
**CATATAN TINGKAT ATAU RANK
PEMULA ( Shohisya )
Awal
Shohisya tingkat satu hingga tiga
Menengah
Shohisya tingkat satu hingga tiga
Akhir
Shohisya tingkat satu hingga tiga
VETERAN ( Beteran )
Awal
Beteran tingkat satu hingga tiga
Menengah
Beteran tingkat satu hingga tiga
Akhir
Beteran tingkat satu hingga tiga
ELIT ( Erīto )
Awal
Erīto tingkat satu hingga tiga
Menengah
__ADS_1
Erīto tingkat satu hingga tiga
Akhir
Erīto tingkat satu hingga tiga**
...****************...
Hari semakin siang setelah cukup beristirahat sekelompok remaja beranggotakan empat orang melanjutkan perjalanan mereka masuk lebih kedalam hingga melihat sebuah tanda peringatan PEJUANG PEMULA ( Shohisya) DILARANG MASUK, mereka tahu jika didepan adalah tempat terlarang bagi mereka yang di beritahukan oleh Luo He. Ardhius diam dahinya berkerut melihat sekelilingnya dia tidak melihat Jüēźēŕ maka dirinya akan kesulitan naik level karna kesal dia memukul tanaman rambat. Tiba tiba terdengar suara mendesis mengangkat kepalanya ternyata tanpa sengaja Ardhius memukul ular karna warnanya yang mirip dengan tanaman rambat Ardhius tak tahu jika ada ular
[ Ding, Ýēśśůē tipe ular tingkat 4, ???? ]
Teman temannya diam mematung karna syok dan Ýēśśůē lewat begitu saja terus mengejar Ardhius tanpa menghiraukan teman temannya
" sial, dia mengejar ku. Ternyata dia pendendam " gumamnya mendesah pelan
tanpa sadar Ardhius memasuki kawasan terlarang temannya yang berteriak tidak didengarnya dan berhenti ketika Ýēśśůē tipe ular itu tidak ada. Entah pergi kemana, walau demikian Ardhius melangkah hati hati karna ular itu dapat berkamuflase seperti tadi. Ardhius melihat sekelilingnya nampaknya karna panik dirinya memasuki kawasan terlarang. Karna tak tahu jalan bukannya keluar dirinya semakin masuk kedalam dan bertemu dengan beberapa Łìŕìéń sedang menyeret bangkai Ýēśśůē ketika hendak menghindari kelompok mereka salah satu dari mereka memanggilnya
" nampaknya kamu dari akademi Śhíķæńòģì di lihat dari pakaianmu "
" tinggalkan senjatamu dan serahkan barang jarahan"
" cukup senjatamu saja..." timpal salah seorang dari mereka
" hanya Łìŕìéń pemula memangnya apa yang akan di simpannya.
Tiba tiba Ardhius merinding dan melompat kedepannya
Sssss
Tenyata ular itu benar masih ada mengikutinya kelompok itu melihat Ýēśśůē tingkat empat mereka memiliki mata berkilauan. Mereka mulai menyerangnya dan ular itu tak menghiraukan Ardhius yang telah bersembunyi, Ardhius tidak meninggalkan tempat itu dan bermaksud untuk menunggu keduanya terluka berat dan dia akan membunuh ular itu. Ketika saatnya tiba Ardhius memberikan pukulan terakhir karna Æņàŕiśùmè belum ia gunakan. Pukulannya yang keras menembus kepalanya melalui matanya dan setelah mendapatkan apa yang di inginkan segera meninggalkan tempat itu. Kelompok yang tinggal dua orang terluka itu hanya terbengong ketika sadar semuanya sia sua karna Ardhius telah pergi lama.
" hehehe...aku yak menyangka bila kamu akan membunuhku Lin Qi."
" salahkan dirimu karna kamu bodoh dan tak berguna Xio Te
" jangan khawatir di neraka akan bocah bodoh lain yang akan menemanimu dan keluargamu yang lain akan segera menyusul "
__ADS_1
Nampak kemarahan dalam sorot mata Xio Te namun dirinya tidak bisa berbuat apa apa dirinya tak mengira bila akan dikhianati oleh sahabatnya sendiri
" Bajingan seperti apa yang kamu tahu dari rasa sakit kehilangan keluarga..." kata Lin Qi melepas topeng di wajahnya
Nampak sosok menakutkan dengan luka bakar yang mengerikan dan meninggalkannya, ketika hendak mengumpulkan jarahan sosok muncul tiba tiba menusukkan senjatanya di dadanya
" kamu..."
Pemuda itu menyeringai dan mengambil jarahan segera meninggalkan tempat itu. Sementara itu Ardhius masih belum bertemu dengan teman temannya membuat dirinya kesal. Tiba tiba terdengar suara pekikan burung burung berterbangan karenanya menggema menggetarkan hutan yang membuat Ardhius menutup kedua telinganya dan kakinya gemetar seketika. Nampak tak jauh darinya seekor Lightning Wolf tingkat empat sedang bertempur yang mengejutkan ada seseorang yang sedang melawannya. Wajahnya indah tanpa celah seputih salju, kecantikan yang luar biasa beru kali ini Ardhius melihat seorang gadis secantik itu dengan senjatanya yang panjang gadis itu menyerang tiap serangannya mengeluarkan cahya putih berbentuk bulan sabit. Seolah olah tidak mau kalah Lightning Wolf mengeluarkan petirnya. Walaupun gadis itu berhasil mendekat petir berwarna biru mengelilinginya melindungi dari serangan gadis itu. Dengan anggun dan lihat terus menyerang, akhirnya Lightning Wolf mulai melemah jatuh setelah gadis itu menebas dengan pedangnya dan melontarkannya. Dengan ekspresi datar dan dingin dia memiringkan kepalanya melihat sekelilingnya dan pergi setelah mendapatkan apa yang dicarinya
Ardhius segera meninggalkan tempat itu karna menjadi pengetahuan umum jika Lightning Wolf hidup berpasangan atau berkelompok. Dengan kekuatannya saat ini itu adalah sebuah kemustahilan bisa selamat. Di Suatu tempat yang mirip dengan danau Ardhius beristirahat, dia melihat sekelilingnya dan berhati hati tak jauh darinya sebuah sungai mengalir tenang melihat ikan yang berenang perutnya berbunyi. Sudah tentu ikan yang berenang itu makhluk Ýēśśůē yang lebih besar dari yang normalnya walau terkena virus §æmīŕ ikan termasuk Ýēśśůē yang dapat dimakan dagingnya. Segera Ardhius membuang pasak dan melompat kedalamnya rasa dingin yang nyaman dirasakannya
Walaupun ikan ikan itu bergerak dengan cepat kecepatan reaksi Ardhius cukup membantunya dalam menangkap ikan. Setelah dirasa cukup Ardhius segera naik, mengambil kulit kayu kering dan beberapa rabuk. Diletakkannya kulit kayu di tongkat kayu, digenggamnya dengan kedua tangan dan dengan cepat diputarnya. Tak lama kemudian api nampak melemparkan beberapa kulit kayu kering dan rabuk
Ditusuknya ikan ikan itu dengan tongkat kayu dan memulai memasak, Ardhius terkejut dengan rasanya ketika dirinya bersiap siap bahwa ikan akan terasa hambar tanpa bumbu atau garam ternyata tebakannya salah ikan itu terasa manis enak walaupun tanpa keduanya. Terlihat jelas diwajahnya dia tersenyum puas dibukanya panel window kotak hadiah lotere karna membunuh Multicolored Snake. Untuk saat ini dirinya membutuhkan senjata nampak didalam kotak hadiah itu ada yang berisi senjata, selain senjata ada pil potensial dan Union Coin serta hadiah kotak utama. Ardhius mengklik tombol outar dengan segera jarum penggerak berputar dengan semangat matanya berkilauan
Ketika mendekati kotak Union Coin sorot matanya meredup dan mendesah pelan, namun masih bergerak sedikit
[ Selamat kepada master karna mendapatkan kotak hadiah utama Awe of The Phonix ( AoTP ) ]
Ardhius terdiam sebuah kartu yang melayang muncul dihadapannya, itu adalah kartu ketrampilan. Namun untuk saat ini dirinya belum bisa memakainya hanya Łìŕìéń tingkat enam keatas yang dapat menggunakan ketrampilan. Biasanya kartu kartu ini berisi tentang kultivasi dan beberapa proses tentang kultivasi ketrampilan yang terbagi menjadi empat dari rendah ke tinggi : Tingkat Broze, Tingkat Silver, Tingkat Gold, dan Tingkat Diamond. Semakin tinggi tingkatannya semakin besar pula kekuatannya
Ardhius mengambil kartu ketrampilan yang melayang di depannya, kartu itu tipis nampaknya terbuat dari logam khusus. Selain kata AoTP juga ada kata Bronze dan ada angka satu, Ardhius terdiam senyum kebahagiaan terukir di bibirnya karna nampaknya ketrampilan ini dapat di tingkatkan karna ada angka satu di sana. Jadi untuk tingkatannya dapat di naikkan nampaknya sesuai jika hadiah utamanya hanya tingkat Bronze tentu dirinya akan kecewa. Bisa dikatakan jika ketrampilan AoTP adalah keterampilan tingkat Diamond
Ardhius menyimpan kartu itu untuk saat ini dirinya harus mencari senjata tombak, tiba tiba terdengar suara Ardhius segera berdiri semakin lama semakin mendekat nampak seseorang sedang melewati rerumputan. Beberapa Ýēśśůē merupakan hewan malam jadi ada beberapa Łìŕìéń yang akan melakukan perburuan ketika malam
Ardhius segera meninggalkan tempat itu dan benar beberapa Łìŕìéń muncul tak lama kemudian
" Kita terlambat, sudah pergi. Sayang sekali padahal kita dapat merampok "
" Kurasa belum jauh, kita masih bisa mengejar." kata berambut keriting
Di balik pepohonan Ardhius melihat sepasang mata dengan warna ruby melihatnya dengan tajam, secara otomatis Ììćhìñòśéķì aktif
[ Ding, Winged Snake tingkat dua ciri ciri jenis ular berkulit belang hitam kelam dan hitam muda, beracun dan aktif di malam hari. Total kekuatan tempur enam ratus tiga puluh]
Wow ular itu memiliki total kekuatan tempur yang tinggi Ardhius hanya memiliki kekuatan tempur lima ratus lima belas yang di dapatnya dari pil poin potensial. Winged Snake menyerang dengan kecepatan tinggi, Ardhius menahan dengan pedangnya menjaga dirinya agar tidak tergigit. Ardhius terdorong beberapa meter dan berhenti setelah lima meter
__ADS_1