
seminggu ini lano dan varo bagaikan mayat hidup,jika itu varo mungkin tidak akan terlalu terlihat namun ini lano yang biasa cerewet dan sangat aktif sekarang berjalan dengan wajah datar dan pandangan kosong.
penyesalan memang ada di akhir kalau di depan namanya perkenalan,mereka sudah mencari kemana mana baik info dari dalam maupun luar negeri dengan akses yang luas tapi tetap saja tidak ada titik terang.
"hei sampai kapan kalian akan berdiam seperti ini"
ini adalah pertemuan antara sahabat tapi kenapa hanya diam saja tanpa ada yang bicara dan parahnya ke dua orang yang ingin di hibur sama sekali tidak merespon nya.
disana ada Riyan dan Riko, Bima?entahlah kemana dia katanya dia pergi ke luar negeri untuk bertemu seseorang.
"shut ko,sakit yah tapi nggak berdarah "
"kenapa?"
"nggak"
Riyan menatap lano dan varo serius,karena dari tadi dia berbicara ini itu tidak direspon sama sekali.sakit tahu di cuek i,dan parahnya Riko sama sekali tidak membantu nya.
"kalian bisa nggak sih nggak kekanak kekanakan"ucap Riyan yang mulai jengah dengan sikap dua orang kakak adik didepan nya ini.
"yan sabar mereka lagi sedih"
"sabar?!cukup kesabaran ku sudah habis.kalian kalau memang ingin bertemu dan dimaafkan Hana cukup jangan salahkan diri kalian sendiri saja dan coba cari tahu apa yang penyebab rumor itu?!"
"aku setuju dengan Riyan,kalian ini terlalu menyalahkan diri sendiri.apabila memang Hana telah pergi cari saja siapa dalang rumor itu setidaknya dengan begitu Hana bisa tenang"
yei nih orang dikiranya Hana sudah mati atau doain hana, beneran mati.
__ADS_1
"ck memang pantas Hana pergi"
brak
"apa maksud mu hah?!"
lano mulai emosi saat Riyan bilang pantas Hana pergi.
"pikir saja sendiri,emang ada ya kakak kandung lebih percaya orang lain dibandingkan adik nya sendiri?!terus emang ada gitu kakak yang rela adik nya di lukai tanpa dibalas sama sekali."
"sudah yan,tidak usah membuat mereka tambah sedih "
"sudah?heh lihat apa mereka sedih,mereka ini hanya penyesalan yang tidak tahu kapan berakhirnya jika memang sedih tidak mungkin akan terkikis dengan adanya Waktu tapi yang mereka alami ini adalah penyesalan bukan sedih ko.dan satu satu nya cara menghilangkan nya adalah membuat mereka sadar"
"tapi nggak begini caranya ko?!"
"terserah,jika aku Hana aku juga akan kecewa dengan mereka dan pergi jauh tanpa ragu dan tidak akan kembali selamanya"
"sudah bang lan,ro nggak usah dipikirin Riyan cuma sedikit sedih dan menyesal juga sih karena doi nya hilang"
"apa yang dibilang Riyan benar, kita harus mencari dalang Nya bukan hanya larut dalam penyesalan yang tidak ada akhirnya"
lano setuju dengan apa yang di katakan varo, sekarang hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari dalang Nya setelah itu baru Hana.karena jika dalang semuanya masih berkeliaran kemungkinan jika Hana kembali dia akan membuat Hana terluka walaupun luka sebenarnya yang paling menyakitkan disebabkan oleh orang terdekat.
******
Hana kini ada disalah satu apartemen yang jaraknya lumayan dekat dengan rumah sakit,kenapa disana?agar lebih mudah saja datang ke rumah sakit tanpa harus terkena macet walaupun di sana tidak macet seperti di Jakarta tapi lebih baik berjaga jaga
__ADS_1
Hana duduk di salah satu anak tangga dengan menatap Bastian penuh tanya,kenapa dari tadi Bastian pasti senyam senyum sendiri dengan menatap ponsel nya.
tiba tiba saja sebuah ide terlintas dipikiran Hana,Hana pergi ke dapur membawa sebuah camilan dan minuman dingin di gelas tapi tidak semudah itu ferguso bukan hanya makanan dan minuman Hana juga mencampur minuman itu dengan obat pelancar pencernaan.
"hihihi siapa suruh buat aku kepo"
Hana membawanya ke ruang tamu tempat Bastian berada dan masih sama saja senyam senyum gak jelas,tapi itu tidak akan bertahan sayang.
meletakkan makanan dan minuman di hadapan Bastian,Hana langsung duduk disalah satu sofa single yang ada.
"wih tumben ada makanan"
"nggak suka? nggak usah makan?!"
"eh jangan,masak ngasih nggak ikhlas banget nanggung banget berbuat baik"
"sayang nya aku bukan bukan orang baik baby,jika aku orang baik mana ada orang baik membalas dendam"ucap Hana dengan memainkan ponselnya.
"yah memang susah kalau sudah begini?!"ucap Bastian dengan memakan camilan yang ada,Hana melirik nya dan tersenyum kecil.
fufufu sayang aku bahkan lebih dari sekedar bukan orang baik melainkan iblis kecil lho kenapa kamu tidak waspada sama sekali?tapi tidak masalah malah itu lebih baik.
dan untungnya Bastian sama sekali tidak menyadari nya dan malah dengan lahap memakan camilan dan menghabiskan minuman itu.
bahkan belum sampai satu jam sudah habis semuanya dengan senyum lebar Bastian malah minta lagi.
"Han mau lagi dong!?"
__ADS_1
Hana mengambil nya lagi namun camilan pedas tanpa obat lagi,karena obat itu hanyalah Bekerja setelah 30 menit dan dengan camilan pedas ini akan mungkin menjadi alasan Hana jika nanti Bastian menyalahkan nya.