
Ardhius terengah engah dirinya hanya dapat bertahan dari serangan Winged Snake karna warnanya yang hitam dapat menyatu dengan malam dan menyerang secara tiba tiba, ketika parameter Ĺìćhìñòśéķì penuh Ardhius menyimpan pedang dan melompat mundur. Winged Snake langsung menyerang Ardhius diam menanti ketika hanya berjarak dua meter segera Ardhius menyamping dan menggunakan Ĺìćhìñòśéķì.
Bang pukulan itu mengenai leher Winged Snake dan terlontar mengenai pepohonan
[ Selamat master karna membunuh Winged Snake tingkat dua, master mendapatkan poin exp dua ribu ]
Ardhius mengambil sebuah inti crystal tingkat dua setelah membelah kepala Winged Snake. Karna kelelahan akhirnya Ardhius beristirahat
Ketika dirinya bangun hari telah pagi karna malam Ardhius tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya. Ardhius di kelilingi pepohonan yang diatasnya ada banyak tanaman atau akar yang menggantung
Selama dua hari Ardhius terus meningkatkan dirinya dan memiliki panen yang baik, selama pertempuran dirinya mengalami sedikit perubahan memiliki kelincahannya bertambah dan lebih bertekad membuatnya lebih muah dalam berurusan dengan Jüēźēŕ maupun Ýēśśůē biasa walau demikian dirinya tetap waspada karna masih ada Ýēśśůē tingkat tinggi walaupun tidak banyak. Ardhius juga waspada pada orang lain, disini apapun dapat terjadi jika tidak berhati hati. Sudah menjadi sesuatu yang biasa Łìŕìéń merampok atau membunuh Łìŕìéń lain
Akhirnya Ardhius kembali ke temoat dimana dirinya memakan ikan bakar tiba tiba Ardhius meresakan kritis segera membungkuk dan menghindar
" Hehehe nampaknya aku kembali beruntung "
Dia adalah salah satu orang yang akan merampok setelah mengetahui Ardhius mendapatkan inti crystal Multicolored Snake diam diam dirinya mengikuti Ardhius namun entah bagaimana dirinya kehilangan jejak. Dia juga yang membunuh Lin Qi demi untuk mendapatkan jarahan serta inti crystal Multicolired Snake. Dengan segera mengayunkan pedangnya, Ardhius segera menggunakan pedangnya untuk memblokir. Sebuah senyum mengejek terukir di bibirnya
" Sialan bagaimana dia menjadi kuat dalam beberapa hari ? " gumannya
Nampak keterkejutannya di matanya mengetahui Ardhius lebih kuat namun segera sorot matanya menajam dengan tawa sinis Honli
" mati..." teriak Honli
Hongli terus menyerang tangan Ardhius, bukannya menghindar Ardhius maju menusukkan pedangnya ke dada Hongli. Melihat serangan itu segera dia menarik pedang Ardhius, dirinya bermaksud untuk memblokir serangan. Muncul percikan karna pedang bersentuhan.
Diam diam Hongli mengaluarkan pisau di balik baju perang, karna gerakannya yang cepat tusukan ini mengenai Ardhius di bahu kirinya Ardhius tak mempedulikan lukanya lang sung memotong Hongli. Walaupun masih ada jarak antara Łìŕìéń pemula dengan tingkat satu karna Hongli sudah terluka maka tebasan itu berhasil melukainya membelahnya jadi dua
[ Ding, selamat master karna membunuh Łìŕìéń tingkat satu, master mendapatkan dua ribu lima ratus poin ]
[ Ding, selamat master, master telah naik level ke 11 ]
[ Ding, selamat master mendapatkan skill ketrampilan baru Îķâŕî ]
Skill aktif meningkatkan status tiga kali, setelah selesai akan dalam kondisi kelelahan lima nenit
[ Ding, selamat master semua potensi bertambah 3 ]
Ding,
Karakter Ardhius L
Level 11
__ADS_1
Poin exp 10 ( 1500 / 12500 )
Kekuatan 63
Fisik 45
Kecepatan 38
( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )
SKIIL
Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì, Îķâŕî
Total kekuatan tempur 595
Total Poin Potensi 10
Ardhius terdiam syok senang, membagi poin potensial pada fisik menjadikan fisik Lima puluh dan kecepatan empat puluh tiga. Dirinya juga mendapatkan potensial gratis tiap naik level sebanya tiga. Nampaknyan dirinya telah di lirik dewi keberuntungan, dia meninggalkan tempat itu dengan senyum. Tiba tiba seseorang memanggilnya pria paruh baya
" Kamu membunuhnya..."
Ardhius mengangguk,
" apa maksudmu ?" memiringkan kepalanya
" di barang barangnya ada yang milik kami dan terima kasih bonusnya " katanya menyeringai
" benarkah ?"
Ardhius berbalik pergi
" Hai nak jangan bertindak bodoh..."
" pergilah Zhang Lin..."
Mereka terkejut termasuk orang yang bernama Zhang Lin
" Nak kamu tak perlu menakut nakuti, kamu sudah kehabisan tenaga..."
" jangan memaksa..." kata Ardhius tanpa berbalik dan melompat pergi
Pohon yang di pijaki Ardhis terpotong sempurna karna serangan dari Wind blade milik Zhang Lin, dirinya terkejut Ardhius tidak terkena bahkan menghilang. Namun bukannya takut melainkan memegang senjatanya lebih erat, dirinya tidak akan membiarkan Ardhius hidup jika tidak maka dirinya akan di hantui kematian. Sebenarnya dirinya menggertak biar bagaimana pun kesenjangan antara dirinya dengan Zhang Li, jika diantara mereka tidak menggunakan tombak dia pasti akan segera pergi dari sini. Okeh karna itu diam diam Ardhius mengaktifkan Îķâŕî dan bersembunyi menunggu kesempatan
__ADS_1
Zhang Lin pun memerintahkan mereka untuk berpencar menuju arah yang berbeda, entah bagaimana kekuatan Ardhius sama dengannya Łìŕìéń tingkat dua seperti dirinya. Ardhius diam diam mengamati di balik pohon ketika ada yang mendekatinya Ardhius langsung melompat turun menyerangnya
Bang, Ardhius memukulnya kepalanya nampak beruputar terdengar darinya suara tulang leher patah nampak dari matanya mati penuh dendam belum semoat dirinya pergi dari tempat itu terdengar suara kutukan
" Bajingan! Pergi ke neraka " teriak seseorang yang kebetulan dekat dengannya
Dengan timbak yang di perolehnya dia menangkis serangannya, dan meninju dengan tangan kirinya, orang itu terlontar jauh nampak tulang dadanya retak bengkok kedalam dan mati seketika. Karna teriakannya yang lain segera datang, Ardhius diam melihat mereka
" Bunuh! " teriak Zhang Lin
Segera Ardhius menggunakan AoTP, pada saat itu terasa kekuatannya tersedot keluar diujung tombaknya mengeluarkan api. Semakin lama semakin membesar bukannya panas melainkan dingin, nyala api berubah menjadi burung menyeramg mereka. Salah satu dari mereka terlambat bergerak
Bang, serangan itu mengenai tubuhnya. Di udara tercium bau hangus dia menjerit kesakitan tubuhnya terbakar penuh api untuk saat ini memang sulit untuk mengandalkan Awe of The Phonix ( AoTP ) untuk membunuhnya karnanya Ardhiu menusuk dengan tombaknya dua Ardhius kembali mengeluarkan AoTP. Api yang meneylimuti tombaknya berubah menjadi burung Phonix raksasa, hanya ketrampilan tingkat Gold yang dapat melakukannya nampaknya benar ketrampilan AoTP dapat meningkat dan akan lebih membantunya di masa depan.
Mereka segera mundur takut terjebak dan terbunuh
" Sial, kita nelepaskannya " kata Zhong Lin menggebrak pohon
Ardhius telah menghilang dari pandangan mereka, kini dirinya bersandar pada pohon nampak wajahnya pucat. Menggunakan AoTP untuk pertama kalinya banyak menguras kekuatannya, untuk kedua kalinya itu tidak mungkin namun dirinya tak berharap mereka akan tertipu. Ardhius mendesah pelan melihat tombak di tangannya entah terbuat dari logam apa warnanya hitam gelap, nampak ujung tombaknya. Dengan bantuan dari sytem dirinya dapat mengusai teknik tombak dengan muda sehingga dirinya dapat menggunakan skill baru yang baru di dapatnya. Di bukanya panel status di depannya yang nampak transparan
Ding,
Karakter Ardhius L
Level 11
Poin exp 10 ( 3500 / 12500 )
Kekuatan 63
Fisik 45
Kecepatan 38
( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )
SKIIL
Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì, Îķâŕî
Total kekuatan tempur 595
Dikliknya skill Îķâŕî, skill aktif meningkatkan statistik potensial hingga 5 kali selama 10 menit, efek samping akan mengalami kelelahan setelah menggunakan Îķâŕî selama 5 menit
__ADS_1
Dirinya harus bijak dalam menggunakan Îķâŕî. Mulai dirasakannya efek dari menggunakan Îķâŕî kini dia hanya dapat diam, jika mereka memaksa melawan sudah di pastikan Ardhius akan mati. Bahkan dirinya tidak dapat menggerakkan tangannya yang silakukan kini hanya beristirahag memejamkan matanya menunggu kembali pulih