
Mentari telah terbit dan Ardhius menyipitkan matanya karna silaunya, beberapa orang melihatnya. Di perapian tercium bau kalau dan daging, di badannya terbalut rapi kain kasa
" kamu sudah bangun Ardhius
" kamu tidak apa apa "
nampak kepedulian mereka dari bicaranya, Ardhius tersenyum duduk tanpa bantuan mereka nampaknya dirinya baik baik saja
" aku tak menyangka kamu dapat membunuh Wu Túzâi " kata Li Laico pada Ardhius mengacungkqn jempol
melihat Ardhius terdiam, " Wu Túzâi Sang kegelapan adalah pembunuh yang di cari di Chìqìñģśhì City ( dibaca kota Ciqingsi ), dia seorang Łìŕìéń Beteran tingkat menengah satu bagaimana kamu dapat menyingkirkannya?. Bawa mayatnya maka kamu akan mendapatkan hadiahnya " lanjut Li Laico bersemangat
Ardhius merinding mengingat kejadian itu jika bukan karna dia takut akan kematian disaat terakhir maka dialah yang mati.
" lengan terluka walaupun sudah di oleh dengan salep namun itu tetap membutuhkan satu hari untuk sembuh " kata Xu Wenshi memberi semangka kaldu
" Terima kasih..."
" tidak perlu sungkan " balasnya sambil tersenyum
Ardhius langsung menelan daging dan kaldu dalam satu temukan, sup manis dagingnya lembut membuat lidahnya menjilat bibirnya nampak menginginkan lebih. Ketika mereka selesai beristirahat Ardhius menyarankan untuk kembali melakukan pembersihan
Mendengar saran Ardhius Xu Wenshi menolak karna Ardhius masih terluka namun Ardhius memberitahukan untuk tenang baginya luka seperti ini tak masalah. Ardhius tak ingin menjadi beban bagi tim, Xu Wenshi tahu jika menunggu Ardhius benar benar pulih banyak waktu yang terbuang dan dia pun mengangguk setuju. Mereka telah melakukan pembersihan di area dan mungkin meninggalkan di sudut sudut tertentu yang tertutup
Saat mereka berjalan ke arah lain mereka melihat rumah rumah nampak berbeda dari yang di ketahuinya, rumah itu memiliki roda gigi nampak mekanismenya kuat. Di depannya nampak rel di atasnya kereta uap yang bagiannya terbelah, Ardhius terkejut melihatnya
" Pada tahun dua ribu tujuh ratusan ada era khusus antik yang menggunakan inti crystal sebagai sumbernya tenaga baru darinya tercipta banyak mesin " jelas Ardhius
informasi muncul di benak Ardhius seolah olah dia hidup pada jaman itu, yang lainnya diam mengangguk, di jalan terdengar suara klak potongan besi tua sebelum pecah
Ardhius menemukan sebuah pedang ramping yang panjang memiliki roda gigi yang membuatnya aneh seperti pedang mekanik , keingintahuannya terusik dan dia melihat lebih dekat. Diam diam ia mengeluarkan inti Crystal
Di letakkannya inti crystal di gagang pedang ukurannya tepat, yang lainnya melihat dari dekat
__ADS_1
dibelakang gagang pedang mekanik terdapat tombol yang dapat di tekan, saat Ardhius menekankannya roda gigi mulai berputar lebih cepat semakin cepat dan cahya putih mulai bersinar menyelimuti padang mekanis
" Senjata yang menggunakan inti crystal sebagai energi " kata Ardhius acuh tak acuh sambil menebaskan ke balok besi di sampingnya
Pedang mekanik meninggalkan celah yang dalam, jika itu senjata Ardhius tidak mungkin untuk melakukan hal seperti itu. Menunjukkan jika pedang mekanik itu sangat tajam, seolah oleh mengiris tahu
" Sangat kuat namun konsumsinya besar itu hanya menggunakan inti crystal tidak yang lain. Itu benar benar boros " guman Ardhius menggeleng
Pada era itu manusia berhasil menciptakan robot untuk membantu melawan makhluk asing, jika dapat menemukan produk lengkap seperti itu sama saja menemukan harta karun. Afdhius melihat ketanah dan mencari dengan hati hati
Besi gigi roda itu berserakan di tanah beberapa berkarat, potongan logam lainnya dan bagian dari mesin tertentu. Semuanya berjalan ke depan
terdengar suara langkah kaki, Ardhius menggenggam erat tombaknya dan yang lainnya bersiap siap juga. Entah itu manusia atau bukan yang pasti di tempat seperti ini tidak ada hukum. Tak lama kemudian mereka bertemu, enam pria bersenjata dan memakai pakaian tempur. Di lihat dari penampilannya mereka adalah seorang Łìŕìéń
" Tentara Union.." kata pria berkulit
" nampaknya menemukan sesuatu " lanjutnya sambil melihat pedang mekanik di tangan Ardhius sambil tersenyum aneh
Melihat pedang mekanik nampak keberadaannya di sorot matanya, tempat berbahaya seperti kini hanya seorang tentara Union yang datang ang melakukan misi pembersihan.Takkan ada yang mau mempertaruhan nyawa begitu saja
" Serahkan semua yang. kamu kumpulkan kami tak ingin membunuh tentara union " kata pria di sebelahnya sinis
kelompoknya yang mendengar katanya tertawa membuat kelompok Xu Wenshi berwajah jelek. Ardhius melempar pedang mekanik dengan ragu ragu setelah mengambil inti crystal diam diam.
" hahaha, bocah ini pintar "
Pedang mekanik itu sedikit berkarat tentu akan memiliki harga jual yang tinggi
" Tidak ada lagi " katanya mengerutkan kening sambil memandangi kelompok Xu Wenshi
" kami hanya tentara Union dalam misi " kata Xu Wenshi kesal
" biar aku mencarinya sendiri..."
__ADS_1
" kita pergi."
" kamu beruntung "
mereka segera pergi meninggalkan kelompok Xu Wenshi, mereka hanya dia melihat kepergian perampok itu membuat mereka tidak puas
" kapten kenapa kita tidak menyerang mereka.."
" apa kamu mau mati ?"
" jumlah kita lebih banyak dari mereka "
" diantara mereka ada yang tingkat Beteran menengah dua " potong Ardhius
" kamu juga mengetahuinya Ardhius " kata Xu Wenshi
Ardhius hanya mengangguk pelan berdasarkan Ĺìćhìñòśéķì Ardhius mengetahui tingkatan mereka. Mereka terkejut mengetahuinya, walaupun Ardhius membunuh satu namun dirinya juga terluka itu hanya berdasarkan keberuntungan dan jika mereka bertarung mereka tidak dapat mengalahkan Beteran bahkan mereka dapat kehilangan nyawa dalam pertarungan
" Kita abaikan saja dan lanjutkan perjalanan " perintah Xu Wenshi
" Ya.." jawab mereka serentak
Berjalan di depan Ardhius melihat kebawah dan menemukan beberapa bagian yang nampaknya bagian dari sebuah komponen. Diam diam dahinya mengerut berpikir matanya membuat menyadari sesuatu, dengan hati hati dia menyimpan di tempat tersembunyi paling aman tas system.
entah berapa lama mereka berjalan sesuatu yang mengejutkan nampak beberapa tanaman rambat bergerak, salah seorang dari mereka terburu buru dan menyerang melampiaskan kekesalannya karna di rampok
namun sebuah laser lebih dulu sampai, tanaman yang lambat seperti siput bergerak sangat cepat jntuk menghindari laser. Ternyata benar dia berpura pura bergerak lambat dan langsung menjerat dengan cepat ketika dalam jangkauan.
Nampak sebuah bunga mekar menunjukkan giginya tanaman tambah itu terhubung dengannya dengan cepat menyerang kelompok mereka dan mulai membalas. Sementara Ardhius tidak dapat menggunakan tombak dia menggunakan senjata lasernya, sebenarnya dirinya dan menggunakan salep yang di simpannya namun dirinya enggan di tanya lukanya yang sembuh dengan cepat
tanaman tanaman rambat itu terus menyerang berusaha menangkap berulang kali serangan pedang mereka meleset karna menghindar dengan cepat, salah satu dari tentara tertangkap namun dengan dia memotong tanaman yang melilit kakinya. Sebelum menyentuh tanah dia kembali di lilit,
" apa yang kalian lakukan cepat bunuh..."
__ADS_1
Ardhius berlari sambil menghindari tanaman rambat yang menyerang, dengan tangan kirinya dia memegang tombak memotong bunga itu. Darah berceceran dan Ýēśśůē pun mati setelah dirinya mendengar pemberitahuan notifikasi. Lukanya kembali terbuka karna dirinya memaksa menggunakan tombak. Namun setidaknya dia bersyukur tentarabitu selamat