
Di hari kedua di Gerbang Jegocai siswa dan beberapa tentara dengan penuh kegigihan dan semangat mereka bertempur. Walaupun mereka kehilangan dua anggota mereka melampiaskan pada Jüēźēŕ yang di depan mereka, seorang pemuda tersenyum berulang kali melompat dan menerjang. Bahkan dia melakukan sesuatu yang sembrono
" apa yang dilakukannya...?"
" berhenti Ardhius " teriak Xu Wenshi tahu apa yang di lakukan oleh Ardhius
Dihadapan mereka Ardhius menmpelkan kartu skill The Stab of A Terrible Storm of Rose ( ToATSoR ). Sebuah skill tingkat Silver yang baru di perolehnya, nampak Jüēźēŕ berlari kearahnya.
" The Stab of A Terrible Storm of Rose " teriak Ardhius
dengan kecepatan yang tinggi Ardhius menusuk Jüēźēŕ di kepala namun sering di badan terkadang dia dapat menusuk enam tusukan terkadang empat tusukan dalam satu detik. Mereka yang melihatnya syok namun baginya itu bukan hasil yang diinginkannya dan dia kembali berlari ke arah Jüēźēŕ yang bergelombang
" i...i..tu sangat kuat." kata salah satu dari mereka
yang di hadapan mereka bukanlah Jüēźēŕ biasa melainkan Shohisya tingkat menengah dan bahkan Ardhius dapat membunuhnya dengan singkat. Kini yang ada di pikirannya hanya bunuh...bunuh...bunuh
Mereka yang melihatnya terkejut dan Xu Wenshi tahu jika itu dia maka mustahil untuk melakukannya
" terus lakukan, bersihkan!!" teriak Xu Wenshi
" jangan biarkan tersisa dan membunuh keluarga kita " lanjutnya
Benar apa yang mereka lakukan saat ini adalah untuk keluarga mereka dengan sedikitnya Jüēźēŕ maka keluarga mereka dapat hidup dengan tenang tanpa takut. Karna ketika jumlah mereka yang terlalu banyak maka sesuatu yang mungkin mereka akan menuju Chìqìñģśhì City dan membantai manusia yang ada disana bahkan mungkin keluarga kita juga termasuk
Mata mereka memerah marah dan mulai menggempur dengan kekuatan penuh, seluruh jalan di penuhi oleh Jüēźēŕ dan mayatnya. Dengan kekompakkan mereka jumlah mereka masih tetap delapan, mereka terus saling membantu dan tekan sedikit berkurang karna Ardhius di depan hanya membunuh mereka yang kuat. Darah menodai jalan dan sekelilingnya
Mereka berhasil membunuh ratusan Jüēźēŕ dan buff yang di dapatnya mulai menghilang dan dampak dari skill mulai nampak terakumulasi. Ia pun jatuh setelah membunuh Jüēźēŕ terakhir yang ada
" kamu tak apa apa Ardhius..."
__ADS_1
Ardhius hanya diam tersenyum memandangi mereka dan salah satu dari mereka menggendongnya. Hari telah sore dan jumlah yang di bunuh Ardhius lebah banyak dari gabungan kelompok.
Jumlah exp yang di miliki oleh Jüēźēŕ Shohisya tingkat menengah dua lima ratus dan puncak tiga ribu lima ratus, Ardhius membunuh delapan puluh dari mereka dan dua ratus lebih yang lainnya. Jadi dirinya mendapatkan satu juta lima ratus enam puluh ribu setelah di kalikan dua
Ding,
Karakter Ardhius L
Level 17
Poin exp ( 300000 / 1.349.970)
Kekuatan 130
Fisik 90
Kecepatan 60
SKIIL
Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì, Îķâŕî
Total kekuatan tempur 856
Poin Potensial 3
mereka tidak mengerti mengapa Ardhius sebagai seorang siswa bertempur seperti itu membunuh banyak dari Jüēźēŕ. Keuntungannya sedikit dan lebih condong kerugian karna tidak semua Jüēźēŕ memiliki inti crystal. Namun baginya itu sesuatu yang sepedan karna dirinya tidak setiap saat mendapatkan penggadaan exp. Ardhius menggunakan Poin kotak Roulet dan mendapatkan sebuah skill lagi. Musaboriku sebuah skill tingkat Bronze namun skill itu termasuk skill yang dapat bertambah ranknya. Seperti namanya skil itu untuk melahap Qi tentu akan memudahkannya dari pada yang pertama.
mereka beristirahat menyalakan api membakar Silver Tiger ketika dalam perjalanan, idak lama kemuadian darinya matang dan Ardhius dan lainnya mulai menikmatinya. Walau hanya Shohisya tingkat menengah setidaknya mereka dapat mengisi tenaga dan dengan cepat dagingnya hilang di konsumsi oleh mereka fan nampak puas
__ADS_1
tiba tiba Ardhius mendengar sesuatu yang mendesis sejak dirinya naik level ke tujuh belas dia memiliki pendengaran yang sensitif dan sudah jadi kebiasaanya untuk waspada walaupun sedang beristirahat, nampak di belakang Xu Wenshi Red Scaly Snake
" Xu serang ke belakang " teriak Ardhiu
teriakannya tak hanya mengejutkan Xu Wenshi melainkan anggota yang lain, Xu Wenshi yang percaya pada Ardhius segera menyerang kebelakang dan berhasil membunuh Red Scaly Snake. Xu Wenshi tersenyum berterima kasih pada Ardhius. Tiba-tiba dia teringat akan kejadian itu
" Apakah kamu tahu tentang Shèngdì ( di baca Sengdi ) "
mendengar apa yng dikatakan Ardhius ahi mereka berkerut berpikir dan mereka menggeleng pelan tak tahu. Mengetahui hal ini Ardhius mendsah diam diam kecewa dan merenung
" sebentar sepertinya aku pernah mendengar "
" Diatas lima Akdemi Besar masiha ada yang terkuat Akademi Shèngdì "
Ardhius terdiam singkatnya selain lima Akademi Besar tidak ada Łìŕìéń yang lain, dirinya belum pernah mendengarnya namun nampaknya bergengsi di lihat dari namanya
" Hanya orang orang tertentu yang mendengarnya aku pun mendengar ari kaaa iparku " jelasnya tersenyum bangga
" hanya yang jenis yang terdaftar disana, setiap siswanya diakui oleh Akademi Besar "
" Apakah itu benar? " tanya salah seorang ari mereka tak percaya dia merasa jika Li Laico membuat
" Tentu saja ! untuk dapat terdaftar ke dalamnya hanya yang sudah Shohisya puncak Quasi Beteran yang ada kesempatan untuk bergabung dan harus berusia sebelum dua puluh tahun "
" hanya yang berperingkat Quasi Beteran yang memiliki kesempatan " kata yang lain terkejut
Mendengar apa yang dikatakannya
" masih ada satu tahun untuk pendaftaran dan kurasa cukup bagiku untuk dapat mendaftar " guman Ardhius
__ADS_1
" Apakah kamu bermaksud untuk mendaftar Ardhius ? " tanya Li Laico
Ardhius mengangguk pelan membuat yang lain tertawa, menurut mereka Ardhius masih Shohisya awal hampir mendekati menengah. Jadi mustahil baginya untuk menjadi seorang Beteran dalam jangka waktu satu tahun namun kalo dua atau tiga tahun itu mungkin