Pemburu

Pemburu
Bab 16


__ADS_3

Sesuai dengan rencana segelah Chu Tian sembuh dia memasuki ruang terlarang Chu, nampak kesedihan terlihat dari wanita yang mengantar kepergian Chu Tian, dia adalah ibu dari ChuTian, Ying dan diam diam mengatur balas dendam untuk Ardhius


Plaakk, sebuah tamparan keras mengenai pipinya


" aku membalas dendam untuk putra kita "


" Apakah kamu memikirkan konsekuensi dari tindakanmu, kamu ingin merusak reputasi Chu. "


" Yin apa yang kamu pikirkan dengan membunuhnya di kota mereka akan tahu jika keluarga Chuku yang melakukannya "


Yin diam memandang Chu Xian


" kamu jangan khawatir aku sudah menggunakan koneksi untuk mengirimkannya ke Gerbang Jegocai "


meninggalkan Yin begitu saja dan Ardhius melanjutkan perjalanan setelah membunuh orang Chu dengan bantuan system tentu memudahkan dirinya menjadi Łìŕìéń tingkat lima karna didunia ini hanya orang yang kuat yang dapat bertahan hidup karna yang paling berbahaya adalah manusia itu sendiri dan mendapatkan status dari federal


" Apakah kamu Ardhius?" kat seorang pria dengan kening berkerut


Ardhius menganggur oelan juga memandanginya dengan santai


" Dia yang bertanggung jawab atas misi, Qin Akousi " jelas Luo Han


pria jangkung itu hanya menganggur dan kembali melihat Ardhius, " kami bukan untuk bermain main kembalikan kamu dapat kehilangan nyawamu " katanya pergi


Ardhius diam berkerut dan guru Luo Han pergi setelah pamit, dan Ardhius segera berkumpul dengan yang lain mengetahui Ardhius yang begitu muda mereka menertawakan meremehkan. Mereka mulai bergosip namun Ardhius diam tak mempedulikan


" Fokus dan serius !!" teriak Qin Akousi


segera mereka diam dan tak lama kemudian mereka berbaris memasuki pesawat tak lama kemudian lepas landas


Di dalam pesawat Ardhius tak menyia nyiakan waktunya dan mulai menerapkan Qi dengan ketrampilannya


Gerbang Jegocai adalah tempat yang dirancang bertahan untuk melawan Ýēśśůē dan Jüēźēŕ kondisinya telah memburuk karna tidak lagi manusia yang disini dan pesawat pun mendarat. Dengan tombaknya Ardhius ke luar. Tiga instruktur yang bertanggung jawab mulai membagi tim menjadi sepuluh tim yang tiap memiliki empat anggota karna kali ini kota Nocamai mengirim empat puluh Li Laico


" Li Laico pernahkah kamu kemari sebelumnya?" tanya Ardhius


" aku belum pernah, semuanya di pilih dan aku baru lulus dari militer."


kelompok mereka akhirnya sampai eretan mulai waspada. Strukturnya nampak kuno seperti kotanya dulu, banyak permukaan bangunannya yang tertutu oleh tanaman rambat dan tanaman aneh


" kita bertanggung jawab untu membersi wilaya dari Ýēśśůē yang berevolusi " jelasnya

__ADS_1


dia adalah ketua tim sementara, Xu Wenshi tiba-tiba terdengar suara aneh disudut, Ardhius segera menghampiri asal suara dengan tombaknya di belakangnya Li Laico mengikuti


" larimu sungguh cepat "


Ardhius hanya diam nampak di depannya Ýēśśůē, matanya merah dan memiliki wajah yang pucat pakaiannya compang camping. Mereka saling pandang dan mulai bergerak mendapati makanan mereka secara otomatis Æņàŕiśùmè aktif


[ Ding, tingkat dua sifat: cepat, cakap tajam, memiliki virus bermutasi. Total kekuatan tujuh ratus lima puluh ]


mengetahui total kekuatan yang dimilikinya membuat Ardhius terdiam. Kuat, namun untungnya mereka tidak memiliki kecerdasan. Mereka hanya tahu menyerang dan menggigit


Bukannya mundur Ardhius menyerang maju dengan tombaknya, ujungnya mengeluarkan hawa dingin. Menusuk kepala Łìŕìéń dan meledakkannya, Ardhius memutar tubuhnya menusuk Łìŕìéń di belakangnya sebelum menendangnya. Pemberitahuan notifikasi terdengar di benaknya


Li Laico terkejut tak menyangka Ardhius dapat menyingkirkan hampir semuanya, dan baik baik saja. Tiba tiba terdengar suara auman, sosok hitam melompat dari atas memandangi keduanya sambil mengaum Li Laico mengeluarkan pedangnya dan menebasnya namun kalah cepat. Sebuah pukulan melontarkannya namun sebelum membentur dinding Ardhius menyelamatkannya


" Terima kasih " kata Li Laico


Ýēśśůē menghampiri dan Ardhius melompat keatas memotongnya menjadi dua dia beruntung Ardhius lebih cepat jika tidak sudah dipastikan dirinya akan tergigit


jalan itu aneh menyembunyikan banyak Ýēśśůē yang bersembunyi di balik kegelapan, yang lainnya mulai datang dan mudah bagi mereka mengatasinya walau hanya berjumlah empat orang ketika selesai mereka mulai bersantai


" Sebaiknya kita berhati hati, ada kemungkinan ada yang datang "


" Sebaiknya kalian berhati hati aku tak peduli jika kamu mati disini " kata Xu Wenshi


" ya kapten..."


mereka kembali melakukan penelusuran, Ardhius tegang mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Dengan erat ia memegang tombaknya dan tidak bersantai


" Ada yang mendekat " teriak Xu Wenshi memperingatkan matanya melihat sebuah sudut tak jauh dari mereka


Łìŕìéń terdekat terkejut melihat Ýēśśůē menyerangnya seketika wajahnya pucat melihat Ýēśśůē, nampak membuka mulutnya terdiam bau yang busuk darinya hendak menggigit lehernya. Terlihat keputusannya dari sorotan matanya tak peduli seberapa banyak serangan yang mengenainya Ýēśśůē masih maju menggigit targetnya


" Aaaaaa." teriak tentara itu dan akhirnya lehernya terkoyak kepalanya lepas dari tubuhnya


melihat kejadian itu yang lain merinding, bulu kudunya meremang. Akhirnya mereka sadar jika ini bukanlah sebuah permainan melainkan nyata sebuah misi hidup senantiasa berada di ujung tebing dan nyawa dapat hilang kapan pun jika tidak berhati hati


karna letaknya jauh Ardhius tidak dapat melakukan tindakan, tubuhnya gemetar karna tidak dapat menyelamatkan padahal masih muda. Ketika dalam jangkauannya Ardhius segera menusuk kepala Ýēśśůē yang menyerang


" kelemahan mereka di kepala percuma kalian menyerang yang lainnya. Mereka akan mati tanpa kepala atau tersuk dalam " teriak Ardhius sambil menusuk ke kepala Ýēśśůē yang lainnya


tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki berat, bang...bang...nampak mantan tentara yang terinfeksi melangkah wajahnya pucat lehernya terkoyak memiliki kuku yang panjang di dadanya terbelah menampakkan gigi sebesar gading gajah, melihat ini mereka syok mematung

__ADS_1


" jangan diam saja..."


" keluarkan senjata laser kalian dan bidik kepala"


" apa itu..."


" Ýēśśůē tingkat dua " kata Ardhius


Ding,


Karakter Ardhius L


Level 13


Poin exp ( 5 / 365970 )


Kekuatan 107


Fisik 80


Kecepatan 60


( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )


SKIIL


Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì, Îķâŕî


Total kekuatan tempur 815


Poin potensial 20


Ardhius segera menambahkan sepuluh di statistik kecepatan menjadikan lima puluh tiga dan sisanya dimasukkannya dalam statistik kekuatan menjadikan seratus tujuh


[ Ding, selamat kepada master karna telah menjadi Łìŕìéń Tingkat satu Menengah mendapatkan satu poin kesempatan kotak roulte ]


[ Apakah master melakukannya sekarang Ya / Tidak ]


tidak, Ardhius kembali menembak tak mudah baginya dia melakukannya dan sering kali melesat dari target, setelah membiasakan setengah jam akhir dirinya dapat melakukannya. Jumlah Ýēśśůē yang banyak membuat mereka gemetaran bagaimana pun mereka tingkat dua dan mudah membunuh kelompok Xu Wenshi


Ardhius menyimpan senjata lehernya dan mulai maju kedepan menyerang, banyak kepala mulai bergelinding

__ADS_1


__ADS_2