
Pertandingan smester ditunda karna arena yang rusak akibat pertempuran yang di lakukan oleh Ardhius dan Ji Guyin ditunda hingga keesokannya, Ardhius yang sudah sadar melihat lihat di system miliknyaDing,
Karakter Ardhius L
Level 18 ( Shohisya akhir level 1 )
Poin exp ( 1.510.000 / 1.795.970)
Kekuatan 150
Fisik 90
Kecepatan 60
SKIIL
Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì, Îķâŕî
Total kekuatan tempur 1260
Ardhius diam melihat status yang di milikinya, dirinya tahu banyak dari seusianya yang dapat mengalahkannya, matanya beralih ke Roulet kotak hadiah dia masih memiliki poin putar
Ardhius menekan tombol di tengah dan jarum Roulet mulai berputar tak lama kemudian terdengar suara dingin notifikasi system
[ Selamat master karna mendapatkan Śukiŕùdõ ]
Tiga kartu ketrampilan melayang di hadapan Ardhius, tiga ketrampilan perak keduanya skill pedang yang pertama skill Successive Cold Trusts ( SCT ) untuk yang kedua skill untuk Black White Slash ( BWS ), dan yang tiga tombak Stab Through the Sun ( STtS ) walaupun dia mendapatkan skill tombak namun dirinya tidak senang karna itu lebih lemah dari Rainstorm of Rose. Ardhius teringat jika dirinya mendapatkan panel sintesis, setelah mengkliknya dan menekan sintesis setelah memasukkan ketiga kartu skill
Cahya menyilaukan keluar membuat mata Ardhius menyipit karna silaunya, setelah berangsur angsur menghilang muncul satu kartu ketrampilan di hadapannya tak lama kemudian terdengar suara notifikasi system
__ADS_1
[ Selamat master telah berhasil mensistesis kartu ketrampilan
Tawa terbahahak bahak keluar dari mulut Ardhius beruntung tidak ada orang didekatnya, jika tidak mereka akan mengira Ardhius telah gila. Kini di mendapatkan ketrampilan untuk tombaknya banyak yang telah mengetahui skill tombak yang di milikinya jadi tentu lawan lawannya akan mencari cara untuk memblokir serangan skill tombaknya seperti yang di lakukan oleh Ji Guyin
Dengan Stab Through the Sun Ardhius memiliki skill tombak yang lain untuk mengejutkan lawannya ], Ardhius teringat jika skill analisa miliknya tidak berfungsi pada Chu Tian nampaknya dia telah menjadi Łìŕìéń tingkat karna skill analisa miliknya hanya dapat melihat satu level. Mengingat hal ini Ardhius hanya dapat mendesah, entah dirinya dapat menang atau tidak tanpa membuka Shinka Idensi ( gen evolusi )
Shinka Idensi memungkinkan untuk pengguna membuka gen evolusinya memungkinkan pelakunya menjadi Łìŕìéń tingkat , proses membuka Shinka Idensi mencakup dua puluh lima persen keberhasilan, tiga puluh lima persen kehilangan kesadaran, lima puluh lima persen puluh persen kematian
Tingkat kematiannya yang tinggi hingga kini dirinya belum mebukan Shinka Idensi dan melangkah ke tingkat selanjutnya. Di pertandingan berikutnya Ardhius kembali memenangkan pertandingan smester
Sementara Ardhius beristirahat, di sebuah ruangan seoramg pemuda duduk melihat monitor pertempuran Ardhius. Tidak seperti sebelumnya kini dia fokus mencari tahu dan mengenali lawannya yang akan di lawannya. Dia tidak ingin mengulangi kesalahannya yang sebelumnya dan benar benar ingin membunuh Ardhius
Banyak dari lawan lawannya telah mengatasi Rainstorm of Rose skill tombak yang di gunakan oleh Ardhius
" hehehe...Ardhius aku punya cara untuk menangani semua ketrampilanmu, apa yang akan kamu jadikan untuk melawanku "
" kali ini pasti kamu akan mati..." katanya tertawa
Pertandingan final pun di mulai antara Ardhius L Werrick dengan Chu Tian, bangku pun penuh banyak dari siswa yang menonton mereka yang tidak kebagian hanya dapat melihat melalui siaran langsung di forum akademi
" kedua peserta di persilahkan untuk naik ke arena..." kata seorang wasit
" kali ini ku akan membunuhmu " kata Chu Tian menunjuk dengan pedangnya
Ardhius hanya diam, keduanya mulai maju menyerang. Berulang kali terdengaf suara benturan senjata
Di ruang VVIP beberapa pemimpin daerah maun kepala sekolah berkumpul melihat pertandingan, mereka tahu jika tuan Yi menyukai Ardhius kini dia sedang tersenyum mengelus janggutnya
" Tuan Yi ku rasa kali ini Ardhius akan menang seperti sebelumnya " kata kepala sekolah menjilat Tuan Yi
__ADS_1
Sementara itu di arena pertempuran semakin intens,
" aku menghabiskan banyak uang untuk senjata ini dan tentu saja dengan tombak jelekmu memiliki perbedaan " kata Chu Tian mengejek Ardhius
Akibat berbenturan senjata tombak miliknya memiliki celah perbedaan bahannya besar, Ardhius melompat menyerang menggunakan Rainstorm of Rose karna cepat serangan itu memiliki serangan banyak tombak, Chu Taian yang melihat ini dia diam menghindari dengan ketrampilan tubuh miliknya Shadow Fast sesuai namanya derakan Chu Tian yang cepat hanya meninggalkan bayangan saja
" Matii..." kata Chu Tian memukul Ardhius di dadanya
Ardhius yang terkena pukulan di dada terhuyung mundur memuntahkan darah, di cobanya untuk menstabilkan tubuhnya dari terlontar jauh
Ardhius melihat Chu Tian yang diam melihat dirinya, di ruang VVIP guru Chu Tian tersenyum senyum melihat hal ini. Sesua harapamnya Ardhius masih terluka karna pertempurannya dengan Ji Guyin
Dengan menyuap progamer di belakang fan mengatur agar Ardhius bertanding setelah melawan Ji Guyin, dia sudah merencanakannya di awal
" Cih lemah..." ejek Chu Tian
" hahaha...Chu Tian Chu Tian kamu tidak cocok menjadi badut..."
Mendengar kata kata Ardhius dia diam mengerutkan kening walaupun dia tidak tahu maksudnya dia benar benar marah dan muncul di hadapan Ardhius tiba tiba langsung memberikan beberapa tamparan
Suara tamparan memenuhi arena PLAK..PLAK...PLAK. Wajah Ardhius membengkak namun sedikitpun dia tidak berteriak hanya diam memandang Chu Tian. Banyak dari teman kelasnya berteriak untuk menyerah
" Ardhius menyerah..." teriak guru Luo He
Dia tak dapat melihat lagi kondisi Ardhius kini kedua tangannya patah sebuah tendangan mengenai kepalanya darah membasahi baju yang di kenakannya.
" Sebuah kesempatan... " kata Ardhius lirih berguling karna tendangan
Namun Chu Tain mendengar dan dia mulai menyerang dengan pedangnya untuk mengakhiri nyawa Ardhius. CuTian tidak bisa merasa gelisah mendengar apa yang dikatakan Ardhius
__ADS_1
[ Apakah master membuka Shinka Idensi ?" Y / T]