Pemburu

Pemburu
Bab 16


__ADS_3

Ardhius diam melihat seorang paruh baya dia adalah guru Lin Li yang merpakan guru pembimbing dari kelas dua yang secara otomatis guru pebimbing Chu Tian karna dia juga kelas dua, Lin Li tersenyum senang dan bangga mendengar pujian yang di berikan yang di berikan Ardhius


"...lalu mengapa sebagai guru pilih kasih anda guru Akademi Śhíķæńòģì atau *****g Chu." tanya Ardhius dengan wajah serius


Mendengar yang dikatakan Ardhius guru Lin Li diam dengan wajah buruk, dia tak menyangka bila sekua pujian itu hanya omong kosong untuk menyudutkannya dan dia pun duduk kembali mencibir. Diam diam dia melihat kepala Chu yang masih melihat dirinya, memang benar dirinya telah mendapatkan banyak manfaat dari Chu jadi tentu dirinya akan membela Chu Tian bukan karna dia muridnya melainkan jika Chu Tian mengalami sesuatu yang merugikan dirinya akan kehilangan manfaat. Tapi dengan adanya tuan Yie disini tentu dia tak dapat berbuat apa apa. Biar bagaimana pundirinya adalah guru Akademi Śhíķæńòģì


" aku tahu guru sebagai siswa yang memiliki latar belakang kuat dapat melakukan apa yang diinginkan walau itu merusak moral "


" Bukankah begitu Chu Tian..." kata Ardhius kembali melihat Chu Tian


Bagaimana dirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh Chu Tian di hari dirinya bertempur dengan adiknya dia dengan kakaknya melakukan sebuah tindakan hina dengan mencoba melecehkan adiknya dan melukai beberapa temannya ketika mereka akan kembali. Untung mereka belum bermaksud untuk pulang dan masih menginap di Akademi


Tanpa sepengetahuan Ardhius Chu Tian meminum sesuatu dan menyerang tiba tiba karna genggamannya pada tombak tidak erat tombak itu terpental ketika hendak memblokir serangan Chu Tian


Nampak matanya merah tubuhnya mengembang, terlihat pembuluh darah nampak di wajah dan tangannya. Siswa kelas tiga puluh yang menonton terkejut dengan perubahan yang dialami oleh Chu Tian,


" ternyata benar kamu hanya pecundang sakit hina, aku tak menyangka kamu Chu Tian mengkomsumsi obat terlarang " kata Ardhius memuntahkan darah


" Ardhius jangan bicara omong kosong kamu hanya sampah...apa hakmu sampah memfitnah jenius kelas kami Chu Tian " kata salah seorang teman kelas dua


Ardhius hanya diam meliriknya acuh tak acuh menunjuk ke sebuah arah mereka melihat botol di samping nampak masih ada sisa cairan merah kehitaman disana melihat benda itu temannya terdiam memalingkan wajahnya.

__ADS_1


" aku tak menyangka Chu Tian akan mengomsumsi obat terlarang ketika melawan si SAMPAH " kata Ardhius menekankan kata sampah sambil tersenyum mengejek


Obat terlarang adalah sebuah bantuan dari kuar untuk mendapatkan ledakan kekuatan secara instan yang di bedakan dua jenis dalam bentuk pil dan cairan. Dulu untuk mengahadapi Jüēźēŕ dan Ýēśśůē yang kuat tentara Union menggunakan obat terlarang namun setelah di ketahu efek sampingnya yang buruk di hentikan penggunaannya dan di masukkan ke dalam kategori terlarang. Efek sampingnya di masa depan akan menjadi lumpuh dan tidak bisa lagi menjadi Łìŕìéń tingkat tinggi di masa depan. Kerugiannya sungguh besar, oleh katna itu Ardhius tak menyangka bila Chu Tian akan melakukannnya dengan hukuman yang besar seperti itu


" AKU INGIN KAMU MATI !!!" teriak Chu Tian


api AoTP yang membakarnya meninggalkan bekas luka diawajahnya karna Qinya terlalu lemah rasa malu dan kebencian memenuhi dirinya. Dia pun menggunakan semua kekuatannya dan kecepatan menyerang Ardhius


" sudah berakhir. Ardhius mahir dalam menggunakan tombak tanpa tombaknya dia tidak dapat mengalahkan Chu Tian "


Bang, sebuah serangan pedang tiba tiba dan Ardhius memblokir dengan tombaknya dan kehilangan karna tebasan yang di lakukan Chu Tian. Banyak dari mereka yang beranggapan kompetesi segera berakhir karna Ardhius telah kehilangan senjatanya dan dia tak dapat mengalahkan Ardhius tanpa tombaknya


" MATI !!!! "


" sebenarnya tanpa tombak dirinya berani beradu tinju entah dia berani atau memang otaknya sedang konsleting. "Guman Yuan Li


Dirinya tak menyangka bila Ardhius begitu kuat hingga dapat memaksa Chu Tian mengkonsumsi obat terlarang. Yuan Li melihat tangannya yang masih di perban Ardhiuslah yang membuatnya seperti ini, dirinya entah mengapa menjadi sedikit enggan untuk bertarung dengannya. Walau sebenarnya dirinyalah yang menantang Ardhius, melihat penampilannya saat ini mau tidak mau dirinya harus memikirkan ulang tentang pertandingannya


Lin Li sebenarnya juga terkejut dengan tindakan Chu Tian, dirinya mengira mudah bagi muridnya untuk mengalahkan Ardhius atau membunuhnya. Siapa yang tahu bila Ardhius memaksanya mengkonsumsi obat terlarang. Walaupun dalam pertandingan tidak ada peraturan yeng melarang menggunakan obat terlarang tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi setelah mengkonsumsinya. Terlihat jelas kekhawatiran guru Luo He di matanya sebenarnya dirinya ingin menghentikan pertandingan setelah tahu jika Chu Tian mengkonsumsi obat terlarang namun tuan Yie hanya tertawa membiarkannya matanya melihatarena dimana Ardhiu dan Chu Tian bertempur


Ketrampilan yang digunakan oleh Ardhius juga mengejutkannya, dirinya belum pernah melihat ketrampilan seperti itu. Entah tingkat apa ketrampilan itu, diam diam dia mendesah pelan.

__ADS_1


" Nampaknya Chu Tian akan kalah dan kerugian ini merupakan tamparan keras untuk kepala Chu. Melihat sifatnya dia tidak akan melepaskan Ardhius setelah ini..." gumannya


Bang!!, kedua tinju itu bertubrukan mengahasilkan suara yang keras. Keduanya menggertakkan gigi tak mau menyerah dan mengeluarkan kekuatan. Siswa yang menonton tak percaya jika pukukan Afdhius dapat mengimbangi pukulan Chu Tian


" Sialan sebenarnya dia tidak apa apa "


" bagaimana mungkin Ardhius dapat mengimbangi kekuatan Łìŕìéń Sejati walaupun efek dari menggunakan obat terlarang "


Tanpa menunggu pihak yang lain istirahat keduanya bentrok sekali lagi, tubrukan demi tubrukan terdengar keras. Pukulan yang mengenai membarikan dampak dan Ardhius diam diam tersenyum biar bagai manapun Fist Blast ketrampilan menyakiti diri untuk memberikan lawan serangan. Seolah olah mendengar kemauan Chu Tia obat terlarang beraksi membuat tubuhnya membengkak nampak ototnya seperti binaragawan


Bukannya takut melihat lawannya seperti itu melainkan semangat melawan mengepalkan tinjunya memberikan pukulan beruntun, Chu Tian semakin gila dipaksa Ardhius yang merupakan sampah Akademi Łìŕìéń. Dibawah ribuan mata belum pernah dirinya merasa seperti itu, jika dia tidak membunuh Ardhius itu akan menjadi penghinaan seumur hidupnya.


Chu Tian pun melepaskan yang lebih cepat bagai badai yang sangat deras ke Ardhius, Fist Blast sebuah ketrampilan tinju yang kuat bahkan ketika di tahan itu juga memberikan dampak pada Chu Tian, dirinya merasakan sakit yang amat sangat seperti otot ototnya di robek robek. Karna eek Æņàŕiśùmè, masih ada fisik Ardhius meningkat pesat yang membuat dirinya dapag menahan serangan dari Chu Tian


Ardhius memukul dada ChuTian setelah menangkis pukulan Chu Tian, jika efek dari Æņàŕiśùmè, menghilang maka dirinya akan dalam bahaya. Dia pun melepaskan banyak lebih banyak pukulan


" KETRAMPILAN TINJUKU YANG TERBAIK." raung Chu Tian menuangkan semua Qi yang dimilikinya kedalam tinju


" Fist Blast "


Mendengar apa yang di katakan Ardhius penonton kembali gempar banyak dari mereka yang tak percaya karna yang mempraktekkan ketrampilan ini lumpuh yang pada dasarnya sama dengan mati. Sehingga tidak ada yang berani mempraktekkannya.

__ADS_1


Ardhius membalik tubuhnya dan menghindari pukulan Chu Tian, segera dirinya membalas pukulan Chu Tian dan tepat mengenai bahunya. Chu Tian tertawa mengejek, setelah mengkonsumsi obat terlarang otot ototnya menjadi keras ketingkat yang menakutkan


__ADS_2