Pemeran Pendukung

Pemeran Pendukung
bab 57


__ADS_3

sudah hampir tiga Minggu setelah kepergian Hana,lano dan varo sama sekali belum mendapatkan jejak siapa dalang rumor tak berdasar itu.jangan salahkan Hana, dialah yang menyembunyikan semua bukti karena apa?karena belum saat nya mereka tahu.


dikatakan nanti akan ada murid baru namun dikelas sepuluh,tentu saja varo tidak peduli dengan hal hal seperti itu namun entah kenapa varo merasa penasaran dan disaat yang sama sepupunya juga pulang entah dari mana.aneh namun tentang sepupunya varo masa bodoh tapi untuk murid baru yang akan datang,varo tidak bisa masa bodoh.


seseorang datang menuju SMA elit bangsa,dengan sepedanya yang lumayan bagus namun dipandang rendahan oleh para siswa disana.


siswa baru SMA elit bangsa, rambut dengan potongan Bob kaca mata besar dan topel hitam dipipinya.oh jangan lupakan behel di gigi yang menambah kesan ala nerd.dia turun dan berjalan namun disetiap langkah ada saja pembicaraan yang membuat siapapun yang mendengar sedih dan down.


"cewe miskin,iyuh banget nggak sih"


"ck mau maunya sekolah menerima siswa kayak dia,malu maluin saja"


"lihat wajah nya pengen muntah,sumpah jijik banget"


"barang barang nya aja murahan semua,nggak ngaca apa?!"


"bener banget,jijik lihat nya urat malunya putus kali"


setiap langkah hanya ada hinaan dan hujatan,kenapa mereka hanya memandang fisik semata dan kenapa dengan orang miskin apa kah salah mereka jika miskin?!.lebih baik berbangga menjadi miskin daripada miskin namun mengaku ngaku kaya,tapi kenapa pertemanan hanya diukur dengan kekayaan saja?!!!.


dia menunduk,dan tanpa sengaja menabrak seseorang namun dia tidak berani mengangkat kepalanya.


"apa pemandangan dilantai lebih indah, sampai melihat nya seperti itu atau kah ada uang?!"


gadis itu tetap saja menunduk dan bukannya melihat siapa itu dia terus saja menunduk,bukan dirinya takut dengan siapa didepan namun jika dia langsung mengeluarkan keberanian nya mungkin siswa yang menyukai akan membenci nya kan gawat kalau baru masuk langsung punya banyak musuh.


tapi berbeda dengan pemikiran sang gadis, pemuda didepan malah berfikir sebaliknya.dia kira gadis itu takut padanya,dia langsung menatap tajam kearah orang orang yang menghina gadis itu.


"bubar?!!!,dan kamu ikut aku"


astaga main tarik tarik saja,dikira tarik tambang kali yah dasar bocah?!!


siapa gadis itu?yah siapa lagi kalau bukan Hana.demi penyamaran Ini dengan berat hati dia harus mengorbankan rambut panjang nya yang indah itu.sebenarnya bukan itu saja penyebab Hana memotong rambut nya,itu karena rambut nya sering rontok seiring berjalannya waktu akibat dari kemoterapi dan pengobatan yang di lakukan Hana.

__ADS_1


eh tapi kenapa bocah itu membawa Hana pergi ke taman belakang? bingung kenapa dia disini dan mengapa membawa Hana ke sini.


"sekarang bisa nggak melihat ke arah yang berbicara,aku nggak gigit kali"


setelah mengucapkan itu,Hana masih diam namun dengan berat hati mendongakkan kepalanya menatap pemuda itu.


degh


dia?kenapa tatapan itu tidak asing tapi dia Sudah pergi


"eh kkkamu baik saja kan?!"


yah menjiwai sekali kan Hana, berpura pura menjadi orang lemah pantas dapat piala.pemuda itu tetap diam namun tiba tiba saja dia memeluk Hana dan bergetar seperti menangis.


"hiks jangan pergi hiks jangan hiks pergi"


Hana tentu saja bingung,namun aneh saja tiba tiba memeluk dan menangis kalau ada yang lihat nanti dikira dia apa-apain lagi sama Hana kan berabe urusan nya.


"kenapa?!"


"jangan pergi"


meracau lagi, bingung Hana dengan bocah satu ini bukannya dia bukan siswa sini tapi ada disini dan parahnya tiba tiba memeluk yang tidak dikenal.yah walaupun sudah kenal tapi kan Hana lagi nyamar.


"aku hiks sangat rindu dengan mu, tolong jangan pergi lagi hiks aku tanpamu kosong tanpa ada semangat hidup"


yah bucin nya keluar,dengan perlahan Hana mencoba melepaskan diri dari pelukan itu. iya kalau nyaman lah ini terlalu erat kan sesak,dan kemudian Hana menatap mantap matanya.


"kamu kenapa?!aku pergi kemana?kan aku sekolah di sini?"


pemuda itu baru sadar dia salah orang yah walaupun pada kenyataannya tidak,namun tetap saja sedikit canggung.


"maaf,aku tiba tiba memeluk mu hanya saja dirimu mengingat kan ku pada orang yang kusayangi"

__ADS_1


"tidak apa,tapi jangan lagi aku....takut nanti banyak yang nggak suka dengan ku"


walaupun bibir berkata demikian itu hanya ucapan belaka saja dan pada kenyataannya Hana sama sekali tidak perduli dengan pandangan orang lain selama itu wajar.


"sekali lagi maaf, kamu kelas apa aku akan antar kan"


"10 ipa 2"


"ayo aku antar,dan sekali lagi maaf atas tindakan ku tadi"


"nggak papa kok, makasih Novan"


pemuda itu Novan,Novan bingung kenapa bisa gadis ini tahu namanya padahal belum berkenalan sama sekali.


"kamu tahu dari mana namaku?aku sama sekali belum berkenalan dengan mu"ucap Novan dengan sedikit berbeda yaitu terkesan mengintimidasi.


"eh maaf...itu....tag name mu"


Hana dengan menunduk,heran Hana dengan Novan kenapa bisa terlalu pintar yah. Dan Novan? tentu saja malu sendiri,kenapa bisa diri nya begitu mempermalukan dirinya berturut-turut didepan gadis yang tidak dikenal.


"maaf, sebelum nya kan kita belum berkenalan.aku Novan kamu?"


"Ariana, panggil saja Ari"


"eh aku panggil ana saja yah,kalau Ari terdengar seperti laki laki jadi ana saja boleh tidak?"


"yah,ayo pergi katanya mau mengantar"


keduanya pergi namun dibalik dinding ada telinga lho,dan dia mengepalkan tangannya erat menahan kesal.


"lagi lagi musuh datang,heh lihat saja aku akan memusnahkan mu segera dari sini kalau dunia pun juga tidak apa"


******

__ADS_1


siapa dia?kenapa Hana pakai acara menyamar segala?dan parahnya sebagai fake nerd (☉。☉)!


__ADS_2