
Pertempuran Seitosi Butai masih berlangsung dengan sengit suara pukulan terdengar membuat orang yang pengecut takut
" Pukulanmu tidak dapat melukaiku Ardhius " kata Chu Tian tertawa sinis
bagaimana pukulannya dapat meluakai dirinya sedangkan tombak yang di gunakannya tidak melukainya dengan parah mendengar apa yang dikatakan Chu Tian Ardhius hanya diam melihatnya, tak lama kemudian efek dari Fist Blast terjadi tubuhnya mulai melunak karna pukulan pukulan Ardhius tak lama kemudian terdengar suara yang keras
Bang...bang...bang. Organ dalamnya terluka dan Chu Tian pun jatuh, wasit menghampirinya dan melihat Ardhius dengan keterkejutan
" Ardhius L dari kelas tiga puluh menang.."
Siswa kelas tiga puluh pun bersorak begitu pula dengan Corunna Lialani dan temannya juga
" kakak..." gumannya nampak matanya sembab
ketika wasit pergi setelah mengumumkan Ardhius datang menghampiri Chu Tian karna dirinya tidak dapat pemberitahuan dari system yang menandakan Chu Tian masih hidup, Ardhius mengangkat kakinya bermaksud untuk menginjak kepalanya dengan wajah datar
" Cukup!! "
Sebuah pukulan mengenainya untung saja dia menyilangkan tangannya, walaupun terasa menyakitkan dan memuntahkan darah terguling di tanah. Ardhius melihat seorang pria paruh baya berdiri di sebelah Chu Tian dan membopongnya hanya diam memandanginya. Biar bagaimana pun pihak lain adalah kepala Chu saat ini Chu Xin, seorang Łìŕìéń tingkat tiga yang akan menembus tingkat empat. Beberapa orang mengenali Chu Xin
" aku tak menyangka seorang tingkat empat membulli seorang siswa yang bahka belum tingkat Sejati..." ejek Ardhius tanpa rasa takut
" anak sombong..."
" dia sungguh beruntung memiliki orang tua.." kata Ardhius dengan nada sedih
" tak masalah aku sombong kepala Chu aku memiliki kekuatan untuk melakukannya dan kurasa mudah mengalahkanmu ketika aku seusia denganmu " lanjutnya dengan serius
Mendengar kata Ardhius penonton gempar mereka tak menyangka Ardhius berani membalas kata kata kepala Chu
" ka...kamu.."
" Aku disini kepala Chu " balas Ardhius menyeringai
__ADS_1
Chu Xin pun mendengus pergi dirinya tahu dia tidak bisa tinggal lebih lama kata kata Ardhius dapat membuatnya gila. Jika saat ini bukan di Akademi dia pasti sudah merobek robeknya. Lin Li juga pergi meninggalkan tempat, disadarinya kini dirinya telah selesai manfaatnya pasti akan hilang dan dia juga harus siap mendapat hukuman bahkan jika itu kematian
Teman teman sekelasnya datang menghampirinya melemparkan Ardhius keatas sambil meneriakkan namanya. Tak jauh dari mereka seorang gadis diam memandangi pemuda itu
" kakakku benar memenangkannya nampaknya dia lebih kuat." gumannya
Ardhius kembali ke asramanya beristirahat dan efek dari penggunaan skilnya mulai nampak dan selama tiga hari Ardhius beristirahat. Pertempuran itu mengejutkan semuanya apa yang sudah diharapkan tidak terjadi dan walaupum kemampuan Ardhius mengejutkan banyak dari mereka yang menganggap Ardhius beruntung.
Tok...tok...tok, terdengar suara ketukan pintu Ardhius dengan malas bangun -dari tidurnya dan membukakan pintu
" Guru Luo Han "
" aku memberimu sebuah kabar baik dan buruk mana dulu yang ingin kamu ketahui " katanya
" buruk dulu..." kata Ardhius santai bahkan lebih tak peduli
" kamu akan di kirim ke Jiegocai menjadi relawan baris depan bersama dengan tentara kota Nocima " kata Luo Han nampak kesedihan terlihat di wajahnya
Gerbang Jiegocai adalah sebuah tempat di baris depan yang menghubungkan dengan gerbang gerbang lain yang ketika gebang ini hancur kota didalamnya maka akan hancur pula, gerbang Jiegocai terletak dekat reruntuhan kotadi utara kota Nocima yang telah di terinfeksi oleh §æmīŕ manusia hanya minoritas disana pertempuran terus terjadi tiap hari, walaupun sudah berulangkali di lakukan pembersihan namun sia sia reruntuhan ini karna bom nuklir yang menghancurkan kota membunuh semua yang terjangkit §æmīŕ. Namun ternyata itu menjadikan petaka yang lain, Ýēśśůē yang selamat berevolusi ketingkat yang menakutkan
Pagi itu setelah pertandingan Ardhius mendapat tamu memberikan kabar mengenai kepergiannya ke baris depan di gerbang Jiegocai yang terletak di sebelah utara kota Nocamai. Persentase bertahan disana hampir nol yang Ýēśśůē mengalami evolusi yang di akibatkan serangan nuklir. Bahkan disana juga ada mantan tentara yang terinfeksi yang dapat menggunakan ketrampilan, menambah kesulitan untuk bertahan hidup
" itu bukan sesuatu yang besar. Baiklah guru Luo Han aku akan pergi kesana, dan jangan khawatir aku akan berhati hati."
" aku juga takut mati " lanjut Ardhius serius
tentu saja dirinya tidqk akan melewatkannya bagaimana tidak mereka merupakan exp yang dibutuhkannya untuk naik tingkat, kini dirinya telah menyinggung Chu tentu mereka tidak akan melepaskan Ardhius begitu saja sehingga dirinya memerlukan kekuatan lebih dengan banyaknya Ýēśśůē tentu dirinya dapat naik tingkat dengan cepat jaraknya dengan kepala Chu pun semakin dekat
Lalu dengan system yang dimilikinya dirinya yakin
Akan segera menginjak injak keluarga Chu
" Oh benar lalu apa kabar baiknya " potong Ardhius
__ADS_1
Mendengar Ardhius memotongnya ketika hendak berbicara dia pun tidak melanjutkan, dia mengeluarkan kotak yang didalamnya ada kartu ketrampilan tingkat Silver
" Selamat Ardhius karna kamu sudah naik peringkat menjadi peringkat seratus an ini hadiahmu "
Ardhius terdiam dirinya baru sadar dengan mengalahkan Chu Tian dirinya menggantikan posisi ChuTian yang berada di tingkat seratus. Ardhius melihat kartu skill didalam kotak, nampak sebuah kartu tipis Silver dengan ukiran mawar di atasnya walaupun tipis kartu itu keras nampak terbuat dari bahan yang khusus
" Skill Silver, Rainstorm of Rose ( RoR ) "
" Rainstorm of Rose di ciptakan oleh grandmaster terkenal Li Ruobai, ditangannya skill ini dapat mengeluarkan seratus serangan dengan cepat walaupun skill tingkat perak itu salah satu skill hebat di tingkatnya "
" ini adalah kartu skill Rainstorm of Rose terakhir ketika itu diginakan maka dunia tidak lagi memilikinya " lanjut guru Luo He mendesah pelan
" jadi begitu, guru tenang saja aku pasti berhasil mempelajarinya " balas Ardhius penuh tekad
Kartu skill
Karna setiap pembuatan itu akan menguras mental pembuatnya karna sebab ini pula kartu skill tingkat tinggi sedikit keduanya terus mengobrol sebelum guru Luo He pamit
Sementara itu disaat bersamaan di rumah Chu beberapa orang berkumpul seorang pri parub baya sedang memandangi seirang remaja dia salah satu anaknya yang melawan Ardhius beberapa hari yang lalu
" Ayah kamu harus membalas Ardhius " teriak Chu Ping dengan ekspresi penuh kebencian
Dia sangat membenci Ardhius cidera tangannya patah karna memprokasi Ardhius telah menyebar di sekolahnya menjadikannya bahan tertawaan dan berita panas, bahkan yang membuatnya gemetar marah kakaknya yang tingkat seratus dikalahkan dengan memalukan
" Cukup!!, apakah kamu tudak nerenungkan bahkan kedua tanganmu patah dan kakakmu..."
" oleh karna itu ayah bagaimana pun ayah hatus membalas dia sudah memepermalukan ayah."
dia meloyoti anaknya dengan tatapan tajam, membuat Chu Pi gemetar menunduk
Ayah aku akan membalas apa yang telah dilakukan Ardhius berkali kali "
" bagus kamu memang layak menjadi tuan muda Chu ku, kamu akan memasuki pelatihan tempat terlarang dan dengan kamu keluar tentu Ardhius tidak akan menjadi lawanmu "
__ADS_1
" sudah...sudah kamu jangan marah biar bagaimana pun mereka anakmu, tentu kamu bercanda bukan" kata wanita di sebelahnya dengan wajah khawatir
Pria itu menatap Chu Tian, dia hanya diam namun nampak dia sorot matanya ketegasan dan setuju dengan ayahya. Melihat hal ini oerempuan itu mengempalkan tinjunya dan mengutuk Ardhius