
Begitu foto-foto terkirim, istri Pak Dewo langsung menghubunginya.
"Ibu datang saja ke Chips Hotel. Kamar nomor 207."
"Ini dengan siapa?"
Geet langsung memutus telepon.
"Liat aja dari sini. Bentar lagi juga tu istri galak dateng. Ini kan nggak jauh dari butiknya."
"Tapi aman nggak si Mawar, Fran? Kalau sampe diperkosa, gimana?" Geet mulai cemas.
"Eh gue ini udah pertimbangin hal begini. Ni cewek ahli sandiwara. Nih lo denger percakapannya. Gue udah pasang penyadap di gelangnya."
Geet memasang earphone dan mendengar suara manja Mawar menggoda Pak Dewo.
"Mas Dewo bener belum punya istri?"
"Belum. Kok kamu nggak percaya?"
"Abisnya, masa' iya ganteng kayak Mas gini belum nikah? Mawar nggak percaya. Ini Mas pake cincin. Pasti cincin kawin kan?"
"Ini cuma cincin biasa kok sayang. Mas nggak mungkin bohong sama kamu. Mas masih single."
"Beneran?"
"Iya. Mas berani sumpah."
"Kalo gitu Mawar mau Mas Dewo."
"Ayo sayang, lanjut di kasur."
"Bentar dong. Mas nggak sabar ya. Mawar ke kamar mandi dulu mau siapin yang spesial buat Mas Dewo."
"Iya sayang, jangan lama-lama ya."
Geet cekikikan membayangkan yang akan terjadi. Terutama begitu melihat istrinya Pak Dewo tiba di depan hotel, langsung masuk hotel dengan wajah tegang.
Afran mengirim chat pada Mawar.
__ADS_1
#Mawar, kalau ada suara bel, lo langsung keluar kamar mandi dan bukain pintu, kalau bisa lo cuma pake handuk dan rambut lo basah.#
"Kita tunggu aja Geet."
Geet makin tak sabar melihat perpecahan. Ia tak bisa melupakan pelecehan terhadapnya. Ditawar jadi sugar baby seakan tak punya harga diri. Begitu direndahkan. Kali ini ia berharap Pak Dewo mendapat balasannya.
Benar saja, tak lama Mawar berlarian ke luar hotel dengan rambut basah dan menenteng sepatu.
"Gimana?" Tanya Geet langsung begitu Mawar masuk mobil di bangku belakang.
"Sesuai rencana, Mbak. Sekarang istrinya sedang marah-marah dan mengancam akan gugat cerai juga mengusir Pak Dewo dari rumah. Karena rumah milik istrinya."
Geet sungguh puas Pak Dewo mendapat ganjarannya.
"Bagus. Fran, udah. Kasih bayarannya."
Afran malah saling pandang dengan Mawar bikin Geet kesal dan mencubit lengan Afran agak keras.
"Awww apaan sih Geet cubit-cubit gue, sakit tau?"
Geet mendengus dan buang muka.
Begitu Mawar sudah pergi setelah mengembalikan gelang penyadapnya, Geet tak mau bicara sedikitpun.
"Kenapa lo?" Tanya Afran bingung Geet buang muka.
Geet tak menjawab, ia tak suka Afran curi-curi pandang dengan perempuan lain.
Afran senyum-senyum, barusan memang sengaja ingin memancing cemburunya Geet. Dan ternyata berhasil.
"Cemburu ya lo?"
Geet mengendikkan bahu. "Enggak."
"Lah terus kenapa nggak mau liat gue?"
"Ngapain gue liat lo? Bakal berubah gitu kalau gue liatin?"
Mendengar nada jutek itu malah membuat Afran makin semangat menggodanya.
__ADS_1
"Hati-hati tensi lo naik."
Geet berdecak dan melihat ke depan. Spontan ia menarik Afran hingga kepalanya rebahan di paha Geet.
"Ada apaan?" Tanya Afran yang terlalu kaget.
Geet menunduk berusaha tak terlihat begitu Pak Dewo dan istrinya keluar hotel dengan kondisi ribut.
"Pak Dewo ribut sama istrinya. Jangan nongol, ntar ketahuan."
"Iya tapi nggak dibekap juga kali, engap nih gue.."
Geet baru sadar memeluk kepala Afran erat-erat, bergegas melepasnya. "Sorry.."
Afran dan Geet melihat percekcokan antara Pak Dewo dan istrinya yang gendut. Seperti laporan Mawar, istrinya menggugat cerai.
Pak Dewo kontan sampai berlutut di aspal minta maaf. Penampilannya pun berantakan, kemejanya tidak dikancing, sepertinya dia di gap istrinya begitu sedang bersiap menggarap Mawar.
Geet tertawa puas. "Cari tu sugar baby, nggak akan ada juga yang mau kere gitu.."
Afran tersenyum melihat wajah Geet. "Udah puas atau mau kasih pelajaran lagi?"
"Udah. Gue puas bikin dia kapok. Biar dia lebih menghargai perempuan."
Afran melajukan mobilnya meninggalkan kawasan hotel, puas memberi pelajaran pada Pak Dewo yang merendahkan Geet.
"Ya udah buang HP nya. Sebelumnya ancurin dulu. Kita nggak boleh ninggalin jejak."
Geet menurut. Setelah menghancurkan HP, dibuangnya di tong sampah.
"Kita pulang?"
"Hmm." Geet buang muka lagi.
Lah masih juga ngambek? Batin Afran.
Terpikir cara membuat Geet ceria lagi, ia melajukan mobilnya ke suatu tempat.
***
__ADS_1