
"btw nama gue diana,sudah agak siang nih gue mau pergi sekolah"ucap diana setelah membantu alfa sarapan dan minum obat.
"jangan pergi"ucap alfa dengan agak gagap menatap diana,bisa saja diana meminta izin tapi bisa gawat kalau ketauan sama orang tuanya diana bolos lagi bisa bisa uang jajan nya di potong,karena diana sudah pernah berjanji akan serius menuntut ilmu dengan imbalan uang saku tambahan tapi jika terjadi lagi keonaran atau diana bolos uang sakunya akan di potong 50 persen.
"gak bisa,gue masih pelajar jadi harus sekolah"ucap diana menolak keras permintaan alfa,karena semalam sudah menuruti nya jadi kalau sekarang diana tidak mau.
"ikut"ucap alfa mengejutkan diana,lah kenapa gue berasa punya ekor pikir diana menatap alfa dengan cermat,dia dan alfa satu sekolah tapi alfa baru saja sembuh ya kali langsung sekolah.
"ga....dreeeeet dreeet dreeet
Belum selesai diana berbicara ponselnya sudah berbunyi mana masih pagi,ketika melihat siapa yang menelpon diana mendadak kaku.
"mampus gue"gumam diana menatap ponsel,diana menarik nafas dan kemudian menghembuskan secara pelan pelan.
"ekhem,halo mami"ucap diana dengan ceria seolah tidak ada masalah namun pada kenyataanya diana tau pasti orangtuanya akan menanyakan keberadan nya.
__ADS_1
"nidiana axyra smith"ucap mama diana dengan menyebutkan nama lengkap diana,yang menandakan mamanya sedang kesal.
"yes mami,i'm here"ucap diana dengan santai namun dalam hati sedang demo,tidak tenang walaupun suara nya terdengar tenang.
"kamu sekarang dimana?dan kemarin kenapa bolos pelajaran pertama?"ucap mama diana yang mendadak jadi polisi yang sedang mengintrograsi penjahat.
"di rumah sakit,lapar mami jadi pergi ke kantin"ucap diana dengan jujur kalau bohong pun gak akan ada gunanya karena maminya dengan mudah menemukan kebenaran bak detektif,sumpah maminya serba bisa dan bisa jadi apa saja dalam sekejap mata.
"ngapain kamu di rumah sakit,tes kandungan kamu"ucap mama diana dengan asal bicara,padahal diana baru saja masuk sma tapi mamanya sudah ngebet pengen punya cucu.
"bagus deh kalau kamu sadar,walaupun menikah muda bisa menjauhkan kamu dari berbagai kejahatan karena ada yang melindungi tapi tanpa ada ilmu untuk mendidik anak pernikahan mu bakal menjadi kejahatan mu terhadap anak mu,terus kamu ngapain di rumah sakit?"tanya mama diana dengan penuh selidik bagaimana pun juga anak perempuanya itu harus diawasi dengan baik karena sekarang adalah masa dimana anak akan memberontak dan mencari jati diri.
"jenguk temen mi,papi dimana mi kok gak ada suaranya lagi selingkuh ya mi?"ucap diana dengan santai dan asal namun langsung menyulut api amarah mamanya.
"diana!!dasar bocah pengen kamu punya mama tiri hah main ngeplos aja"ucap mama diana dengan kesal
__ADS_1
"gak papa mi,lumayan nanti dapet uang saku dobel dari mami sama mahmud"ucap diana yang semakin membuat mamanya kesal tingkat akut,keturunan nya siapa sih dia pikir mama diana
"oh jadi gitu,oke mulai sekarang uang jajan kamu mami potong 25 persen titik gak banya alasan"ucap mama diana langsung mematikan panggilan.
"halo mi,ih mamiiii"ucap diana dengan sedikit menyesal,kenapa nih mulut gak bisa kompromi,main nyeplos aja kan jadinya uang jajan nya dipotong.
ding
pesan masuk, ketika di buka ternyata pesan dari maminya yang tadi kesal dan langsung mematikan panggilan.diana hanya bisa menghela nafas,sekarang dia harus bersiap sekolah dan taat aturan sekolah kalau tidak bisa di potong lagi uang sakunya.
"gue mau sekolah,lo di runah sakit istirahat siapa tau nanti kerabat lo datang"ucap diana sambil memberesi barang bawaan,yah cuma tas kecil dan makanan sisa tadi malam untuk dibuang karena sudah basi.alfa menatap diana ingin menghentikan nya namun mengingat percakapan diana dengan mamanya,alfa tidak jadi menghentikan diana. walaupun agak kecil suaranya namun dengan indera pendengaran nya yang tajam alfa dapat mendengarnya dengan cukup jelas.
__ADS_1