Pemeran Pendukung

Pemeran Pendukung
episode 16


__ADS_3

Meninggalkan kantor diana berjalan menuju kelas dengan suasana hati agak buruk,sudah di tuding yang tidak tidak dan dimarahi pas di kasih saran agar cepat selesai langsung marah.Memanga agak mengawatirkan kalau sampai memanggil polisi namun bukan kah lebih baik begitu dari pada nantinya banyak korban bully.


"pasti ada konspirasi dibalik sekolah ini"gumam diana menatap gedung sekolah utama lebih tepatnya kantor kepala sekolah.Entah diana yang terlalu berfikir berlebihan karena keseringan nonton drama konflik atau karena diana yang malas.


Sampai di depan kelas,ternyata guru mapelnya masih disana dan sedang melihat para siswa untuk maju mengerjakan soal di papan tulis,diana melihat soalnya dari jendela langsung paham,itu soal matematika yang membuatnya sering remidial dan akhirnya menjadi musuh bebuyutan karena materi matematika yang satu ini diana di dunia asli harus dipanggil guru berulang kali dan akhirnya diana bisa menyelesaikan soal dengan benar dan sampai sekarang tidak pernah melupakan nya.


Diana yang berada di dekat jendela langsung kaget ketika di panggil guru,saking serius mengingat masa lalunya diana sampai tidak sadar dari tadi di lihat guru dan skhirnya ditegur.


"kamu kelas mana?"tanya guru mapel itu dengan tegas menatap diana

__ADS_1


"kelas sains 1 pak"ucap diana dengan santai,sudahlah terima saja apapun nanti hukuman nya batin diana dengan pasrah.


"kenapa baru datang?"ucap guru mapel dengan tegas namun diana cukup nyaman berbicara dengan nya walaupun tegas tapi tidak sinis atau memiliki kebencian terhadapnya.


"dari kantor pak"ucap diana dengan menatap mata guru mapel itu dengan tenang,tidak sopan kalau berbicara tanpa melihat lawan nya.


"karena kamu sepertinya murid baru bapak maaf kan kali ini namun dengan syarat kamu mengerjakan soal di papan tulis,bagaimana?"ucap guru mapel itu menatap diana,untuk melihat reaksinya karena sendari tadi dikelas semua siswa diam dan tidak bergerak ketika di minta mengerjakan soal didepan membuatnya agak jengkel dengan antusias belajar dari siswanya.


"iya,selama kamu mau dan kalau jawaban nya benar akan bapak kasih hadiah"ucap guru mapel itu,diana menatapnya dengan penuh selidik dan tatapanya jatuh pada id card disana tertera nama guru itu.

__ADS_1


"baik saya mau pak rehan"ucap diana dengan santai namun dalam hati meluap kesenangan yang luar biasa,jarang jarang diana mendapatkan hadiah dari mengerjakan soal yang mudah.


Diana masuk ke dalam dan berjalan menuju papan tulis,sedangkan pak rehan kembali ke kursi guru menatap siswa  yang ada dikelas dan sesekali melihat diana yang mengerjakan soal di papan tulis.hanya butuh 10 menitan diana sudah selesai dengan soal dan dengan senyum tipis melihat ke arah pak rehan.


"sudah selesai pak"ucap diana dengan senyum tipis,huhuuhu hadiah mama datang batin diana dengan senang.


Diana duduk dibangku nya sendirian tanpa teman sebangku,karena baik sekarang maupun kemarin diana tidak melihat teman sebangkunya diana menjadi agak penasaran dengan orang nya.


"selamat untuk ..."

__ADS_1


"diana pak"ucap diana dengan santai karena tau pasti gurunya belum tau namanya karena dia masih murid baru yang baru pindah padahal baru satu bulan sekolah.


"... diana jawaban nya benar,untuk hadiah nya datang ke ruang osis yaa setelah jam ini selesai"ucap pak rehan dengan sedikit senang,akhirnya ada juga siswa yang bisa mengerjakan nya walaupun dia tidak mengikuti pembelajaran nya,pasti dia sangat rajin belajar di rumah pikir pak rehan,Andai saja pak rehan tau kelakuan diana yang sebenarnya pasti akan tercengang bukan hanya tidak belajar di rumah tapi juga banyak kelakuan aneh yang bikin darah tinggi.


__ADS_2