Pemburu

Pemburu
Bab 4


__ADS_3

Meraka terengah engah akhirnya mereka dapat beristirahat, Ardhius duduk tenang bersandar pada dinding yang hancur, di depannya muncul panel jendela status miliknya. Perburuan yang pertama ini membuatnya naik satu tingkat, point exp yang diperolehnya berkurang menjadi sepuluh poin exp dari yang tadinya lima belas point exp.


Karakter Ardhius L


Level 2


Poin exp 345 ( 345 /700 )


Kekuatan 35


Fisik 36


Kecepatan 32


( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )


SKIIL


Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì


Total kekuatan 300


Poin potensial 5


Poin potensial yang diperolehnya dari naik level belum digunakan dia pun memasukkan semua point potensial di kekuatan menjadikan empat puluh.Tubuh Ardhius terasa segar penuh kekuatan, parameter poin exp hampir empat ratus kurang tiga ratus lebih.


Diam diam Zang ji melihat Ardhius wajah yang datar berubah jelek mengingat apa yang telah dilakukan Ardhius tadi, menurut dirinya Ardhius tadi tersenyum mengejek. Sebagai Łìŕìéń Shohisya Menengah dirinya marah dengan apa yang Ardhius lakukan, ketika ada kesempatan pasti dia akan membalas. Menurutnya Ardhius mengalahkan Xun Jie karna Xun Jie lemah seperti halnya dengan Ardhius


Bang!!!


mereka terkejut mendengar suara yang tak jauh dari mereka. Sebuah tembok jatuh menghasilkan asap debu setelah menghilang beberapa saat menampakkan sosok ternyata itu Jüēźēŕ yang terdekat adalah Zang Ji. Jüēźēŕ itu mengaum dengan cepat muncul dihadapan Zang Ji karna terkejut dirinya segera di tekan di tanah melihat ini yang lainnya terdiam, Jüēźēŕ membuka mulutnya bermaksud untuk menggigit Zang Ji


" Sial dia memiliki bau yang tak sedap " gumam Zang Ji


" mencoba menggigitku mimpi."


" minggir!!! " teriaknya mendorong dadanya dengan kedua kakinya menyebabkan Jüēźēŕ terlontar


[Ding, Bos Jüēźēŕ tingkat satu memiliki karakteristik: sangat cepat, cakar dan giginya panjang serta tajam, dapat memanggil Jüēźēŕ tingkat satu ]

__ADS_1


Ardhius terkejut melihat jendela informasi di depannya bahkan total kekuatan tempurnya hampir enam ratus yaitu lima ratus sembilan puluh lima.


" Berhenti! jangan menyerang...." Teriak Ardhius


Berbeda dengan Zang Ji dirinya tak mempedulikan teriakan Ardhius, dengan pedang gandanya dia melukai Bos Jüēźēŕ dan akhirnya menebas tangannya


" Bodoh, aku dapat mengalahkannya. Jika kita dapat membunuhnya maka kita akan mendapat keuntungan yang tinggi " kata Zang Ji mendengus kesal melihat Ardhius


walaupun dapat masalah dapat mengalahkannya atau tidak melainkan salah satu kemampuannya dalam memanggil Jüēźēŕ dan tenyata benar tak lama kemudian setelah Bos Jüēźēŕ mengaum keras banyak Jüēźēŕ yang berdatangan sebelum Ardhius membalas ucapan Zang Ji.


" Sial benar benar dapat memanggil bantuan "


" dasar *t*k t**ol "


" Lari..."


Ardhius segera berlari begitu pula dengan yang lainnya tak mungkin bagi mereka dapat membunuh Jüēźēŕ sebanyak dua puluh lima. Jumlah yang besar membuat Zang Ji tidak bisa berkata kata, walaupun dirinya dianggap kuat di kelas sekali dirinya di gigit itu sama saja dia mati


" kenapa lari sana hadapi Jüēźēŕ sejati tapi tidak memiliki kecerdasan ? " Ardhius kesal


" k...kamu..."


" Mati!! " kata Zang Ji sambil memukul Ardhius tiba tiba


" Sebenarnya apa yang terjadi..." tanya Ye Liu ketika tahu Jüēźēŕ sudah tidak mengejar mereka


" Aku baru ingat jika Bos Jüēźēŕ dapat memanggil kawanan Jüēźēŕ " balas Yang Tie


Mendengar apa yang dikatakan Yang Tie Zang Ji muram, sebenarnya di akademi diberitahu mengenai Jüēźēŕ tingkatannya dan hanya Bos yang dapat memanggil Jüēźēŕ jika hanya sedikit tidak masalah namun jumlah itu akan terus bertambah dan kelelahan akan menyerang yang mengakibatkan terluka parah bahkan kematian. Zang Ji diam diam tersenyum mengingat apa yang akan terjadi pada Ardhius


" seorang sampah berlagak, kini dia pasti mati "


" Oh ya dimana Ardhius ?" tanya Yang Tie ke yang lain


Sementara itu Ardhius melihat dirinya mulai di kelilingi Jüēźēŕ jantungnya berpacu semangat Ardhius masih lemah namun dengan banyaknya Jüēźēŕ tentu dirinya dapat naik level dan menjadi kuat selain Bos Jüēźēŕ semua Jüēźēŕ sangat lambat selama dirinya dapat menghindari pengepungan maka dirinya akan selamat dan kuat.


Seorang pemuda berdiri tegas dia salah satu tim penyerangan Jüēźēŕ datang ke Distrik A20 untuk pelatihan namun bukan pelatihan biasa yang dapat berhenti kapan pun ketika ada yang terluka atau menyerah, pelatihan ini mempertaruhkan nyawanya untuk menjadi kuat. Seperti yang telah dialaminya saat ini sekelompok Jüēźēŕ melihatnya seperti binatang buruan yang siap untuk dimakan. Dia terus menebas Jüēźēŕ yang mendekat karna reaksinya yang lambat memudahkannya untuk melakukan serangan. Terdengar suara dingin dan datar pemberitahuan dirinya mendapatkan poin exp. Jumlahnya terus berkurang di saat yang bersamaan Jüēźēŕ datang, dirinya memang mudah membunuhnya namun konsumsi staminanya terus bertambah dan akhirnya sebuah ide yang sedikit gila terlintas di benaknya dan dia berlari ke kesebuah gang yang hanya dapat dilewati dua orang dewasa, dengan demikian setidaknya beban konsumsi sedikit berkurang dengan mundur Ardhius melakukan pembantaian hanya menyerang dua Jüēźēŕ


Tidak jauh di belakang Bos Jüēźēŕ telah menyambung tangan kirinya yang telah lepas, engah bagaimana dia melakukannya. Ardhius tidak terlalu mempedulikannya setelah menghancurkan anak buahnya dengan tubrukannya Bos Jüēźēŕ menerkam Ardhius dengan cepat

__ADS_1


Rasa lelah mulai menyerang namun dia tegap bertahan banyak darah yang terciprat di jubah perangnya nampak mengerikan, karna terkamannya Ardhius terjatuh di tanah tanpa menunggu Ardhius Bos Jüēźēŕ membuka mulutnya untuk menggigit leher Ardhius, sekuat tenaga Ardhius mencoba untuk menahannya. Dirinya ingat telah naik level dan mendapatkan dua puluh poin potensial dengan segera memilih memasukkan kekuatan dirasakannya kekuatan yang besar . Dengan cepat Ardhius mendorong bos dengan kaki kirinya dan membentur dinding disampingnya dengan keras hingga menciptakan retakan, sebenarnya tidak mungkin baginya baginya untuk mengalahkan Bos Jüēźēŕ dengan kekuatannya saat ini. Karna bos Jüēźēŕ terluka karna tangannya terpotong walaupun telah tersambung nampaknya itu juga menyebabkan dia melemah banyak


Sebuah pukulan dilancarkannya mengenai dadanya membuatnya tertanam lebih dalam, walau demikian belum membuatnya mati di ambilnya pedang miliknya dengan cepat di belahnya kepalanya


[ Ding, selamat master karna telah membunuh bos Bos Jüēźēŕ mendapatkan dua lima puluh poin exp ]


[ Ding, selamat master telah membuka Śhíķæńòģì ( perubahan evolusi dan gen ) syarat membuka Śhíķæńòģì pertama level sepuluh ]


[ Ding,


Karakter Ardhius L


Level 6


Poin exp 10 ( 10 / 3000)


Kekuatan 60


Fisik 40


Kecepatan 32


( rata rata seorang Łìŕìéń 38 tiap stats )


SKIIL


Æņàŕiśùmè, Ììćhìñòśéķì


Poin potensial 5


Total kekuatan tempur 395


air mata kebahagian mengalir setelah perjuangan yang lama akhirnya dirinya termasuk Łìŕìéń pemula, setelah menenangkan diri Ardhius diam diam kembali berpikir mengenai poin potensial yang dimilikinya


" Kekuatan memang penting tapi fisik dan kecepatan juga mempengaruhi " gumamnya mengusap usap dagu berpikir


Śhíķæńòģì, ( dibaca Sikanogi ) adalah sebuah perubahan yang terjadi pada diri manusia, inderanya lebih tajam, memiliki tulang yang keras, menjadikannya makhluk yang kuat melebihi batas manusia biasa ketika menyempurnakannya.


Dengan membuka Śhíķæńòģì jangka hidupnya lebih panjang karna penuaannya berjalan lambat, namun sayang dirinya masih lama untuk membuka Śhíķæńòģì walau hanya terpaut empat level. Ardhius kembali bertemu dengan kelompoknya nampaknya mereka baik baik saja. Melihat Ardhius yang berlumuran darah membuat mereka tercengang. Zang Ji seketika berwajah jelek dirinya tak menyangka bila Ardhius dapat selamat dari pengepungan Jüēźēŕ

__ADS_1


" maafkan aku teman teman tanpa sengaja aku terjatuh " katanya menggaruk pipinya yang tidak gatal


" untung saja aku di selamatkan oleh orang lain " lanjut Ardhius sambil melirik Zang Ji diam diam


__ADS_2