
Hana dan kelompok nya berdiri bersama mempersiapkan diri untuk kegiatan selanjutnya,yaitu jurit malam dan akan dilakukan pada malam hari ngga mungkin kan jurit malam dilakukan siang kalau begitu mah ngga seru.
"nanti malam jangan lupa bawa garam dan tembakau"ucap Hana
"untuk apa bawa begitu an bikin repot aja"ucap Brian,Hana terkadang kesal sendiri dengan Brian pengen rasanya ditendang jauh Ke laut tapi tidak bisa karena dia tokoh utama dalam novel ini kalau ilang kan bahaya.
"bodoh,garam digunakan untuk menjauh kan diri dari ular sedangkan tembakau bisa digunakan menjauh dari lintah,lintah sangat mungkin disini apalagi hutan lembab seperti ini"ucap Hana
"contoh yang baik,bolos terus sih jadi ngga tau kan masalah sepele seperti ini"ejek Grace
"Lo?!"
"udah,selain barang itu jangan lupa bawa senter cadangan nah itu beberapa barang wajib untuk barang lain kalian bisa bawa permen untuk menghilangkan sedikit rasa haus nanti diperjalanan"
malam tiba semua kelompok di kumpulkan dan bersiap untuk cari jurit malam, kelompok yang berjalan pertama dari urutan paling belakang jadi kelompok Hana menjadi kelompok terakhir deh.
"ayo jalan,oh jangan sampai ketinggalan yah"ucap Hana mengingat kelompok nya walaupun sebenarnya ketua nya itu Brian tapi Brian nya saja tidak dapat diandalkan bagaimana mau memimpin.
sepanjang perjalanan hanya ada bunyi jangkrik dan semilir angin malam yang lumayan dingin apalagi didaerah hutan seperti ini,Brian yang berada ditengah tiba tiba berhenti dan lebih parahnya wajahnya tampak sangat aneh.
"kenapa berhenti?"
"k-aki g-ue a-da s-esuatu"ucap Brian dengan nada agak gemetaran.
Hana berjongkok dan melihat melipat keatas celana Brian, hingga terlihat sebuah benda hitam menempel di kaki Brian.
__ADS_1
"owh lintah"
"hah! l-intah huwa buang hah buang!!"teriak Brian tidak jelas
"diam!!gimana mau buang nya kalau Lo ngga diam bego"ucap Hana dengan nada tegas.
"kasih gue garam dan air "ucap Hana,Grace yang ada disebelah Hana memberikan Hana garam dan air yang berada di botol plastik bekas. Hana mulai mencampur garam dan air dan menyiram nya pada mulut lintah dan segera dilepaskan lintah yang ada di kaki Brian.
"tarik nafas hembus kan,nih minum dulu biar tenang"
"thanks"
"kita istirahat sebentar sampai Brian agak tenang baru kita lanjutkan jalan nya"ucap Hana dan kelompok lain nya segera setuju.
"ngga usah kalian bisa duluan aja nanti gue nyusul"ucap Brian
mereka beristirahat sebentar dan setelah itu melanjutkan kembali perjalanan,tujuan dari jurit malam ini adalah melatih mental jadi terkadang para panitia akan melakukan sedikit improvisasi seperti melakukan adegan hantu dan efek lain nya yang menyeramkan.
"gila panitia nya niat banget ya bikin adik tingkat nya mati mendadak"celetuk salah satu anggota Han
"untung gue ngga ada riwayat jantung"saut lainnya
"santai aja,kalian yakin pada diri kalian bahwa apapun yang terjadi disini hanya settingan dan perlahan-lahan diri kalian akan tenang,dan jangan memainkan arah cahaya senter sembarangan"saran Hana,karena Hana tidak mau ada gangguan pada anggota nya dihutan seperti ini banyak hal hal unik dan ajaib terjadi dan ada juga yang sangat berbahaya.
"hmm kami mengerti"ucap mereka bersamaan
__ADS_1
"seperti ketua kelompok nya cocok nya Lo deh Han,sorry siang tadi buat Lo emosi"ucap Brian
"santai aja gue ngga pakai perasaan kok,dijamin aman tanpa ada baper baperan"ucap Hana dengan sedikit nada candaan.
"semangat jalan nya"ucap Hana
berjalan nan kelompok Hana hanya sedikit gangguan tapi berbeda dengan kelompok Leoni yang kini dikepung lintah dan paling parah nya Leoni dan Lolita tidak kuat lagi berjalan.
"cih perempuan apaan baru aja lihat begitu an udah histeris"celetuk salah satu anggota Leoni,bukan masalah ketakutan akibat lintah yang paling menjengkelkan melainkan karena keduanya baru saja berjalan beberapa meter udah kelelahan seperti emang udah direncanain supaya bisa digendong para pria.
"udah diemin aja,kita strong jadi ngga boleh lembek eh bukan nya yang satu itu kakel ya?"
"iya,dan seperti dia pacar ketua geng Atlas kok mesra bangettt sih sama salah satu anggota geng"ucap nya, kedua nya berada agak jauh dibelakang supaya bisa gibah.
"bener banget tuh,udah yuk buruan udah terlalu jauh nih"ke-dua langsung mengejar Leoni dan Lolita yang kini berada di gendong an Aldo dan Reno.
Reno sesekali menggosokkan tangan nya ke paha Lolita dan Lolita merespon dengan menempel kan kepalanya di pundak Reno dan sesekali meniup telinga nya Reno.
"sayang kamu jangan mancing deh"bisik Reno
"hihihi kamu dulu,ganggu aku sih"bisik Lolita
"owh mulai nakal nih,awas aja nanti kalau udah selesai kemah aku kasih strawbery lagi tubuh mu"bisik Reno dengan nada agak mengancam.
"ayo siapa takut hihihi"ucap Lolita dengan cekikikan kecil.
__ADS_1
sebenarnya Lolita tidak lelah hanya saja dia ingin dekat dengan Reno dan berbicara bersama jadi lah Lolita sedikit drama,kalau dia langsung dekat dengan Reno bisa bisa anggota lainnya curiga namun sepertinya rencana Lolita gagal karena dua anggota lainnya mulai curiga bukan hanya pada pasangan Reno dan Lolita tapi juga pasangan Aldo dan Leoni