Pemburu

Pemburu
Bab 12


__ADS_3

Hari itu tak biasanya Akademi kedatangan tamu dari siswa SMA, mereka datang untuk memilih akademi mana yang nantinya mereka pilih. Sekelompok remaja sedang melihat ke lapangan dan salah satu dari mereka berkata sesuatu pada remaja di sebelahnya


" Chu Ping bukankah gadis itu Lailani gadis hang menjadi incaranmu..."


" Siapa laki laki itu nampaknya mereka akrab "


" aku tahu siapa dia, bukankah dia si sampah Ardhius "


Temannya yang mengetahui tentang Ardhius mulai bercerita tentang gosip yang telah menyebar Akademi Śhíķæńòģì. Akhirnya Chu Ping mengampiri mereka berdua, melihat Lailani matanya penuh dengan na**u. Mereka pun berani meminta sparring walaupun Ardhius senior mereka dan alasan utama Chu Ping melakukannya karna dia ingin memberi pelajaran pada Ardhius si sampah dan memberitahu bahwa Ardhius tidak cocok dengan Lailani


" Corinna Lailani tenanglah, tak satupun dari mereka yang cocok denganku. " katanya mengelus elus rambutnya


Membuat Corinna memerah menunduk malu.


" aku bukan lagi anak kecil " kata Corinna


Melihat tingkah mereka berdua Chu Ping menggertakkan gigi nampak wajahnya jelek, mereka segera berkumpul segera menyerang Ardhius dan Chu Ping yang terdepan


Ardhius hanya diam menghindari tiap serangannya, dengan gesit dan lihat walaupun dirinya terbebani menurutnya mengalahkan mereka tidak masalah. Semakin lama semakin jelek wajah Chu Ping pukulannya tidak mengenainya begitu pula dengan yang lain


" jangan lari lawan..." teriak Chu Ping tidak sabar


" jika aku menyerang kami tidak memiliki kesempatan " ucap Ardhius acuh tak acuh


Chu ping hanya mendengus jijik tentu dirinya tak percaya dia akan kalah. Mereka mulai berkeringatan lelah dan Ardhius melihat mereka diam nampak ketenangannya, walau jumlah mereka banyak sudah setengah jam namun Ardhius masih baik baik saja.Corinna melihat Ardhius dengan tatapan memuja nampak dia tersenyum manis


" apa kamu kalian ingin melanjutkan istirahatlah dulu..." kata Ardhius tersenyum


bagi mendengar kata Ardhius mereka beranggapan bila Ardhius sedang mencemoohnya. Akhirnya Chu Ping mengeluarkan ketrampilannya Hide Sweap. Melihat Chu Ping mengeluarkan ketrampilannya, ketika Ardhiua hendak menghinarinya dirinya terlambat beban yang di pakainya dan hanya dapat menyilangkan kedua tangannya


Bang, namun Ardhius hanyabmelangkah mundur melihat ini Chu Ping terbengong tak percaya. Dirinya frustasi tak dapat menjatuhkannya sedangkan dirinya seorang Łìŕìéń yang sebentar lagi tingaat Quasi. Ardhius menjauhkan teman Chu Ping ketika dirinya bengong


Dirinya tersadar ketika terdengar suara rintihan dari kelompoknya, Ardhius melihatnya dengan tersenyum. Chu Ping kembali mendatanginya menyerangnya dan Ardhius kembali menghindarinya, ketika sebuah kesempatan muncul Chu Ping hendak memanfaatkan dengan memikul kepalanya. Bahkan jika Ardhius tidak mati tentu dirinya akan mengalami luka yang menyebabkan pendarahan di otak dan menjadikan Ardhius cacat


" Awas kakak..." teriak Corinna


Ardhius mengangkat kedua tangannya menutupi pukukan yang di lancarkan Chu Ping, pukulan itu terkena pelindung tangan dan mengurangi danpak. Sebelum mengenai kepalanya Ardhius meraih tangannya dan tanpa segan segan memutar pergelangan tangan Chu Ping. Kraakkk!.


" Aaaaaaaa..." lolong Chu Ping kesakitan


Segera ia berguling kesakitan memegangi tangannya yang patah, dan Ardhius menendang perutnya dengan keras nampak wajahnya yang dingin. Melihat semua ini teman Chu Ping menganggap cidera yang mereka alami tidak seberapa dalam hati nampak mereka bersyukur. Mereka tidak menyangka bila Ardhius akan berbuat seperti itu dan nampaknya Ardhius tidak berhenti. Chu Ping mulai mengutuk dan berhenti ketika menghampirinya nampak ketakutannya. Menurutnya serangan yang dilakukannya sangat berbahaya dirinya tahu hal ini sebuah tangan meraihnya dan ketika melihat Corinna Ardhius tersenyum


Nampak mata jijik memandangi remaja di depannya, dan berbisik padanya. Remajanitu beruntung mereka berada di Akademi jika itu di luar maka sudah pasti dia akan membunuhnya


" Kamu beruntung Chu Ping jika itu diluar maka sudah pasti aku akan membunuhmu. Seseorang yang ingin membunuhku dirinya juga harus siap untuk dibunuh."

__ADS_1


Chu Ping hanya diam dan memutahkan darah pemuda itu meninggalkannya, nampak sorot matanya hang penuh amarah. Dirinya membencinya sejak kecil dirinya belum pernah terluka parah dan dalam keadaan memalukan. Dia adalah tuan muda dari keluarga Chu dan remaja itu berani mematahkan tangannya di depan umum. Itu sungguh memalukan dan penghinaan, apa yang dilakukannya sungguh tak termaafkan.


" Kamu dapat tenang Ardhius nanti ketika kembali aku akan memberitahukan pada kakaku." gumannya


Seorang remaja sedikit mirip dengan melihat Chu Ping nampak kemarahannya


" kakak..."


" kamu sungguh memalukan Chu Ping hanya karna seorang wanita kamu berbuat seperti itu. Lihat apakah dia peduli bahkan dia tidak melihatmu..."


" Aku tidak menyukainya kak..."


" sebaiknya begitu dia tidak pantas masuk ke keluarga Chu."


" kakak apakah "


" membiarkannya bagaimana bisa dia menginjak wajah dan mempermalukan keluarga Chu. Aku Chu Tian pasti akan membalasnya." potongnya dengan dingin


" mengenai gadis itu..." kata Chu Tian membisikkan sesuatu


Sementara itu Ardhius berpisah dengan Corinna keduanya tidak tahu bila bencana akan menghampiri khususnya Corinna. Kalaupun Ardhius tahu dirinya tidak peduli dia kembali ke asramanya untuk beristirahat. Ardhius tersenyum jika bukan karna Îķâŕî yang banyak meredam serangan Chu Ping disaat terakhir sudah pastikan dirinya akan cacat. Siangnya ketika Ardhius berjalan jalan seorang remaja menghadangnya dan tiba tiba menyerangnya setekah orang yang disampingnya menunjuk ke Ardhius membisikkan sesuatu. Sebuah serangan mengenai dadanya dan melemparkannya jauh membentur tumpukan kayu.


Pff Ardhius memuntahkan darah dirinya tak menyangka dia masih dapat memberikan dampak walau serangannya mengenai rompi di dadanya. Dapat dipastikan jika dia tak memakainya akan mati, namun bukan takut melainkan menyipitkan matanya ada semangat juang tinggi


" kamu mematahkan tangan adikku dan sebagai kakaknya aku akan mematahkan tangan dan kakimu. " katanya dingin


[ Ding,


Karakter Chu Tian


Level Łìŕìéń Quasi


Kekuatan 110


Fisik 80


Kecepatan 50


Total kekuatan tempur 760


" Sial.." gumam Ardhius


Perbedaannya banyak dan dirinya nampak dekat Łìŕìéń tingkat Resmi attributnya juga tinggi


Bang, Chu Tian kembali menyerang dan memukul. Sebenatnya tak masalah baginya jntuk menghindar karna dirinya masih belum terbiasa seratus persen menggunakan Îķâŕî yang tetpasang gerqkannya di batasi namun setidaknya dapat melindunginya

__ADS_1


Melihat Ardhius menyerangnya dia hanya mencibir dan membalas pukulan dengan pukulannya, jika di oerhatikan dengan baik pukulan itu mengandung Qi


" Kekuatan sumber..." guman Ardhius


Melihat ini Ardhius terkejut seorang Łìŕìéń Quasi dapat menggunakan Qi dan dapat menyerap, ketika hendak bertubrukan Chu Tian membuka tangannya dan meremas tangan Ardhius. Kraakk.


" Bagus. Hancurkan kakinya " teriak teman Chu Ping


" aku tak hanya ingin kamu lumpu juga tak berguna, wajah Tang tidak ada yang boleh menghina ." ucapnya acuh tak acuh


Dia hanya diam untuk sekarang dirinya lemah dan tak membalas, saat Chu Tian mengangkat kakinya untuk menginjak kaki kanan Ardhius seseorang berteriak


" Berhenti! Chu Tian apa yang kamu lakukan. "


" Ternyata guru Luo He " kata Chu Tian tak peduli


" Dia mematahkan tangan adikku "


" dia membully juniornya guru Luo He teriak salah seorang teman Chu Ping


" adikmu meminta sparring namun ingin membunuhku mereka melihatnya "


Melihat sikap Chu Tian yang arrogan tak menghormatinya dia hanya diam, keluarganya Chu Tian merupakan sponsor Akademi.


" Benarkah..." kata Chu Tian memandang teman Chu Ping


" tidak dia hanya ingin membully..."


" kalo demikian tidak ada yang dapat kukatakan, dia antek Chu Ping merupakan orang keluarga Chu yang terhormat jadi apa yang dapat ku katakan..."


" Cukup!!, pihak Akademi akan mencari tahu kebenarannya melalui kamera yang terpasang."


Mendengar apa yang dikatakan guru Luo He antek Chu Ping terdiam dan beberapa dari mereka takut namun mengingat mereka orang Chu tentu tak ada yang berani mengusik mereka. Mereka pun mencibir pergi mengikuti Chu Tian


" Chu Tian aku menantangmu bertarung Seitosi Butai..."


Chu Tian yang mendengar ini berhenti menoleh dan berkata " kamu yakin ?"


Guru Luo He berhenti berbicara ketika melihat sorot mata Ardhius, sorot mata yang dulu dia berikan kepada orang yang diremehkannya. Sorot mata penuh keyakinan dan percaya diri seolah olah berkata jika aku tak yakin kenapa harus melakukannya. Lakukan dengan seratus persen yakin.


Sesuai namanya Seitosi Butai adalah sebuah arena yang melakukan pertempuran dengan kejam tanpa konsekuensi yang akan ditanggung oleh pihak pemenang bahkan jika lawannya mati.


" kamu tidak berani..." kata Ardhius mencibir jijik


" hehe, bagus...bagus...bagus akan ku tunjukkan apa itu putus asa dan takkan ku biarkan kamu menyerah. " balas Chu Tian

__ADS_1


" pasti namun itu bukan aku yang akan menyerah " kata Ardhius tertawa


__ADS_2