Pemburu

Pemburu
Bab 1


__ADS_3

Pagi itu hari dicuaca panas sesuatu tak seperti biasanya nampak awan yang bergelombang hitam, rasa dingin yang menusuk sesekali cahya nampak membelah diantara awan menyebabkan tangis yang sendu angin bertiup membuat alunan sendu diantaranya. Seolah olah akan terjadi sesuatu yang besar lagu pengantar untuk kepergian seseorang. Awan pun mulai menangis bagai ribuan anak panah yang turun kebumi. Disaat orang orang berlindung banyak di antara orang yang berjalan dengan lemah tatapannya kosong dan ketika bertubrukan dengan yang lain keduanya tetap melanjutkan. Seorang pemuda tidak sadar dengan sekelilingnya dan masih berlari menuju rumahnya, segera memainkan sebuah game di hapenya. Diletakkannya hape tak jauh darinya sedangkan dia mengeringkan rambut dan berganti pakaian kering, di hapenya nampak permintaan unduhan baru ( Ya / Tidak ). Dikliknya Ya hape berkedip blank tak lama kemudian menyala putih, ketika tangannya hendak menyentuh layar dirinya kehilangan keseimbangan tak sadarkan diri. Disebuah tempat seseorang memakai jubah berdiri memandangi bencana yang terjadi di belakang tempat orang berjubah itu berdiri beberapa orang diam memberikan hormat dengan satu kaki kiri di tekuk tak lama kemudian sesuatu terjadi munculnya vortex di langit menghisap semuanya dan berhenti setelah merasa menelan satu orang pria bertudung pun juga memberikan hormat dengan cara yang sama. Semuanya kembali normal dan orang orang beraktifitas seperti biasa tanpa adanya perubahan atau kerusakan dan kelompok berjubah itu menghilang dari tempatnya. Setelah waktu yang tidak di ketahui pemuda itu sadar dan melihat sekelilingnya yang telah berubah.


" Dimana ini " gumamnya setelah beradaptasi dengan cahya lampu


Dia melihat sekeliling ruangan. Ini adalah sebuah asrama yang yang membedakan dengan asrama umum ada benda benda berteknologi tinggi dan ada sebuah layar di dinding yang terpasang dalam dinding. Tiba tiba matanya berkedip kedip menerima kenangan dulu setelah satu jam dia pun sadar dan terengah engah nampak tubuhnya basah dengan keringat. Dirinya tak menyangka bila dia melakukan perjalanan ke masa depan


Tahun 3000 sebuah invasi terjadi dari luar bumi yang menghancurkan peradaban ras manusia, negara negara mulai membentuk federasi dan menembakkan nuklir untuk memusnahkan makhluk, namun virus bernama §æmīŕ di baca Semir yang dibawa oleh makhluk luar telah menjangkit dan merubah ras manusia menjadi Jüēźēŕ, dibaca Juezer ( Zombi ), sedangkan hewan terinfeksi menjadi Ýēśśůē, dibaca Jesue monster yang mengerikan. Namun ada juga dari manusi yang tidak berubah menjadi Jüēźēŕ namun tubuh mereka mengalami evolusi menjadikan tubuh lebih kuat dan cepat.


Kelompok ini disebut sebagai Łìŕìéń, di baca Leren ( Pemburu ) yang telah banyak berkembang, Pemburu yang kuat dikombinasikan dengan senjata yang terbuat dari logam khusus yang bahkan dapat membunuh Ýēśśůē yang bermutasi yang tidak dapat dikalahkan dengan misil. Namun dirinya tak menyangka bila tubuh yang di tempatinya seorang Łìŕìéń yang lemah bahkan lebih lemah dari manusia biasa. Apalagi orang tuanya sudah meninggal jika bukan karna warisan orang tuanya dirinya tidak dapat sekolah di tempat ini dan nama pemilik tubuh ini adalah Ardhius L. Sebuah kebetulan Ardhius bangun dan tanpa sengaja kakinya menginjak sesuatu


Squek...


terdengar suara di benaknya


[ Ding, Selamat master telah membunuh tikus bermutasi mendapatkan 1exp ]


[ Selamat master naik level, saat ini master di level 1 dan mendapatkan 1poin potensi ]


Ardhius terdiam melihat bangkai tikus sebesar kucing dewasa, dia tersadar ketika sebuah pintu terbuka karna tendangan beberapa orang masuk sambil tertawa. Mereka adalah teman asrama, namun berdasarkan ingatan dulu dirinya sering di bully oleh mereka. Dia harus mencuci pakaian mengepel dan masih banyak yang lain. Setiap dalam suasana buruk sering Ardhius di gunakan samsak tinju dan nampaknya mereka kini dalam suasana buruk


Ardhius bangun berdiri bersiap siap namun Qi Ma masih bergerak dengan cepat dan memukul Ardhius


Bang... tubuhnya terhempas mengenai dinding di belakangnya


[ Ding


Karakter Qi Ma


Prajurit pemula


Kekuatan 55


Fisik 45


Kekuatan 47


Kekuatan keseluruhan 480 ]


Kembali terdengar suara datar di benaknya, Ardhius meringis kesakitan sambil memegang perutnya dirinya tak menyangka bila saat ini dirinya benar benar lemah. Di depannya muncul sebuah jendela panel transparan

__ADS_1


Æņàŕiśùmè, dapat memungkinkan menganalisis lawan.


Kekuatan Qi Ma lebih dua ratus darinya, dirinya bukan tandingannya. QiMa masih menendanginya kedua yang lain Za Dong dan Li Chen mulai menghampiri dan ikut meninju serta menendang Ardhius yang tergeletak di lantai, Ardhius hanya dapat memeluk kepalanya menahan serang dari ketiganya nampak sorot matanya tajam berkilauan


" aku harus menjadi kuat...aku harus menjadi lebih kuat...aku harus menjadi lebih kuat "


[ Ding, poin Ììćhìñòśéķì telah menumpuk apakah akan digunakan Ya / Tidak ]


Mendengar suara ini Ardhius terkejut dan segera gembira dan memilih Ya


" Sial, masih berpura pura "


Melihat Ardhius yang diam tak merintih kesakitan, tepat Qi Ma akan menendang tepat di vitalnya agar tak memiliki keturunan. Tiba tiba Ardhius bangkit dan langsung meninjunya, karna dadakan Qi Ma tidak dapat menghindarinya


Bang...pintu yang menghalanginya hancur bahkan pagar yang menahan tubuhnya berubah bentuk entah masih hidup atau mati tidak ada yang tahu


Melihat Qi Ma yang terlempar terbentuk pagar mereka berdua Za Song dan Li Chen terkejut dan gemetaran. Mereka tak bisa membayangkan Ardhius yang tiba tiba menjadi kuat. QiMa adalah seorang Łìŕìéń pemula dan keduanya lebih lemah dari Qi Ma. Jika Qi Ma dikirim terbang maka mereka...


" jangan...jangan mendekat " kata Li Chen gemetaran


" ENYAH!!" teriak Ardhius


Dihadapannya muncul jendela panel


Karakter Ardhius L


Level 1


Poin exp 0 ( 0/100)


Kekuatan 35


Fisik 33


Kecepatan 32


( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )


SKIIL

__ADS_1


Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì


Total kekuatan 265


" Fiuh itu benar benar hampir saja "


Ardhius menyadari


[ Ding, selamat master mendapatkan hadiah penarikkan lotere karna menggunakan Ììćhìñòśéķì pertama kalinya ]


Itu benar benar hampir saja jika keduanya tetap tinggal dan bermaksud untuk menyerang sudah di pastikan nasibnya akan seperti Za Song selain mendapatkan kekuatan yang meledak Ììćhìñòśéķì memiliki efek samping dirinya akan melemas. Sebuah keberuntungan di balik ketakutan.


Sebuah senyum mengukir di bibirnya terlihat jelas senangnya dari raut wajahnya. Segera Ardhius membuka panel jendela hadiah, disana terdapat beberapa lotere kotak hadiah yang beberapa diantaranya berkilau didalamnya ada berbagai macam barang barang senjata dan teknik. Juga koin serikat yang merupakan alat pembayaran yang digunakan saat ini. Beberapa kotak juga terdapat pil potensial dan yang terakhir merupakan hadiah utama kotaknya lebih teranh diantara yang lain berwarna keemasan


Mata Ardius berkilauan melihat semua hadiah itu namun untuk senjata dan teknik dirinya saat ini tidak tertarik karna hanya Łìŕìéń level 2 untuk menggunakan atau mengembangkan senjata atau teknik. Untuk saat ini dirinya membutuhkan koin serikat dan pil poin exp, meskipun hadiah utama itu terbaik namun sangat kecil kesempatan untuk mendapatkannya. Ardhius mulai memencet putar penunjuk jarum lotere mulai bergerak berputar dan semakin lama semakin melambat penunjuk jarum setelah melewati berbagai kotak ketika akan berhenti di kotak pil exp Ardhius segera bilang, " berhenti..."


Jarum penunjuk lotere mulai melambat bukannya berhenti kotak hadiah utama melainkan koin serikat


[ Ding, selamat master mendapatakan seratus ribu koin serikat ]


Sebuah kotak union coin didalamnya terdapat sepuluh kartu yang tiap kartu sepuluh ribu union coin. Dia pun memutuskan untuk pergi kedokter sekolah karna dirinya saat ini terluka dan menggunakan union coin untuk perawatan


Dunia saat ini benar benar berbeda dengan dunia yang sebelumnya teknologi lebih maju dari pada yang sebelumnya. Bangunan bangun seperti karya fiksi ilmiah yang pernah di mainkannya dulu


Ardhius pun mengetuk pintu, nampak kantor dokter sekolah memiliki tekhnologi yang tinggi ada beberapa kabin didalamnya. Ketika seseorang berbaring di dalamnya dan mengisi dengan cairan Ķáéfù dibaca Kefu ( penyembuh )


" siapa..." kata seorang wanita berjas putih


" oh Ardhius ..." lanjutnya setelah melihat Ardhius


Ardhius tak menyangka jika wanita itu mengenalnya dan Ardhius tahu kenapa dirinya di kenalnya. Dirinya terkenal sebagai seorang Łìŕìéń yang lemah di akademi, mengetahui hal ini diam diam Ardhius mendesah pelan


...----------------...


CATATAN


Æņàŕiśùmè, sebuah skill passive yang dapat mengetahui karakter lawannya


Ììćhìñòśéķì, sebuah skill aktif yang apat digunakan dengan cara menumpuk serangan lawannya dan dilepaskan dengan serangan yang kuat

__ADS_1


__ADS_2