
Hari semakin gelap dan diana masih berada di rumah sakit menemani bocah yang di tolongnya tadi siang,diana tadi sempat pulang sebentar namun rumah hanya ada pelayan dan akan membosankan di sana jadi diana memutuskan untuk di rumah sakit walaupun bau obat dan harus menunggu itu lebih baik daripada bosan di rumah.Biasanya diana akan menganggu pelayan namun setelah mengetahui kenyataan bahwa dirinya bukan lah diana yang asli membuat nya sadar dan entah kenapa mengganggu orang rasanya tidak nyaman.
"udah hampir 3 jam tapi nih orang belum bangun,dokternya tukang tipu nih katanya 1 jam doang nanti bangun"ucap diana dengan kesal tapi sepertinya diana yang salah ingat,karena dokternya berkata orang normal akan siuman dalam waktu 1 jam sedangkan untuk keadaaan khusus membutuhkan lebih dari 1 jam.
"hei,gak lapar ya dari tadi ngga bangun bangun,yaudah deh gue mau keluar dulu cari makan"ucap diana dengan menoel noel pipi orang itu,dia terlihat tampan jika rambutnya tidak menutupi mata dan agak gemuk sedikit karena dia terlalu kurus ditoel dikit aja gak ada rasanya.
drit pintu terbuka,diana keluar dari ruangan untuk pergi mencari makan.Diana tidak pergi ke kantin rumah sakit dia lebih suka makanan luar karena lebih banyak variasinya,tapi sekarang permasalahan nya adalah bagaimana diana mau beli makan sedangkan tidak ada kendaraan.
"lah gue lupa,kan sopirnya udah gue suruh pulang"ucap diana dengan sedikit frustasi namun matanya tanpa sengaja menatap sebuah motor yang terlihat tidak asing.
"weh itu motornya si irit,tapi kemana orang nya?"gumam diana menatap sekeliling mencari sang pemilik motor,sungguh sangat beruntung orang nya keluar dari rumah sakit juga namun dengan beberapa orang mengikutinya.
"nah itu dia,eh bawa si beng beng juga dan satunya lagi lah itu si bucin nya sarah"ucap diana menatap ketiga orang yang keluar dari rumah sakit,ternyata dia dan kelompok itu berada di rumah sakit yang sama.
Melihat kelompok itu diana tidak jadi memanggil herry namun mata si ben terlalu tajam sampai bisa melihat diana yang tidak jauh dari tempatnya.
__ADS_1
"diana!!"teriak ben,diana mengumpat dalam hatinya kenap pula si beng beng itu melihatnya pakai acara teriak segala.
"yuhu adik manis ku,abang disini!"teriak ben sekali lagi,dalam hati diana agak mual mendengar ben memanggilnya adik manis,sejak kapan dirinya sedekat itu.
"diam!"teriak diana sebelum ben meneriakinya lagi dengan hal yang semakin aneh,diana berjalan mendekati kelompok itu dimana herry,ben dan si bucin nya diana daren berada.
"lo yang tadi pagi kan?sorry gue gak tau"ucap daven pada diana,mendengar ucapan daven diana menjadi ingat kejadian tadi pagi dimana dia di dorong ke belakang oleh daren untung saja tidak sampai jatuh.
Diana hanya berdehem,sudah dibilang diana bukan orang baik,namun ucapan daren ben dan herry menatap daren dan diana secara bergantian.
"yang gue ceritain tadi di ruangan"ucap daren dengan sedikit rasa bersalah.
"jadi yang lo dorong itu diana,untung saja ga sampai jatuh lo sih ren keterlaluan gak cari kebenaran nya dulu main dorong aja untung si adik manis gue kuat kayak hulk kalau gak bisa berat masalahnya"ucap ben dengan santai namun entah kenapa ben merasa merinding secara tiba tiba.
"adik manis heh?! hulk?! cari mati lo ben!"ucap diana dengan dingin,ben langsung ketakutan melihat reaksi diana yang seperti malaikat maut yang ingin mencabut nyawanya.
__ADS_1
"ampun din,cuma bercanda doang kok"ucap ben dengan nada menyesal dan ketakutan, herry melihat diana dengan penuh selidik melihat sosok nya sekarang entah kenapa herry merasa dia berbeda atau ini sifat lain nya,yah herry tidak tau karena tidak terlalu dekat dan jarang bertemu.
Diana melepaskan sepatu nya dan mulai memukul ben,ben yang dipukuli terus merasa sakit di tubuhnya.
"MAKKKK,ada kekerasan dalam rumah teman"teriak ben menghindari diana namun selalu saja ben kena pukul karena diana terlalu cepat,ben dengan cepat bersembunyi di belakang daren.
"lo disini ngapain?"tanya daren pada diana namun diana tidak menjawabnya melainkan membalasnya dengan pertanyaan.
"lah lo sendiri ngapain disini?"tanya diana dengan nada santai tanpa rasa takut pada nada datar daren.
"gue,jenguk calon pacar"ucap daren dengan percaya diri namun langsung kena metal dengan ucapan diana
"heleh baru juga calon aja udah bangga,bangga itu jadi suaminya bukan pacarnya itulah baru pria"ucap diana dengan santai namun ngena pas di hati daren.
"mending gue ada lah lo emang punya?"balas daren namun sekali lagi daren kalah berargumentasi dengan diana
__ADS_1
"gue emang gak punya calon pacar tapi kalau calon masa depan ada"dia kematian ucap diana melanjutkan dalam hati.