
"Delon, lo ke mana sih kok nggak jawab telepon gue??" Geeta mondar-mandir di ruang makan pagi itu.
Bella sudah menyantap roti panggang sambil memeriksa HP nya.
Hampir saja ia tersedak melihat postingan yang viral di medsos.
"Apaan nih???"
Geeta menoleh dan mendekati Bella. "Ada apaan, Bel?"
"Ini lo liat deh, ada postingan viral pagi ini."
Bersama-sama melihat foto yang beredar dengan judul "Sugar Baby masa kini".
"Ini Lesta kan??? Dia jadi sugar baby?"
Di foto-foto itu terlihat kemesraan Lesta dengan pria berumur, Lesta begitu matre membawa banyak belanjaan barang-barang bermerek. Bahkan Lesta mengecup pipi sugar daddy nya berkali-kali.
Masuk restoran mahal tanpa malunya memesan menu yang mahal dan makan semuanya.
"Malu-maluin banget ni Lesta! Lestaaaaa...!!!"
Lesta yang baru keluar dari kamar selesai mandi, kebingungan Bella memanggilnya teriak-teriak.
"Ada apaan Bel? Kok teriak-teriak?"
"Lo malu-maluin nama geng kita! Gue nggak nyangka ya lo punya sugar daddy setelah bisnis bokap lo kolaps dan uang jajan lo dipangkas, lo jadi sugar baby???"
Lesta melotot lalu berkilat emosi. "Jaga omongan lo, Bel! Gue nggak mungkin jadi sugar baby!"
"Ini buktinya!" Geeta menunjukkan foto yang viral di medsos membuat Lesta terkejut sampai panik.
"Bener kan lo punya Daddy yang biayain lo dan lo ganti dengan check in??"
"Gue..." Lesta bingung ngeles. "Ini nggak seperti yang lo liat, Bel. Om Gareth ini temen Facebook gue. Dia dateng ke Jakarta buat perjalanan bisnis. Dia minta gue temenin jalan-jalan. Sebagai ucapan terima kasih, ya dia belanjain gue. Gitu aja. Nggak ada apa-apa."
"Nggak ada apa-apa?? Sampai cium-cium gini lo masih bilang nggak ada apa-apa??"
__ADS_1
Lesta bingung menjawab. Saking senangnya sudah dibelikan barang-barang yang dia suka, ia memang mencium pipi Gareth berkali-kali. Tak disangka ada yang mengambil fotonya dan menjadi tersebar.
"Gue nggak toleransi kesalahan, apalagi mempermalukan nama geng. Lo gue pecat dari geng. Mulai sekarang lo bukan geng Purple lagi."
"Tapi, Bel..."
"Pergi lo dari rumah gue!"
Lesta mendengus kesal dan menenteng tasnya keluar rumah.
"Bel, kita gimana? Masa' geng Purple tinggal kita berdua?" Tanya Geeta bingung.
"Ntar kita pikirin lagi. Gue siaran live dulu."
Lalu Bella melakukan siaran live di akun sosial medianya mengumumkan bahwa Lesta dikeluarkan dari geng Purple.
Kontan banyak komentar negatif.
#Bubarin aja sih geng sok eksis.#
#Tau.. nggak ada guna.#
"Aarrgghh... Keterlaluan si Lesta! Ngerusak citra geng Purple aja."
***
Lesta melajukan mobilnya menuju hotel tempat Gareth menginap.
"Gila banget gue disebut sugar baby?? Gue sama Om Gareth juga nggak ada apa-apa cuma temenan doang. Kok bisa muncul foto-foto itu?"
Sejak tadi HP nya berdering, keluarganya, saudara sepupunya, semua menghubunginya untuk menanyakan foto yang beredar.
Tiba di hotel, Lesta bergegas menuju resepsionis.
"Ada yang bisa dibantu, Kak?"
"Saya mau tanya, atas nama Gareth Adam apa masih menginap di sini?"
__ADS_1
"Sebentar saya cek dulu." Resepsionis memeriksa di komputer.
Lesta mengetuk-etuk jarinya di meja, tak sabar.
"Mohon maaf, Kak. Tak ada yang bernama Gareth Adam yang menginap di hotel kami." Kata resepsionis membuat Lesta panik.
"Nggak mungkin. Coba periksa lagi."
"Dalam catatan, tamu yang menginap selama seminggu ke belakang tak ada yang bernama Gareth Adam, Kak."
Lesta tak habis pikir. Dua hari lalu jelas Lesta minum kopi di coffeeshop menunggu Gareth selesai meeting. Katanya Gareth menginap di hotel itu selama empat hari.
Jadi, Gareth menipunya!
Bahkan nomor teleponnya pun tidak aktif. Akun Facebook nya sudah ditutup.
HP nya berdering, Siska temannya dari jurusan IT.
"Halo, Sis. Gimana yang gue minta?"
"Akun sosmed lo di hack makanya nggak bisa lo akses."
Lesta menggeram. "Siapa yang berani hack akun gue? Lo bisa lacak nggak?"
"Gue belum bisa kalau lacak begitu. Tapi gue udah telusuri yang udah nyebarin foto lo di sosmed."
"Siapa yang nyebarin?"
"Eros."
Kontan Lesta menggeram emosi. "Eros?"
"Akunnya yang awal mula nyebarin foto itu sampai viral dan di-posting berulang-ulang."
Lesta sungguh emosi dan menutup telepon.
"Eros! Ternyata ini ulah lo!"
__ADS_1
Tahu keberadaan Eros saat-saat seperti ini, Lesta langsung melajukan mobilnya menuju tempat nongkrong Eros.
***