
melihat keduanya terdiam,Kevin tidak bisa menahan senyum sinis pada keduanya.
"kalian bodoh,tapi satu hal pasti walaupun kalian meminta maaf seribu kali pun Hana tidak akan bisa kembali bersama kalian"
setelah mengucapkan itu Kevin langsung pergi,maaf saja jika terdengar berlebihan namun Kevin terlalu kesal dan marah dengan mereka. Hana saat ini tengah berjuang antara hidup dan mati tapi mereka seenak jidat mengatakan Hana wanita murahan dan mengusir nya.
"tidak akan aku biarkan kalian menyakiti hana ku"
Kevin berjalan santai disekitar sekolah,tujuan nya kali ini adalah mengawasi Lolita dan ibunya tapi lebih ke Lolita.
tidak menunggu lama ternyata Tuhan memberikan keberuntungan kepada Kevin,Lolita saat ini berjalan dengan wajah kesal menatap ponsel.
"akh siapa dia berani beraninya mengancam ku,awas saja jika kutahu siapa akan kubalas lebih mematikan"
ucapan Lolita memang terdengar sedikit menyeramkan tapi jika itu bisa terjadi,Kevin melihatnya dari jauh ah melihat wajahnya yang polos itu ingin sekali Kevin lempar sandal jepit saja.
"heh dasar ular berbisa,heran aku sama si Brian Brian itu mau maunya sama dia kalau aku mah ogah banget"
Lolita segera mengubah raut wajahnya saat melihat Brian,uh memang munafik lah.dan Brian mau maunya didekati Lolita maaf saja yang tahu akan kebenaran nya Hana hanya keluarga nya dan untuk orang lain terserah mereka hanya orang luar.
"yak jijik banget aku,ih geli geli gimana lihat nya"
walaupun begitu Kevin tetap harus mengawasi nya,eh merinding banget saat melihat Lolita menggandeng Brian dan menempel kan asetnya.
"huek sudah dipegang om om banyak,mual banget pengen muntah"
komentar pedas itu dari Kevin,yang menonton kelakuan wanita ular yang menempel di Brian seperti benalu saja.
Brian diam saja,tanpa menggubris Lolita sama sekali.lolita ,dia seperti kesenangan saja melihat Brian hanya diam di gandeng nya biasa nya akan menghempas dirinya jauh jauh layak nya virus.
saat sedang fokus mengawasi Lolita ponsel Kevin berbunyi dan itu sebuah berita mengenai kecelakaan pesawat,sekali melihat saja Kevin sudah kacau sekali dan akhirnya mulai membuka notifikasi tersebut.
__ADS_1
layaknya tersambar petir di hari yang cerah,keteguhan Kevin runtuh seketika bagaimana tidak pesawat yang mengalami kecelakaan adalah pesawat yang ditumpangi Hana.
tidak percaya dengan berita tersebut Kevin menelpon beberapa sahabat nya untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut.
"halo"
"Carikan berita kecelakaan pesawat hari ini tujuan Singapura apakah benar atau tidak"
sambil menelpon Kevin pergi namun dirinya tidak sadar kalau sedang diawasi oleh varo dan lano.
"bang Kevin kenapa?"
"nggak tahu ayo ikuti saja"
keduanya mengikuti Kevin,bahkan baru sampai bela belain bolos sekolah.sekarang tujuan Kevin adalah mengumpulkan banyak informasi tentang kecelakaan pesawat tersebut.
"tidak mungkin,Hana pasti tidak mungkin meninggalkan ku"
sekarang baik penampilan luar maupun dalam semua nya berantakan, padahal hanya beberapa menit setelah mendengar berita tersebut.
"halo pa ada apa?"
"pulang sekarang"
hanya beberapa kata yang terucap dari papa,itu membuat lano bingung pasalnya papa tidak akan berbicara seperti itu apa papa marah entahlah lano tidak tahu.
"ada apa bang?"
"pulang saja, papa seperti ada dirumah"
"tapi bang kalau papa bertanya tentang Hana bagaimana?"
__ADS_1
"jawab sesuai Kenyataan nya saja"
lano dan varo memutar balik arah dan kini tujuannya menjadi kediaman keluarga Lorenzo.
saat sampai dirumah,banyak sekali mobil yang terparkir disana.tanpa menunggu lama keduannya masuk kedalam,saat sudah masuk mereka melihat mama nya yang kini menangis dipelukan Tantenya dan kenapa banyak orang yang kemari?
"mama kenapa?"tanya lano dengan mendekati mamanya namun belum sampai di depan mamanya sebuah pukulan melayang ke arah lano.
bugh
"pa apa ini?"
"kalian?!aku percaya kan Hana pada kalian namun apa sekarang Hana pergi dan entah akan kembali atau tidak"
"maksud papa apa?"
"maksud papa apa heh?!kalian pikir aku tidak tahu apa yang kalian lakukan,aku sengaja memasang kamera dirumah bukan semata mata untuk memantau kalau ada maling tapi juga mengawasi kalian.aku sangat kecewa pada kalian hanya beberapa foto tidak jelas bukan berarti dia memang murahan dan parahnya kalian mengusirnya jauh"
"kami minta maaf pa"
"maaf?!maaf kalian tidak cukup! gara gara kalian aku harus kehilangan putri ku hiks!kalian mengusir disaat dia sedang sakit bukannya merawat dan memberikan dorongan untuk nya kalian malah memaki dan mengusir nya"
"sakit?Hana sakit apa pa?"
"aku kecewa pada kalian"
untuk pertama kalinya lano dan varo melihat kemarahan dan kekecewaan yang sangat besar dari papa nya dan mama mereka kini tengah menangis dengan menyebut kan nama Hana.
"biarkan om jelaskan,hana tidak pulang bukan karena pergi ke tempat seperti yang kalian tuduhkan melainkan di rumah sakit dan tadi pagi Hana pergi ke luar negeri tepatnya ke Singapura dan sebuah berita mengenai kecelakaan pesawat tersebar dan itu yang di tumpangi oleh Hana"
"tidak mungkin om?!om bohong kan! tidak mungkin Hana pergi begitu saja tanpa memaafkan kami"
__ADS_1
entah kenapa keduannya menangis penuh penyesalan, seharusnya mereka tidak percaya berita bohong itu dan pasti hal seperti ini tidak akan terjadi.