
Sebulan sudah sejak Ardhius bergabung dengan tentara Union untuk melakukan pembersihan di Gerbang Jegocai, sejak itu hanya dua Łìŕìéń yang mati dalam tugas. Pemuda kurus itu nampak memiliki otot walau selama itu hidup di luar kulitnya masih putih nampak lembut, selama satu bulan ini mereka telah banyak membunuh Jüēźēŕ dan Ýēśśůē. Kini kota itu kosong kecuali mereka berdelapan Ardhius menusuk Jüēźēŕ terakhir yang di temuinya
Ding,
Karakter Ardhius L
Level 18 ( Shohisya akhir level 1 )
Poin exp ( 1.510.000 / 1.795.970)
Kekuatan 150
Fisik 90
Kecepatan 60
( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )
SKIIL
Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì, Îķâŕî
Total kekuatan tempur 1260
Ardhius tersenyum senyum melihat statusnya jika dia tetap di Akademi Śhíķæńòģì dia tidak akan mudah mendapatkan kekuatannya yang saat ini. Hanya dengan membunuh dia mendapatkan exp dan dengan poin potensial yang di berikan dirinya dapat berubah kuat
kekuatannya termasuk Shohisya Akhir level satu, namun sangat di sayangkan sebentar lagi dirinya naik level, namun sudah tidak ada Jüēźēŕ maupun Ýēśśůē dirinya hanya dapat menerima yang ada. Misi pembersihan dapat dikatakan telah selesai mereka pun kembali melalui jalan yang di lalui di awal sehingga juga melewati kota era mecha
Li Laico terjatuh ke tanah karna tersandung sesuatu dan bermaksud untuk membangunkan sambil mengutuk namun di hentikan Ardhius
" Itu hanya besi tua " gerutu Li Laico kesal
Selama satu bulan juni Ardhius terus mencari dengan hati hati untuk menemukan besi tua aneh, Ardhius yang telah mengambil dan melihat dengan hati hati sebuah senyum mengukir bibirnya
" hahahah akhirnya di satukan " kata Ardhius kegirangan
" apa maksudmu di satukan ? " tanya Li Laico penasaran
__ADS_1
Ardhius hanya diam masih tertawa dan diam diam menyimpannya di tas system, dirinya termasuk orang yang beruntung dapat menemukan semuanya dalam sebulan ini. Jika orang lain mungkin tidak seberuntung dirinya, karna dia harus mengakui di masa sekarang untuk menemukan komponennya seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Dalam sebulan ini mereka telah melihat dunia yang sebenarnya hanya dengan orang menjadi kuat dia memiliki hak untuk hidup mereka melihat kekejaman dari Łìŕìéń dan Jüēźēŕ. Kemarahan kesedihan karna rekan mati, dan mereka dapat selamat itu seperti mimpi
Bahkan diantara mereka menangis emosional meninggalkan tempat, mereka pun sampai di titik penjemputan dan masing masing dari mereka beristirahat. Rasa lelah yang terakumulasi selama sebulan telah sampai puncaknya
Baru keesokannya mereka berbaris atan perintah. dari Qin Akousi
" Baiklah, dengan kontribusi yang kalian lakukan maka kami putuskan untuk memberi kalian mendali bintang satu "
mereka tidak menyangka jika mereka mendapatkan medali bintang satu, medali itu di bagi dari satu hingga enam. Semakin banyak bintang di peroleh semakin banyak kontribusi yang di berikan, di belakang mendali ada sebuah kode khusus yang hanya di miliki oleh militer jadi tak mungkin orang lain dapat menggunakannya bahkan jika Ardhius kehilangan benda itu
Setelah mendali di bagikan dan memberi hormat militer segera mereka bubar, lanfkah Ardhius tersenti setelah mendengar seseorang memanggilnya ternyata Qin Akousi
" Aku ingin kamu masuk militer Ardhius, kemampuanmu di butuhkan "
melihat Ardhius untuk pertama kalinya dirinya tahu jika kedatangannya karna dia menyinggung seseorang dan mengharuskannya dikirim ke tempat ini. Sehingga orang tersebut dapat cuci tangan menyenai kematiannya
Ardhius terdiam melihat Qin Akousi permintaannya mengejutkannya dan menarik. Namun baginya yang bebas dan dengan bantuan system dirinya akan semakin kuat, oleh karnanya Ardhius menolak. Penolakaannya mengejutkannya namun setelah mendengar alasannya, Qin Akaousi mendesar pasrah
Ardhius hanya diam tersenyum mengangguk. Arkship semakin mendekati landasan bandara, setelah berpisah dengan yang lain Ardhius pergi dengan srigala android yang kecepatannya sebanding dengan mobil maglev. Banyak dari orang yang melihat dengan iri dengan srigala android miliknya
Sementara itu di sebuah kediaman bangsawan seorang pria paruh baya mengerutkan kening, dirinya telah membayar mahal menyewa seorang pembunuh namun belum menerima berita kematian tentang target yang diinginkannya. Terlihat dari sorot matanya yang marah ketika pembunuh yang dikirinya tidak dapat dihubungi
Dengan tegesa gesa seorang pelayan memasuki ruangannya napasnya terputus putus, wajahnya nampak pucat. Dia syok, ingin sekali dia meledakkan kepalanya namun melihat konsinya mungkin dia memberitahu sesuatu yang penting, namun jika itu tidak penting dia akan membunuhnya
" tuan...tuan..."
" dia...dia kembali, bocah bernama Ardhius kembali. Dia tidak mati "
" Apa "
" itu gak mungkin..."
Di Akademi Śhíķæńòģì di kelas tiga puluh guru Luo He khawatir karna Ardhius belum terlihat, seangkan ujian tertulis sudah selesai dan pertandingan smester akan segera di mulai. Dirinya yakin bila Ardhius baik baik saja namun apa yang menghambatnya
" apa dia lupa jika hari ini ada pertandingan smester ?" gumannya
__ADS_1
" Luo He segera bawa orangmu ke lapangan pertandingan akhir smester akan segera di mulai " kata guru Lin Li senang melihat kemalangannya
Apa yang di lakukan Ardhius membuatnya malu dan dia juga senang jika Ardhius mati dan kalaupun tidak memangnya apa yang bisa dilakukan Ardhius dengan keberadaan Chu Tian yang kekuatannya meningkat pesat
Dirinya yakin kali ini kelasnya akan ada yang memasuki sepuluh besar, akhirnya dapat menghapus rasa malu karna kalah dengan kelas tiga puluh sebulan yang lalu
Dengan masuknya sepuluh besar mereka akan mendapatkan rekomendasi dari 5 universitas top. Hal ini tentu membuatnya sangat senang bahkan senyumnya sangat menjijikkan
" Guru Luo apakah Ardhius belum kembali ?" tanya Tian Yang bertanya cemas
Jika dia tidak segera hadir maka secara otomatis dia, Ardhius akan didiskualifikasi karnanya dia cemas
" Tunggu sebentar lagi pasti dia datang, bocah itu selalu datang terlambat " katanya tersenyum menghibur murid muridnya
Mereka pun berhenti bertanya dan menunggu kedatangan Ardhius
" Pertandingan akhir smester di mulai " kata seorang di tribun
" Tuan Yu banyak siswa yang meningkatkan potensinya di akhir smester ini " lanjutnya hormat
" Kamu benar kepala sekolah Guo "
" Namun sayangnya siswa dengan potensi bagus tidak ada disini " lanjutnya sambil menggeleng pelan
Mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Yu kepala sekolah Yu terkejut, dia tak menyangka jika ada diantara siswa mendapat pujian darinya dan dia pun melihat ke arah dimana mata tuan Yu melihat tadi. Menurutnya selain sepuluh kelas tidak ada murid dengan potensi yang kuat di kelas lain. Pertandingan cukup teratur
" Medis...medis..."
segera beberapa petugas medis datang membawa tandu, membawa siswa yang terluka segera untuk perawatan. Yang terluka adalah Liang Le yang merupakan peringkat ke sembilan puluh tujuh. Guru Lin Li tersenyum senang karna muridnyalah yang menang, dia adalah Chu Tian yang dikalahkan oleh Ardhius
" Selanjutnya peserta nomer 1986 Ardhius ... " teriak wasit
Segera guru Luo He diam dia tak menyangka jika Ardhius akan tampil diawal, jika hingga batas waktunya dia belum hadir dia akan di usir dari akademi karna diskualifikasi
" Hmmp, aku ingin melihat sekuat apa dia yang mengalahkan Chu Tian ternyata hanya penakut yang tidak hadir " kata lawannya yang tengah berdiri di arena
Kepergian Ardhius untuk pembersihan tidak di umumkan hanya orang tertentu yang mengetahuinya bahjan teman sejelasnya hanya tahu dia sedang bepergian
__ADS_1