
Di Public House tidak seperti biasanya kali ini ada pertempuran yang di tonton oleh dua kelompok yang kelompok pertama dari kelas satu yang banyak dari siswanya telah menjadi Łìŕìéń Resmi dan yang keduanya dari kelas tiga puluh kelas di urutan terakhir, kelas yang didalamnya seorangsiswa yang terkenal di akademi Śhíķæńòģì, terkenal bukan sesuatu yang positive melainkan negative siswa itu terkenal lemah dan diantara kelasnya pun banyak yang membullynya. Permasalahan pertempuran sesuatu yang sederhana ketika seseorang biasa membully kini di bully membuat kemarahan publik. Takut dengan yang kuat berani dengan yang lemah itulah mental kelas tiga puluh saat ini, apa yang tidak sangka ketika mereka takut ada yang berani melawan. Bahkan perbedaan keduanya sangat jelas kelas satu Łìŕìéń Resmi sedangkan lawannya Łìŕìéń Pemula. Antara Li Yun dengan Ardhius. Sebuah kesempatan datang Ardhius menghentikan tangan kanan Li Yun dan tangan Li Yun di plintir dengan paksa
Kraaak, terdengar suara keras saat tangan Li Yun di plintir pada sudut sembilan puluh derajat
" Aaarrggghhhh " raung Li Yun kesakitan
Dirinya belum pernah mengalami hal seperti ini rasa sakit yang amat sangat matanya melototi Ardhius tak disangka bila dia sosok yang kejam, kelompoknya yang melihat hal ini marah
" B**j****n, berani kamu melawan murid kelas satu. Lawan dia..."
" Apa yang kalian lakukan ?, sungguh tak tahu malu tak disangka kelas satu mengeroyok seorang siswa dari kelas tiga puluh. Bahkan dia mengatakan kelas sampah namun tangannya di plintir dari siswa kelas sampah " teriak Ye Tie
Walau pun siswa kelas tiga puluh takut namun mereka juga seorang pemuda berdarah panas mereka tidak lagi peduli dengan apa yang akan terjadi selanjutnya
" Sialan beraninya kelas sampah membalas..." kata Sun Ye
" kamu tidak yakin kemari ..." kata Ardhius memberi jari tengah
Sun Ye dengan cepat mendatangi Ardhius sambil menebasnya dengan pedang, dia benar benar ingin membunuh Ardhius untuk menghilangkan rasa malu dan bencinya. Dia tidak menyalahkan Lin Yu namun menyalahkan Ardhius yang sombong
" Mati..."
Nampak sebuah seringai muncul di bibir Ardhius dan menghindar kesamping di tariknya tangan kirinya bersiap siap untuk memukul.
[ Ĺìćhìñòśéķì telah penuh apakah ingin menggunakannya Ya / Tidak ]
tinju kirinya meluncur mengenai perutnya kini dirinya tahu maksud dari seringai dibibirnya ttadi, nampaknya dia telah merencanakan. Dia diam mematung tak lama kemudian memutahkan darah. Suara pukulannya yang keras mengakibatkan yang lain terkejut dan siswa dari kelas tiga puluh pun bersorak
Guru Luo Han dan guru yang bertanggung jawab pada jelas satu, Jiang Xi masuk
" berhenti!! Apa yang sebenarnya yang terjadi " tanya Jiang Xi
" Dia menyerang mematahkan tangan Li Yun dan melukai Sun Ye " jelas salah seorang murid kelas satu
" jangan bicara omong kosong dia yang memulai dulu mengatakan kelasku kelas sampah dan mendorongku "
Luo He mengerutkan kening dirinya tak suka jika kelas yang menjadi tanggung jawabnya di di ejek oleh Li Yun sampah. Setelah YeTie menceritakan sebenarnya tanpa melebih lebihkan pada guru
Luo He diam diam tersenyum mendengar bagaimana Ardhius mematahkan tangan Li Yun dan melukai Sun Ye, tetapi dia tidak menunjukkan diwajahnya. Segera dia menoleh ke Ardhiua dengan tatapan tajam
" Bagaimana kamu melukai teman sekolahmu ? " kata Luo He pura pura marah
__ADS_1
" Cepat minta maaf pada Li Yun dan Sun Ye "
Luo He menyuruh Ardhius meminta maaf pada mereka namun menekankan nama mereka
" aku benar benar minta maaf Li Yun Sun Ye seharusnya aku tidak memukulmu dengan banyak. Sungguh maafkan aku "
Mendengar kata kata Ardhius wajah siswa kelas satu jelek apa yang tidak memukul mereka dengan keras, itu jelas mengejek mereka. Jangan bertarung jika tidak mau di pukul dengan keras
" Siapa namamu " tanya guru Jiang Xi mengerutkan kening
" Guru sungguh tidak tahu " jawab Ardhius dengan nada tanya
Guru Jiang Xi menggeleng pelan
" Baiklah... Aku akan memperkenalkan diri. Akulah yang dia sebut sampah dan namaku Ardhius " kata Ardhius dengan malu malu
Reputasinya yang buruk sudah terkenal di seluruh akademi Śhíķæńòģì oleh karnanya dia mengatakannya dengan malu malu. Begitu mendengar namanya mereka seperti tersambar petir disiang bolong.
Bukan sesuatu yang aneh jika akademi memeperhatikan yang terbaik di Akademi mereka namun secara tidak langsung mereka juga tahu siapa yang terendah di Akademi mereka. Jadi siswa Akademi Śhíķæńòģì tahu siapa nomer sagu terbawah di Akademi.
Pada saat ini wajah siswa kelas satu jelek seperti memakan kotoran. Khususnya Li Yun dan Sun Ye
Orang yang dikatakannya sampah mengalahkannya bukankah berarti dirinya lebih buruk dari sampah. Memalukan itu sungguh memalukan
Alat pengukur ini dibuat oleh Union untik mengetahui total kekuatan tempur seorang Łìŕìéń dan membaginya, kekuatan tempur tiga ratus hingga lima ratus Pemula, lima ratus hingga delapan ratus Kuasi, delapan hingga seribu lima ratus Łìŕìéń tingkat satu. Dapat menentukan kekuatan otot, kekuatan daya ledak seseorang, juga dapat menentukan attribut dan memeberikan skor total kekuatan tempur. Miskipun masuk akal untuk mengatakan semakin tinggi total kekuatan tempur semakin kuat fisik seseorang, namun dalam pertempuran yang sebenarnya total kekuatan tempur bukan segalanya. Orang dengan total kekuatan tempur rendah juga bisa mengalahkan orang yang memiliki kekuatan tempur yang lebih sedikit tinggi
" Seperti yang kalian ketahui Jüēźēŕ dan Ýēśśůē tingkat tiga tidak dapat di lukai bahkan dengan senjata leser. Kekerasan atau ketebalan kulit semreka telah berubah "
" Namun dengan upaya dan penelitian akhirnya manusia dapat menemukan logam yang dapat melukai mereka, jadi pilihlah senjata yang telah diakui "
Keduanya mengangguk mengerti
" dengan senjata yang tepat lalu sesuaikan dengan ketrampilan. Tentu membuat serangan itu kuat "
" jadi putuskanlah.."
Ardhius dan Zang Li menjadi Łìŕìéń Kuasi dengan total pertempuram tujuh ratus dan Tujuh ratus tujuh lima, guru Luo He memberikan Zang Li sebuah kartu yang memiliki logo Akademi Śhíķæńòģì
" Informasimu sudah ada didalam pergi keperpustakaan di lantai dua untuk mendapatkan teknik pedang dan teknik budaya "
" Em, aku tahu tiap orang memiliki rahasianya sendiri sendiri dan aku tidak bertanya mengenai hal itu. Namun aku ingin tahu senjata apa yang ingin kamu gunakan "
__ADS_1
" aku ingin tombak " jawab Ardhius singkat
Luo He mengira Ardhius juga akan memilih pedang seperti halnya dengan Zang Li, dirinya tak menyangka bila Ardhius akan memilih tombak.
Tombak dianggap sebagai raja dari seratus prajurit dan kekuatan.membunuhnya luar biasa kuat. Tombak adalah salah satu senjata yang paling menantang untuk dilatih tingkat kesulitannya tinggi ketika dilatih dengan baik maka itu akan menjadi luar biasa
" jika tidak keberatan bisakah kamu memberikan alasan mengapa memilih tombak " tanya Luo He
" Guru Luo tentu kamu tahu Łìŕìéń top didunia " tanya Ardhius
" Song Fanhua dengan senjatanya dan ketrampilannya The Shinking sword Method dikatakan dapat membelah kota "
Ardhius tersenyum melihat Luo He
" Bukankah mereka ahli dalam pedang, tidak ada yang menggunakan tombak. Aku yang pertama melakukannya " kata Arxhius serius
Guru Luo He diam memandangi ardhius dengan mata terbelalak, dirinya melihat ambisi. Melihat Ardhius dengan kartu pemberiannya. Entah mmengapa dirinya merasa Apa yang dikatakan Ardhius bukan omong kosong.
Luo He merasa Ardhius akan menjadi Łìŕìéń tombak tingkat dunia. Ardhius diam diam membuka window statusnya
Ding,
Karakter Ardhius L
Level 11
Poin exp 10 ( 3500 / 12500 )
Kekuatan 63
Fisik 45
Kecepatan 38
( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )
SKIIL
Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì, Îķâŕî
Total kekuatan tempur 595
__ADS_1
Entah apa yang akan terjadi jika dirinya tanpa system, dalam hitungan hari dirinya yang bukan suapa siapa menjadi Łìŕìéń Quasi mendekati tingkat Satu