
Tak hanya kelas yang diikuti Ardhius kelas lain juga telah selesai dan kini sekelompok siswa juga datang ke Public House untuk menjual inti crystal dengan logo di pakaian sama dengan Ardhius, walaupun juga dari Akademi Śhíķæńòģì nampak jelas kesombongan mereka karna mereka kelas satu yang dikatakan terbaik memiliki standar ketat untuk Pemula. Bahkan ada yang telah menjadi Łìŕìéń Resmi
" Hanya sekelompok sampah, mengapa harus repot repot dengan..." kata salah satu dari mereka
" Zang Li berdasarkan kekuatanmu bisakah kamu mengalahkanku? jangan membuat lelucon kamu tak pantas melakukannya."
Wajah Zang Li semakin jelek mendengar perkataannya hanya dapat diam, siswa di depannya adalah Sun Ye dan sudah Łìŕìéń Resmi, dia sudah perada peringkat seratus se akademi Śhíķæńòģì. Sedangkan dirinya Zang Li berada di ribuan oleh karna itu Zang Li diam
" Hei! Apa yang kamu lakukan " tanya Ye Tie
Saat ini dirinya sedang melihat misi di layar untuk mencari apakah dirinya dapat mengambil beberapa misi untuk mendapatkan hadiah dan tiba tiba dirinya diusir
" hehehe...kamu mau bertempur" katanya tertawa jijik
Ye Tie hanya dapat diam menelan kemarahannya tampak dia mengepalkan tinjunya. Tak mungkin baginya mengalahkan siswa di depannya karna perbedaan yang tinggi. Siswa didepannya juga Łìŕìéń Resmi
" kalian dari kelas tiga puluh kelas rendah tak peduli berapa banyak kalian berlatih tetap akan sama "
" Mmm, kudengar ada siswa si sampah Ardhius di kelas kalian. Seperti yang diharapkan dari kelas sampah " lanjutnya tertawa yang diikuti oleh kelompoknya
Tiba tiba ada yang hendak lewat, setelah pertempuran selama tiga hari temperamen Ardhius berubah. Jika tidak ada yang mengenalinya maka orang lain tidak akan mengaitkannya dengan sampah Akademi Śhíķæńòģì. Bagaikan kucing yang diijak ekornya seketika siawa itu marah
" sialan siapa dia menyuruh Lin Yun untuk pergi " kata salah siswa dari kelompoknya
" Mot***f*c*** "
Ardhius berhenti tatapan Ardhius berubah nampak dirinya bersiap siap untuk memukul
" Sialan seorang Pemula bertingkah " kata Lin Yun tertawa
Dengan santai dia menggunakan tangan kanannya untuk membalas pukulan, pukulan itu bertubrukan dengan pukulan Ardhius
Bang, ledakan keras dari tubrukan itu terdengar. Menurut logikanya seharusnya pukulan itu cukup menghancurkan tinju Ardhius namun kenyataan menamparnya. Ardhius baik baik saja bahkan pukulannya menyakiti tangannya
Tanpa ragu ragu Li Yun melancarkan tendangan ke arah dadanya dengan gesit Ardhius menghindar dan membalas dengan tendangan terbalik dan menjauhkan Li Yun. Ardhiua memandangnya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Nampak keterkejutan Li Yun
__ADS_1
Miskipun Li Yun memiliki total kekuatan tempur yang lebih tinggi darinya namun kecepayan yang dimiliki Li Yun lebih rendah darinya. Oleh karna itu tendangannya lebih cepat dan mengenainya. Kelompok Li Yun terceyang tak percaya dengan apa yang terjadi. Walaupun Li Yun tidak termasuk jajaran kuat kelasnya tapi dia seorang Łìŕìéń Resmi dan lawannya hanya Pemula
" Nampaknya kamu memiliki beberapa kemampuan "
" Łìŕìéń Resmi di tendang oleh pemula namun masih bersikap sombong."
Li Yun terdiam seketika wajahnya jelek, disegera menggunakan ketrampilan perunggu yang di milikinya Explosive Blow. Seperti namanya setiap pukulan yang di lancarkan memiliki daya ledak dan Li Yun melakukannya dengan mahir. Dimana korbannya akan mengalami oatah tulang dan luka dalam seringkali berakibat kematian. Terdengar tiga suara ledakan, bang..bang...bang. Ardhius terpaksa menghindarinya
Sementara itu di kelas tiga puluh seorang siswa yang juga sebagai pengawas kelas berwajah jelek seperti telah memakan kotoran. Dia Zang Li kebenciannya pada Ardhius dalam, dengan kekuatannya dirinya tidak dapat menghindari Explosibe Blow milik Li Yun yanh kuat dan cepat. Namun Ardhius dapat mengantisipasi pukulan yanb di lancarkan juga dengan gesit menghindari serangan di luncurkan
Di Public House tidak seperti biasanya kali ini ada pertempuran yang di tonton oleh dua kelompok yang kelompok pertama dari kelas satu yang banyak dari siswanya telah menjadi Łìŕìéń Resmi dan yang keduanya dari kelas tiga puluh kelas di urutan terakhir, kelas yang didalamnya seorangsiswa yang terkenal di akademi Śhíķæńòģì, terkenal bukan sesuatu yang positive melainkan negative siswa itu terkenal lemah dan diantara kelasnya pun banyak yang membullynya. Permasalahan pertempuran sesuatu yang sederhana ketika seseorang biasa membully kini di bully membuat kemarahan publik. Takut dengan yang kuat berani dengan yang lemah itulah mental kelas tiga puluh saat ini, apa yang tidak sangka ketika mereka takut ada yang berani melawan. Bahkan perbedaan keduanya sangat jelas kelas satu Łìŕìéń Resmi sedangkan lawannya Łìŕìéń Pemula. Antara Li Yun dengan Ardhius. Sebuah kesempatan datang Ardhius menghentikan tangan kanan Li Yun dan tangan Li Yun di plintir dengan paksa
Kraaak, terdengar suara keras saat tangan Li Yun di plintir pada sudut sembilan puluh derajat
" Aaarrggghhhh " raung Li Yun kesakitan
Dirinya belum pernah mengalami hal seperti ini rasa sakit yang amat sangat matanya melototi Ardhius tak disangka bila dia sosok yang kejam, kelompoknya yang melihat hal ini marah
" B**j****n, berani kamu melawan murid kelas satu. Lawan dia..."
Walau pun siswa kelas tiga puluh takut namun mereka juga seorang pemuda berdarah panas mereka tidak lagi peduli dengan apa yang akan terjadi selanjutnya
" Sialan beraninya kelas sampah membalas..." kata Sun Ye
" kamu tidak yakin kemari ..." kata Ardhius memberi jari tengah
Sun Ye dengan cepat mendatangi Ardhius sambil menebasnya dengan pedang, dia benar benar ingin membunuh Ardhius untuk menghilangkan rasa malu dan bencinya. Dia tidak menyalahkan Lin Yu namun menyalahkan Ardhius yang sombong
" Mati..."
Nampak sebuah seringai muncul di bibir Ardhius dan menghindar kesamping di tariknya tangan kirinya bersiap siap untuk memukul.
[ Æņàŕiśùmè telah penuh apakah ingin menggunakannya Ya / Tidak ]
tinju kirinya meluncur mengenai perutnya kini dirinya tahu maksud dari seringai dibibirnya ttadi, nampaknya dia telah merencanakan. Dia diam mematung tak lama kemudian memutahkan darah. Suara pukulannya yang keras mengakibatkan yang lain terkejut dan siswa dari kelas tiga puluh pun bersorak
__ADS_1
Guru Luo Han dan guru yang bertanggung jawab pada jelas satu, Jiang Xi masuk
" berhenti!! Apa yang sebenarnya yang terjadi " tanya Jiang Xi
" Dia menyerang mematahkan tangan Li Yun dan melukai Sun Ye " jelas salah seorang murid kelas satu
" jangan bicara omong kosong dia yang memulai dulu mengatakan kelasku kelas sampah dan mendorongku "
Luo He mengerutkan kening dirinya tak suka jika kelas yang menjadi tanggung jawabnya di di ejek oleh Li Yun sampah. Setelah YeTie menceritakan sebenarnya tanpa melebih lebihkan pada guru
Luo He diam diam tersenyum mendengar bagaimana Ardhius mematahkan tangan Li Yun dan melukai Sun Ye, tetapi dia tidak menunjukkan diwajahnya. Segera dia menoleh ke Ardhiua dengan tatapan tajam
" Bagaimana kamu melukai teman sekolahmu ? " kata Luo He pura pura marah
" Cepat minta maaf pada Li Yun dan Sun Ye "
Luo He menyuruh Ardhius meminta maaf pada mereka namun menekankan nama mereka
" aku benar benar minta maaf Li Yun Sun Ye seharusnya aku tidak memukulmu dengan banyak. Sungguh maafkan aku "
Mendengar kata kata Ardhius wajah siswa kelas satu jelek apayang tidak memukul mereka dengan keras, itu jelas mengejek mereka. Jangan bertarung jika tidak mau di pukul dengan keras
" Siapa namamu " tanya guru Jiang Xi mengerutkan kening
" Guru sungguh tidak tahu " jawab Ardhius dengan nada tanya
Guru Jiang Xi menggeleng pelan
" Baiklah... Aku akan memperkenalkan diri. Akulah yang dia sebut sampah dan namaku Ardhius " kata Ardhius dengan malu malu
Reputasinya yang buruk sudah terkenal di seluruh akademi Śhíķæńòģì oleh karnanya dia mengatakannya dengan malu malu. Begitu mendengar namanya mereka seperti tersambar petir disiang bolong.
Bukan sesuatu yang aneh jika akademi memeperhatikan yang terbaik di Akademi mereka namun secara tidak langsung mereka juga tahu siapa yang terendah di Akademi mereka. Jadi siswa Akademi Śhíķæńòģì tahu siapa nomer sagu terbawah di Akademi.
Pada saat ini wajah siswa kelas satu panah jelek seperti memakan kotoran. Khususnya Li Yun dan Sun Ye
__ADS_1
Orang yang dikatakannya sampah mengalahkannya bukankah berarti dirinya lebih buruk dari sampah. Memalukan itu sungguh memalukan