Pemburu

Pemburu
Bab 10


__ADS_3

Perpustakaan Akademi Śhíķæńòģì bukanlah perpustaan yang dulu di tidak hanya penuhi dengan buku buku yang terbuat dari kertas melainkan juga buku elektronik. Karna tingginya tekhnologi. Didalamnya terdapat super komputer yang dapat mengakses atau mengunduh infornasi dari web. Perpustakaan juga menyimpan senjata kuno yang telah dimodifikasi dengan logam khusus, dilantai dualah kartu ketrampulan tersimpan dengan beberapa tingkatan yang dapat ditukar dengan Coin Union


Ketika Ardhius datang banyak siswa yang keluar maupun masuk pintunya besar terbuat dari besi yang dapat di lewati hngga beberapa orang sekaligus. Dengan memasukinya dirinya seperti memasuki dunia fantasi yang dulu dilihatnya dalam film atau game


Diudara banyak melayang crystal cahaya yang membantu penerangan dengan cahya yang cukup di toleransi oleh mata manusia. Walaupun terlihat ramai namun tidak bersuara seolah olah perpustaan memiliki perdam suara. Pilar pilar tinggi dan besar nampak membentuk lingkaran, warnanya merah.


Ardhius pergi ke lantai dua, nampak di lantai dua berbagai kartu ketrampilan tingkat Bronze di dalam pajangan, melihat banyaknya kartu ketrampilan dirinya terpesona. Secara teori hanya tingkat Quasi yang dapat melepaskan kemanpuan sepenuhnya dari ketrampilan tingkat Bronze. Untuk ketrampilan tingkat Silver hanya mereka yang sudah menjadi tingkat Resmidan diatasnya


Disini untuk ketrampilan tingkat Gold dan Diamon cukup sedikit bahan di pasar kedua barang itu juga langka dan memiliki harga tinggi


Ardhius melangkah ke tengah dimana instalasi berada, setelah menggesek kartu yang di berikan oleh guru Luo He dua kartu ketrampilan melayang di bagian bawah layar, kedua kartu memiliki berbagai ukiran dengan kata kata emas di tengahnya " Seni Dasar ", " Teknik Kultivasi "


Zang Li melihat Ardhius sorot matanya tajam, Ardhius yang meningkat lebih kuat dalam waktu singkat. Tekanan yang dirasakannya kuat, walaupun demikian semangat juangnya tidak berkurang melainkan meningkat


" Ardhius, aku takkan kalah "


Ardhius hanya diam tersenyum, kini Ardhius tinggal senjata. Disayangkan dirinya belum tingkat resmi jadi dia tidak dapat membeli senjata di Łìŕìéń Union, jadi dia hanya dapat pergi ke Dorm Senjata Roh Akademi. Dia disambut oleh pria paruh baya


" Aku mencari tombak apakah ada ?"


Pria itu terdiam dan melihat Ardhius


" kamu yakin, disini aku memiliki banyak pedang yang cocok denganmu.."


Ardhius diam menggeleng


" Baiklah, aku memang baru baru ini membuat tombak. Ini lihatlah " katanya memberikan tombak


Tombak perak, itu berkilau dengan aura dingin dan mata tombaknya terlihat tajam

__ADS_1


" Bagaimana? Cobalah pasti kamu menyukainya"


" ini terbuat dari bijih moonstar yang terkenal dengan ketajamannya, bahkan mampu melukai Ýēśśůē tingkat tiga " promo pria paruh baya


" hanya lima puluh.."


Ardhius menggeleng pelan, " tapi agak ringan, punyakah yang berat."


" Keunikan bijih Moonstar adalah ringan rapi tajam "


Ardhius menggeleng pelan. Pria paruh baya itu kembali mendesah pelan, " aku memilikinya tapi mampukah kamu menggunakannya, ini berat. "


" kalau belum di coba kita tak tahu " kata Ardhius dengan mata berkilauan


" Baiklah tunggu aku waktu sebentar untuk mengambilnya. "


Ardhius diam mengangguk dan tak kama kemudian pria paruh baya kembali dengan membawa sebuah kotak besar. Itu berdebu nampaknya belum pernah tersentuh dia meniupnya membuat Ardhius terbatuk


Ardhius setelah membeli tombak kembali keasramanya, kini dia sendiri. Di pindah ke asrama tunggal, sesampainya langsung direbahkannya tubuhnya karna membawa tombak itu merugikan Ardhius. Benar kata pria paruh baya, tombak itu tak banyak ingin setelah mengetahui beratnya. Tombak itu memiliki berat membuat orang mengutuk yaitu tujuh puluh dan namanya pun sombong " Immortal Soul Gathering ". Sama sama terbuat dari biji Moonstar namun bijih utamanya memiliki berat yang tinggi. Dengan berat itu Ardhius jhga dapat melatih fisiknya secara tidak langsung, dirinya yakin walaupun berat diawal itu akan segera terbiasa dengan beratnya.


Setelah mengistirahatkan tubuhnya sejenak Ardhius pergi ke ruang latihan yang juga terletak di lantai dua sama dengan asramanya. Pelatihan besar ini dapat digunakan oleh siswa ketika liburan atau setelah kelas usai. Karna ini jam belajar maka Training Room kosong


Hari ujian semester pun semakin mendekat dirinya tak dapat menyia nyiakan waktu. Di keluarkannya kartu Teknik Dasar dan di tempelkan di dahinya, kartu itu menyala dan informasi itu masuk ke otaknya. Sungguh praktis jika di masa lalu ada metide seperti ini tentu manusia akan pintar. Karna semuanya langsung tersimpan di otak tak mungkin hilang


Seperti yang di ketahi Ardhius walau pun itu sangat luar biasa namun itu hanya teorinya dan untuk orakteknya tergantung dengan dirinya sendiri. Kini yang dilakukannya hanya memahaminya dasar dasarnya dan berlatih


Bang, tombak itu terjatuh dari tangannya ketika dirinya mencoba untuk mengangkat namun dirinya tidak putus asa. Di cobanya terus menerus, keringat mulai bercucuran di dahinya setelah dua jam. Setelah berhasil nengangkat tongkat dirinya mempertahankannya selama mungkin dan membiasakan diri dengan tombak ketika lebih baik dirinya melakukan gerakan dasar tombak. Setelah memaksakan diri selama tiga hari untuk melatih tombak Ardhius terjatuh rebahan napasnya ngos ngossan. Tangannya berkedut sakit. Tak dapat berbuat apa apa


" huh itu sungguh menyakitkan..." gumannya

__ADS_1


Setelah sebagian energinya kembali Ardhius mengambil kartu Teknik Kultivasi seperti di awal kartu itu mulai terang dan informasi Teknik kultivasi muncul diotaknya, Ardhius mulai berkultivasi sesuai dengan teknik kultivasi, namun apa yang diharapkannya tidak terjadi. Seseorang berhasil menyerap sumber energi tubuh akan merasakan hangat dan nyaman. Sumber kultivasi ini berasal dari segala macam energi yang ada diplanet namun manusia biasa tidak dapat merasakannya, namun bagi Łìŕìéń mereka dapat merasakannya dan menyerapnya untuk lebih kuat. Energi ini disebut dengan sumber atau Qi


Setelah kembali mencobanya namun itu sia sia, mungkin ketika dirinya seorang Łìŕìéń Resmi dapat melakukannya. Setelah menghela napas pelan Ardhius membuka panel statusnya


Ding,


Karakter Ardhius L


Level 11


Poin exp 10 ( 3500 / 12500 )


Kekuatan 67


Fisik 49


Kecepatan 38


( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )


SKIIL


Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì, Îķâŕî


Total kekuatan tempur 610


Ardhius tersenyum melihat status miliknya sesuai dengan apa yang telah dia perkirakan dengan latihan menggunakan tombak lebih berat dari seharusnya menambah statusnya, naik empat poin menjadikan kekuatannya enam tujuh fisiknya empat sembilan. Ardhius melihat tombak di sampingnya tersenyum simpul, Dirinya kembali berlatih gerakan dasar selama tiga jam dan. Kembali ke asrama miliknya


Tiba tiba terdengar suara system di benaknya

__ADS_1


[ Ding, selamat master mendapatkan kesempatan menarik roulet di bulan Agustus ]


Mendengar hal ini Arshius tersenyum senyum sendiri


__ADS_2