
Di sebuah daerah di Gerbang Jegocai beberapa Łìŕìéń memasuki sarang laba laba, kesan horor memenuhi. Diam diam seorang pemuda di antara mereka berharap dapat menemukan Ýēśśůē ( binatang yang terinfeksi virus §æmīŕ ). Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dalam jumlah yang banyak
Di hadapan mereka nampak laba laba bahkan di dinding dan atap membuat mereka merinding jijik, segera Xu Wenshi memerintahkan menembak dengan laser, yang lain segera mulai menembak karna mereka tahu dengan jumlahnya yang banyak akan menjadi kerugian mereka jika melakukan pertempuran jarak dekat dengan laba laba itu
Tiap mereka mati akan di gantikan dengan laba laba di belakangnya, bangkai laba laba terus berjatuhan, setelah penembakan yang sengit akhirnya mereka selamat. Mereka mengeluarkan makanan tentara beristirahat dan menikmatinya, karna mereka tahu Jüēźēŕ itu akan naik ketika mereka menemukan kelompoknya
Dari atas bangunan Ardhius dapat melihat kebawa, jumlah Jüēźēŕ masihlah banyak dirinya tentu akan naik beberapa tingkat jika dapat membunuh mereka. Tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang tak terduga seekor Silver Tiger mendekat mencabik cabik kelompok Jüēźēŕ dan segera kematian menghampirinya biar bagaimanapun jumlah Jüēźēŕ lebih banyak
Ardhius terdiam melihat Jüēźēŕ berebut untuk memakan inti crystal, nampaknya inti crystal tidak hanya berguna bagi Łìŕìéń melainkan juga berguna bagi Jüēźēŕ. Secara otomatis Ĺìćhìñòśéķì aktif dan Ardhius melihat Jüēźēŕ yang memakan inti crystal. Dia berevolusi menjadi Jüēźēŕ yang sebanding dengan Łìŕìéń tingkat Beteran
Sebuah ide gila terlintas di pikirannya, dia dapat menembak dengan laser dan membidik kepalanya dari atas bangunan, namun ada resiko bahwa mereka mengetahui persembunyian mereka. Melihat Ardhius diam berdiri di tepi Xu Wenshi mendatanginya dan dia juga melihat ke arah Ardhius melihat, refleksi dia terjatuh duduk melihat jumlah Jüēźēŕ yang ada.
" Apakah kita benar benar harus melawannya dengan jumlah sebanyak itu tentu itu hal yang mustahil bagi kami " gumannya
" jangan dipikirkan kita lebih baik istirahat dulu " kata Ardhius pergi beristirahat
Xu Wenshi melihat teman temannya nampak sudah segar, mereka pun turun untuk melakukan pembersihan. Beberapa Jüēźēŕ tadi naik ke atas
bahkan menjatuhkan pintu baja
Ardhius segera menyerang dengan akurasinya yang tepat berhasil meledakkan kepala Jüēźēŕ, mereka segera beraksi setelah serangan Ardhius dengan senjata leser mereka menyerang.
Sou..sou...sou, suara senjata leser terus keluar tanpa henti meledakkan kepala mereka. Sejumlah besar mayat Jüēźēŕ tergeletak di tanah dalam waktu singkat Jüēźēŕ yang menghalangi di kalahkan
__ADS_1
" kita akan memulai operasi pembersihan Fokus dan jangan sampai tergigit "
sebenarnya mereka takut namun itu adalah misi mereka dan mereka berhasil menekan rasa takut menjadi kemarahan namun tenang dalam tindakan. Tiba-tiba Ardhius melangkah ke depan di sisi Xu Wenshi
" sangat disayangkan itu semua adalah exp " jawab Ardhius tanpa melihatnya dan menyerang
Xu Wenshi bingung namun membiarkannya, mereka pun keluar dan disambut okeh ruangan yang keras
" Apa itu..."
" Silver Tiger Shohisya tingkat menengah"
segera secara otomatis Ĺìćhìñòśéķì aktif
[ Ding, Silver Tiger tingkat Beteran ciri : cepat memiliki cakar dan gigi yang mematikan. Tidak dapat menginfeksi. Łìŕìéń tingkat Shohisya dapat langsung di cabik jika tertangkap ]
" bodoh mati..." teriaknya ketika dirinya hendak di serang
dia menghindar ke samping namun segera cakar kanan menghempaskannya jauh membuat keterkejutannya. Namun sebagai tentara yang berpengalaman segera mengangkat pedangnya dan bangun dari jatuhnya. Menusukkannya di lehernya, darah pun mengalir dari lehernya namun pedang itu tidak dapat menembus dan memotong bersih hanya berhenti di setengah jalan
Ketika dia diam syok segera Silve Tiger membuka mulutnya untuk mengigitnya. Giginya menancap di lehernya ketidak perayaan terlihat dk sorot matanya, dia mulai takut dan putus asa. Dia berjuang sebentar sebelum mati, Silver Tiger melihat kelompok Xu Wenshi sambil menggerakkan provokasi
Xu Wenshi melangkah maju menyerang dengan pedangnya namun dengan cakarnya Silver Tiger memblokir terdengar suara benturan logam dan membawa hasil buruannya pergi tanpa menghiraukan yang lain
__ADS_1
Xu Wenshi mulai menyerang dalam kemarahan dirinya tak menyangka di bawah pimpinan dia kehilangan dua tentara sekaligus temannya kini hanya tinggal delapan orang
( notes: setelah dipikir pikir jumlahnya terlalu sedikit jadi di jadikan sepuluh anggota 🙃🙃 )
mereka tak menyangka akan bertemu dengan Ýēśśůē tingkat Beteran, itu sungguh bencana. Mereka mencoba menembak Silver Tiger walaupun berulang kali mengenai tubuhnya ìnamun itu sia sia dan Silver Tiger pun menghilang dari pandangan mereka
Ardhius segera mengeluarkan skill AoTP nampak burung Phonix raksasa dan membakar apaun yang terkena. Dengan skill teleportasinya Ardhius menghampiri Xu Wenshi dan menyelamatkannya.
yang lain terus menyerang dengan skill yang mereka miliki dan kali ini mereka tidak menahan diri. Suara ledakan terus terdengar dan bau darah tercium mereka, setelah beberapa kali pertempuran mereka tidak lagi mual atau jijik. Ardhius menghampiri Jüēźēŕ tingkat Shohisya puncak atau akhir dengan tombaknya menusuk kepala meledakkannya, dirinya bermaksud untuk mengambil inti crystal yang di makannya.
Setelah mendapatkannya Ardhius memberi tahu yang lain dan bermaksud untuk menyerapnya memulihkan kekuatan dan lelah. Ketika hendak pergi kelompok Jüēźēŕ mendatangi mereka dari arah belakang
" sialan mereka datang lagi..." kutuk Ardhius
mereka pun segera bersiap siap menyerang maju dan jumlah mereka ternyata lebih banyak dari yang mereka harapkan bahkan diantara mereka ada yang setara dengan Shohisya puncak. Mereka saling mendahului seolah olah sedang lomba lari, membuat mereka menggerakkan gigi dan mulai menembak
Sou..sou...sou serangan leser terus bertubi tubi, Ardhius yang berada di belakang dia segera meminum Zēngì Yàsoì ( dibaca Zengi Yasoi ) potong buff yang di dapatkannya membunuh Jüēźēŕ Shohisya tingkat puncak tadi
Bagi Ardhius yang di depannya adalah tambang exp untuk menaikkan levelnya dan diam diam dirinya berterima kasih pada keluarga Chu, jika keluarga Chu tahu apa yang di pikirkan oleh Ardhius dapat dipastikan mereka akan muntah darah dalam kemarahan
[ Ding, selamat master karna menggunakan Zēngì Yàsoì 2 : 58 : 59 ]
Ardhius menghilang dengan menggunakan teleportasi dan mulai menari dengan indah dengan tombaknya. Wajahnya datar sesekali tersenyum mengangguk napasnya teratur tidak terburu buru
__ADS_1
Xu Wenshi diam diam mengamati dirinya terkejut sesaat ketka melihat Ardhius dengan mudahnya dia menyerang dengan tombaknya. Padahal senjata tombak adalah senjata yang sulit dikuasai, berapa umur Ardhius hingga dapat menguasai tombaknya hingga dapat menerapkan niat.
sebenarnya mustahil bagi Ardhius juga jka bukan kartu pencerahan dirinya akan menghabiskan banyak waktu, mereka mulai terstimulasi dan mulai menyerang menggunakan pedang mereka.