
Mereka tak menyangka bila Ardhius yang terkenal sebagai siswa sampah dapat kembali bangun setelah menerima serangan dari Chu Tian Fire Rage, ketrampilan tingkat Bronze
" Chu Tian ku harap kali ini kamu bersungguh sungguh karna aku sudah selesai pemanasan, jika tidak kamu akan mati." kata Ardhius tersenyum
ketika hendak membalas perkataan Ardhius Chu Tian terdiam bengong melihat Ardhius melepaskan beban ditubuhnya. Ardhius hanya diam tersenyum licik melihat Chu Tian. Penonton kembali gempar
" sialan ternyata dia menggunakan beban di pertarungan..."
" Dia mengejek Chu Tian "
" aku pasti bermimpi..."
Mendengar kata kata itu wajah Chu Tian jelek, dirinya tak menyangka bila pertempuran tadi Ardhius menggunakan beban. Ketika Îķâŕî dilemparnya ke tanah, Îķâŕî mengeluarkan suara ledakan nampak terkubur walau tidak dalam. Dirasakannya tubuhnya ringan dan nyaman
" Ternyata Ardhius benar benar menggunakan Îķâŕî " kata Luo He menyipitkan mata melihat Îķâŕî yang sedikit terkubur di tanah
" hahaha sunguh bocah menarik " kata Tuan Yie tertawa sambil mengelus elus jenggotnya
Sedangkan guru Lin Li guru pembimbingnya Chu Tian mengerutkan kening tak percaya namun kenyataannya di depannya. Akhirnya Ardhius bebas dan mendapatkan poin potensial sebanyak tiga puluh, memasukkan dua puluh tiga di kekuatan menjadikannya sembilan puluh. Chu Tian kembali mengisi pedangnya dengan Qi dan bergerak. Ardhius maju kedepan menggenggam tombaknya, nampak sorot matanya penuh dengan niat bertarung
Kedua senjata terus berbenturan membuat percikan api, cepat sangat cepat. Nampak erlihat perbedaan Ardhius yang sekarang dengan yang tadi. Ardhius melompat menusuk Chu Tian menahan dengan pedangnya, ďi dorongnya tombak Ardhius melompat mundur mengeluarkan AoTP
[ Ding, Furry telah tepenuhi master akan menggunakannya Ya / Tidak ]
dimasukkannya Furry ke ketrampilan di tambah dengan Qi api yang terbentuk seperti burung Phonix membesar menuju Chu Tian
" tidak mungki...dia sampah. Tak mungkin dapat mempelajari skill yang hebat seperti itu ."
" Maatiiiiiii! C" Teriak Chu Tian penuh kemarahan menggunakan ketrampilan Fire Rage miliknya
Sesuatu yang aneh terjadi api yang seharusnya menyelimuti pedangnya mulai bergerak ke arah ketrampilan AoTP terhisap. Kedua senjata bertubrukan dan pedang pun patah
Bang, tombak terus maju api mulai meyelimuti Chu Tian berubah menjadi tornadi api, Chu Tian pun menjerit matanya melotot. Sebagai tuan muda Chu dirinya tak pernah merasakan rasa sakit seperti itu ketika hilang api itu menampakkan Chu Tian yang tidak terluka namun nampak wajahnya pucat kehilangan banyak Qi. Ardhius tidak terlalu terkejut mendapati Chu Tian tidak apa apa. Para pendukungnya pun bersorak gembira melihat Chu Tian tidak apa apa
Ardhius menghampirinya dengan wajah datar di angkatnya tombak miliknya dirinya bermaksud menusuk telapak tangan kiri Chu Tian. Tiba tiba seseorang berteriak menggunakan Qinya membuat Ardhius meleset dari tujuannya
__ADS_1
" sudah kuduga dia hanya pecundang..."
" apa yang kukatakan benar bukan Chu Tian, bukannya aku yang penakut melainkan orang yang disekitarmu. " tambah Ardhius setelah melihat siapa yang berteriak dan melihat ChuTian
" omong kosong, jaga bicaramu."
" guru Lin Li apa yang di maksud oleh guru " tanya Ardhius polos
" kata yang mana dari yang ku katakan adalah omong kosong "
" Itu hanya pertandingan sparring..."
" benarkah guru..."
" tentu saja kalian berdua adalah siswa dari Akademi Śhíķæńòģì..." kata guru Lin Li tersenyum
" Oh begitu...ku rasa itu benar."
" bagus jika kamu mengerti "
" tentu saja aku mengerti guru tapi bokehkah aku bertanya guru ?"
" Guru Lin Li adalah contoh teladan yang baik untuk murid, aku sungguh beruntung tahu guru Lin Li walau bukan guru kelasku "
" jika aku yang di posisinya apakah guru melakukan hal yang sama ?"
" tentu saja " balas guru Lin Li masih tersenyum
" Akademi Śhíķæńòģì memiliki berkah besar dengan keberadaan guru Lin Li "
" Tapi kenapa dia membakarku dan hendak membunuhku guru hanya diam..."
" tentu guru tidak sedang melamun atau mungkin guru tak melihat "
" toh guru Lin Li memiliki mata tegas bagai mata elang..." tambahnya dengan wajah polos dan malu malu
__ADS_1
Siswa yang mendengar kata Ardhius syok melongo dan beberapa menahan tawa
" K..k...ka..kamu "
" saya disini guru." jawab Ardhius membungkuk hormat
Tuan Yie dan Luo He pun tetawa
Ardhius diam melihat seorang paruh baya dia adalah guru Lin Li yang merpakan guru pembimbing dari kelas dua yang secara otomatis guru pebimbing Chu Tian karna dia juga kelas dua, Lin Li tersenyum senang dan bangga mendengar pujian yang di berikan yang di berikan Ardhius
"...lalu mengapa sebagai guru pilih kasih anda guru Akademi Śhíķæńòģì atau *****g Chu." tanya Ardhius dengan wajah serius
Mendengar yang dikatakan Ardhius guru Lin Li diam dengan wajah buruk, dia tak menyangka bila sekua pujian itu hanya omong kosong untuk menyudutkannya dan dia pun duduk kembali mencibir. Diam diam dia melihat kepala Chu yang masih melihat dirinya, memang benar dirinya telah mendapatkan banyak manfaat dari Chu jadi tentu dirinya akan membela Chu Tian bukan karna dia muridnya melainkan jika Chu Tian mengalami sesuatu yang merugikan dirinya akan kehilangan manfaat. Tapi dengan adanya tuan Yie disini tentu dia tak dapat berbuat apa apa. Biar bagaimana pundirinya adalah guru Akademi Śhíķæńòģì
" aku tahu guru sebagai siswa yang memiliki latar belakang kuat dapat melakukan apa yang diinginkan walau itu merusak moral "
" Bukankah begitu Chu Tian..." kata Ardhius kembali melihat Chu Tian
Bagaimana dirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh Chu Tian di hari dirinya bertempur dengan adiknya dia dengan kakaknya melakukan sebuah tindakan hina dengan mencoba melecehkan adiknya dan melukai beberapa temannya ketika mereka akan kembali. Untung mereka belum bermaksud untuk pulang dan masih menginap di Akademi
Tanpa sepengetahuan Ardhius Chu Tian meminum sesuatu dan menyerang tiba tiba karna genggamannya pada tombak tidak erat tombak itu terpental ketika hendak memblokir serangan Chu Tian
Nampak matanya merah tubuhnya mengembang, terlihat pembuluh darah nampak di wajah dan tangannya. Siswa kelas tiga puluh yang menonton terkejut dengan perubahan yang dialami oleh Chu Tian,
" ternyata benar kamu hanya pecundang sakit hina, aku tak menyangka kamu Chu Tian mengkomsumsi obat terlarang " kata Ardhius memuntahkan darah
" Ardhius jangan bicara omong kosong kamu hanya sampah...apa hakmu sampah memfitnah jenius kelas kami Chu Tian " kata salah seorang teman kelas dua
Ardhius hanya diam meliriknya acuh tak acuh menunjuk ke sebuah arah mereka melihat botol di samping nampak masih ada sisa cairan merah kehitaman disana melihat benda itu temannya terdiam memalingkan wajahnya.
" aku tak menyangka Chu Tian akan mengomsumsi obat terlarang ketika melawan si SAMPAH " kata Ardhius menekankan kata sampah sambil tersenyum mengejek
Obat terlarang adalah sebuah bantuan dari kuar untuk mendapatkan ledakan kekuatan secara instan yang di bedakan dua jenis dalam bentuk pil dan cairan. Dulu untuk mengahadapi Jüēźēŕ dan Ýēśśůē yang kuat tentara Union menggunakan obat terlarang namun setelah di ketahu efek sampingnya yang buruk di hentikan penggunaannya dan di masukkan ke dalam kategori terlarang. Efek sampingnya di masa depan akan menjadi lumpuh dan tidak bisa lagi menjadi Łìŕìéń tingkat tinggi di masa depan. Kerugiannya sungguh besar, oleh katna itu Ardhius tak menyangka bila Chu Tian akan melakukannnya dengan hukuman yang besar seperti itu
" AKU INGIN KAMU MATI !!!" teriak Chu Tian
__ADS_1
api AoTP yang membakarnya meninggalkan bekas luka diawajahnya karna Qinya terlalu lemah rasa malu dan kebencian memenuhi dirinya. Dia pun menggunakan semua kekuatannya dan kecepatan menyerang Ardhius
" sudah berakhir. Ardhius mahir dalam menggunakan tombak tanpa tombaknya dia tidak dapat mengalahkan Chu Tian "