Pemburu

Pemburu
Bab 18


__ADS_3

Pagi itu setelah pertandingan Ardhius mendapat tamu memberikan kabar mengenai kepergiannya ke baris depan di gerbang Jiegocai yang terletak di sebelah utara kota Nocamai. Persentase bertahan disana hampir nol yang Ýēśśůē mengalami evolusi yang di akibatkan serangan nuklir. Bahkan disana juga ada mantan tentara yang terinfeksi yang dapat menggunakan ketrampilan, menambah kesulitan untuk bertahan hidup


" itu bukan sesuatu yang besar. Baiklah guru Luo Han aku akan pergi kesana, dan jangan khawatir aku akan berhati hati."


" aku juga takut mati " lanjut Ardhius serius


tentu saja dirinya tidqk akan melewatkannya bagaimana tidak mereka merupakan exp yang dibutuhkannya untuk naik tingkat, kini dirinya telah menyinggung Chu tentu mereka tidak akan melepaskan Ardhius begitu saja sehingga dirinya memerlukan kekuatan lebih dengan banyaknya Ýēśśůē tentu dirinya dapat naik tingkat dengan cepat jaraknya dengan kepala Chu pun semakin dekat


Lalu dengan system yang dimilikinya dirinya yakin


Akan segera menginjak injak keluarga Chu


" Oh benar lalu apa kabar baiknya " potong Ardhius


Mendengar Ardhius memotongnya ketika hendak berbicara dia pun tidak melanjutkan, dia mengeluarkan kotak yang didalamnya ada kartu ketrampilan tingkat Silver

__ADS_1


" Selamat Ardhius karna kamu sudah naik peringkat menjadi peringkat seratus an ini hadiahmu "


Ardhius terdiam dirinya baru sadar dengan mengalahkan Chu Tian dirinya menggantikan posisi ChuTian yang berada di tingkat seratus. Ardhius melihat kartu skill didalam kotak, nampak sebuah kartu tipis Silver dengan ukiran mawar di atasnya walaupun tipis kartu itu keras nampak terbuat dari bahan yang khusus


" Skill Silver, Rainstorm of Rose ( RoR ) "


" Rainstorm of Rose di ciptakan oleh grandmaster terkenal Li Ruobai, ditangannya skill ini dapat mengeluarkan seratus serangan dengan cepat walaupun skill tingkat perak itu salah satu skill hebat di tingkatnya "


" ini adalah kartu skill Rainstorm of Rose terakhir ketika itu diginakan maka dunia tidak lagi memilikinya " lanjut guru Luo He mendesah pelan


Kartu skill


Karna setiap pembuatan itu akan menguras mental pembuatnya karna sebab ini pula kartu skill tingkat tinggi sedikit keduanya terus mengobrol sebelum guru Luo He pamit


Sementara itu disaat bersamaan di rumah Chu beberapa orang berkumpul seorang pri parub baya sedang memandangi seirang remaja dia salah satu anaknya yang melawan Ardhius beberapa hari yang lalu

__ADS_1


" Ayah kamu harus membalas Ardhius " teriak Chu Ping dengan ekspresi penuh kebencian


Dia sangat membenci Ardhius cidera tangannya patah karna memprokasi Ardhius telah menyebar di sekolahnya menjadikannya bahan tertawaan dan berita panas, bahkan yang membuatnya gemetar marah kakaknya yang tingkat seratus dikalahkan dengan memalukan


" Cukup!!, apakah kamu tudak nerenungkan bahkan kedua tanganmu patah dan kakakmu..."


" oleh karna itu ayah bagaimana pun ayah hatus membalas dia sudah memepermalukan ayah."


dia meloyoti anaknya dengan tatapan tajam, membuat Chu Pi gemetar menunduk


Ayah aku akan membalas apa yang telah dilakukan Ardhius berkali kali "


" bagus kamu memang layak menjadi tuan muda Chu ku, kamu akan memasuki pelatihan tempat terlarang dan dengan kamu keluar tentu Ardhius tidak akan menjadi lawanmu "


" sudah...sudah kamu jangan marah biar bagaimana pun mereka anakmu, tentu kamu bercanda bukan" kata wanita di sebelahnya dengan wajah khawatir

__ADS_1


Pria itu menatap Chu Tian, dia hanya diam namun nampak dia sorot matanya ketegasan dan setuju dengan ayahya. Melihat hal ini oerempuan itu mengempalkan tinjunya dan mengutuk Ardhius


__ADS_2