"


"Heh!! Nggak usah sombong! Kalo gue bunuh kalian berdua di sini, nggak ada yang peduli. Lo berdua udah nggak punya apa-apa!" Bentak Geet menarik kuat rambut keduanya.


"Jadi ini semua ulah lo? Lo yang racunin pizza, bikin Lesta jadi sugar baby, bayar Delon untuk ngerjain Geeta sama Sherry, lalu lo bius gue sehingga ada foto itu?"


"Ya!" Geet mendorong keduanya, di tangannya penuh rambut rontok. "Lo semua pantes dapetin itu! Setelah lo semua buang gue kayak binatang ke tempat itu, nggak diduga gue selamat. Dan gue ada buat bales semua yang udah lo lakuin ke gue." Geet mengeluarkan pisau lipat, membuat Bella dan Geeta ketakutan.


Geet tampak seperti psikopat yang siap mencabik-cabik tubuh mereka tanpa sisa.


"Ta, lari Ta!!"


Kontan Bella dan Geeta kabur sambil menjerit minta tolong, namun tak ada orang apalagi rumah penduduk.


Jalanan begitu sepi karena tak lazim dilalui mobil.


"Mau lari ke mana kalian?"

__ADS_1


Langkah mereka terhenti dihadang seorang pria berkacamata bertubuh tinggi berwajah tampan.


"Fran, lo kok di sini?" Bella bingung, langsung disikut Geeta.


"Masa' lo nggak ngerti juga sih? Dia sekongkol sama si cleaning service!"


Senyum sinis tersungging membuat Bella dan Geeta ketar-ketir.


"Lo emang pada keterlaluan ya! Yang udah kalian perbuat itu nggak bisa dimaafin. Gimana kalau Geet meninggal di tempat itu? Untung gue temuin dia dan rawat dia. Begitu dia pulih, gue nggak ada alasan cegah dia bales dendam sama lo semua."


"Fran, waktu itu... Bella yang suruh. Gue cuma ikut perintah dia.. lepasin gue, Fran. Gue nggak salah..." Geeta memohon-mohon membuat Bella kesal.


"Apaan sih lo cuci tangan aja!"


"Bukan gue yang berhak lepasin kalian berdua, tapi Geet."


Muncul Geet dari belakang membuat Bella dan Geeta akhirnya bersimpuh di aspal dengan menangkup kedua tangannya.


"Geet, maafin gue. Gue cuma disuruh Bella. Gue nggak pernah niat bully lo."


"Anj*ng lo Geeta! Liat aja!"


Plakkk...


Bella merasakan pipinya panas ditampar Geet.


"Berisik lo berdua! Asal lo tau aja, gue hampir tewas di sana. Tapi sepertinya gue nggak diizinkan mati sebelum bales yang udah kalian perbuat ke gue. Makanya gue ditemukan sama Afran. Dan dia yang bantu gue juga. Buat kasih pelajaran sama cewek-cewek bego kayak kalian!"


Geet mengeluarkan gunting dari sakunya.


"Geet, please maafin kita."


"Perkara minta maaf ya gampang, tapi tetap aja ada hukuman. Atau lo berdua mau gue buang di tempat itu? Tempat kalian buang gue?"


"Ja-jangan Geet, ampunin kita.."


"Iya kita nyesel.."


"Yang namanya penyesalan emang datang belakangan. Dan ini pelajaran buat lo semua, untuk jangan ngeremehin orang, ngerendahin karena merasa punya segalanya. Lo nggak ada hak untuk hidup tenang."


"Aakkhhh..."


"Ampun Geet...!!"

__ADS_1


Srekkk srekkk srekkk...


***


__ADS_2