
Hari ini cerah namun tidak dengan hati Hana, menyimpan luka yang besar.apakah kepercayaan mereka pada dirinya hanya sebatas itu kah? Hana tidak mempermasalahkan apapun kesalahan yang telah dibuat Lolita selama keluarga dan orang orang terdekat nya selalu percaya pada dirinya namun apa?!mereka mencampakkan bahkan mencaci maki hanya karena sebuah gambar yang tidak benar sama sekali.
Dengan wajah sembab yang telah ditutupi rapat dengan make up,Hana pergi ke sekolah walaupun nantinya dia tahu apa yang akan terjadi tapi biarlah semua berjalan semestinya.
"semoga Hana bahagia, semangat Hana ku"
ucapan Hana yang memberikan semangat pada dirinya sendiri,mungkin jika orang lain yang mengucapkan nya Hana akan benar-benar bahagia.
untuk hari ini biarkan Hana membuat mereka bahagia untuk sementara waktu dengan penderita nya namun itu tidak akan bertahan lama,tuhan tidak tidur setiap perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal.
mengendarai mobil nya, Hana pergi ke sekolah.seperti dugaan nya semua orang akan menatap Hana sinis,jijik dan masih banyak lagi.
"pantes barang nya mewah mewah dibeliin om om sih"
"nggak malu apa,bawa mobil hasil begituan"
"penampilan nya aja kalem eh tahu nya bobrok luar dalem"
"nggak pantes banget sekolah disini, mending di keluarin aja"
"bener banget, ngerusak pemandangan"
sakit tapi tidak berdarah,apa lagi disaat varo dkk datang dan hanya pergi tanpa memandang nya sama sekali.sedih,baru saja berbaikan dan berharap keluarga yang bahagia tapi hancur seketika.
baru saja memasuki kelas semua nya menatap Hana dengan tajam,bahkan Brian yang selalu menggoda nya itu memberikan kesan dingin.ada rasa kecewa padahal rasa suka mulai ada namun melihat kepercayaan nya hanyalah tidak seberapa itu membuat Hana sadar, untung saja belum jatuh cinta sampai mati.
__ADS_1
belum lama duduk Hana sudah dipanggil menuju ruang kepala sekolah,hal itu membuat rasa kepercayaan mereka terhadap berita tentang Hana semakin besar.mereka pikir Hana akan dikeluarkan.
sekarang Hana berada di ruangan kepala sekolah sekaligus omnya,entah apa yang ingin dibicarakan jika memang tidak ada yang bisa dipercaya mau bagaimana lagi.
"Han om tahu ini berat,om juga tahu kamu tidak pernah melakukan nya tapi om mohon setidaknya bicarakan hal ini pada keluarga mu"
"untuk apa om?!sakit lagi?nggak om aku ngga mau jika kepercayaan mereka hanya sebatas kertas tanpa ada yang lain buat apa aku bicara dengan mereka om ,buat apa?"
"Han"
"aku nggak mau om,nggak mau.sakit om sakit jika aku berikan kesempatan kedua itu sama saja memberikan kesempatan musuh menembak kita sampai bisa mati"
"huft jika itu mau,lalu apa yang akan kamu lakukan nantinya?!"
"aku akan pergi om,jauh dari mereka setidaknya luka ku akan membaik walaupun Nantinya akan sangat menyakitkan"
"om Hana mohon jangan beritahu kan mereka biarkan saja waktu yang menjawab nanti entah kami akan bersama ataupun perpisahan yang abadi"
setelah mengucapkan itu Hana kembali ke kelas dan mengambil tasnya, tanpa memperhatikan mereka yang menatap sinis ke arah nya Hana langsung pergi.
tujuan nya sekarang adalah mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Singapura, walaupun sempat menolak tapi setidaknya Hana bisa berlibur disana.namun dalam perjalanannya Hana berpapasan dengan varo yang terlihat akrab dengan Novan, Hana tidak ingin menambah lukanya lagi langsung pergi saja tanpa menatap mereka.
"semoga kalian bahagia"
ucap Hana tepat di samping varo saat berpapasan, sekarang Hana langsung pergi ke parkiran dan melajukan mobilnya ke apartemen.
__ADS_1
menyiapkan segala perlengkapan dan membeli tiket pesawat secara pribadi,biarlah mahal setidaknya dengan begitu Hana bisa tenang.
"huft hidup terkadang berat juga yah,nggak semata mata tentang cinta.aku kira dengan terdampar di roman picisan ini aku akan merasakan cinta tapi ternyata sama saja"
Hana mengambil obatnya yang ada di dalam tas, sekarang Hana akan selalu membawanya kemana pun bahkan jika sampai lupa Hana menyiapkan pengingat di ponselnya.
enak nggak enaknya obat,harus diminum kalau mau sembuh namun Hana agak kurang yakin mengingat dalam novel dirinya akan tetap mati.jika memang mati dalam novel apakah Hana boleh kembali ke dunianya?! walaupun saat itu hanya sekedar mimpi belaka namun Hana merasa itu nyata, ayah nya ingin dia kembali tapi bagaimana?.
"sebentar bang Kevin itu dalam novel tidak ada bahkan geng darkblue juga tidak ada tapi kenapa bisa ya?"
baru kepikiran saking banyaknya beban hidup sampai lupa jalan ceritanya,tapi sebenarnya Kevin ini siapa?dan tentang fitnah dan rumor ini kenapa Lolita membenci nya?
"ehm sebelum aku pergi,mungkin ku buat pertunjukan dulu kalo yah.oke kalau mereka bilang jahat dan sebagainya maka lihat bagaimana seorang Hana atau ana yang lemah ini membalasnya"
Hana mengambil laptop nya dan mulai mengotak Atik nya,dan setelah lama berkutat akhirnya dapat juga hasilnya walaupun tidak banyak tapi cukuplah untuk memberikan hadiah kecil untuk Lolita sebagai perpisahan.
"so,tunggu my surprise"
memang Hana tidak mempermasalahkan nya tapi melihat masalah ini sudah terlalu parah menyebar nya ,Hana tidak bisa diam lagi.
******
halo semua nya, gimana nih ceritanya?menarik atau nggak. penulis nya? mudah dipahami atau terlalu berbelit-belit.kalau ada yang kurang pas komen aja nanti di perbaiki walaupun banyak typo nya yang masih belum diperbaiki 😅.
kalau mau tanya silakan tanya,aku usahain direspon deh mumpung lagi libur nih😁 walaupun slow respon.
__ADS_1
untuk para pembaca terimakasih banyak sudah selalu dukung author 😍