Pemeran Pendukung

Pemeran Pendukung
episode 25


__ADS_3

Bel berbunyi tanda istirahat tiba,tapi Hana yang biasanya langsung ngacir ke kantin sekarang diam menatap ponselnya dengan serius.


"Hana"panggil Novan namun karena fokus ke ponsel Hana mendadak jadi tuli, dipanggil ngga ada respon sama sekali.


"bantet!!"teriak Aldi yang sendari tadi melihat Hana dipanggil Novan tidak respon jadi gemes pengen nampol Hana, novan nya juga sama saja.


"anjir,Lo apaan sih di?kaget gue"teriak Hana dengan kesal,padahal baru saja mau boyah tinggal satu pemain lagi malah kalah gara gara Adi.


"Lo sih dipanggil Novan Mulu juga, mendadak tuli Lo"ucap Adi dengan sengit.


"eh sorry gue lagi main,mau ke kantin Van?kalau kesana Lo aja yah gue males ketemu Ama jelmaan nenek lampir"ucap Hana dengan santai dan kemudian fokus kembali ke ponsel nya.


"nenek lampir?"


"Lo juga akan tau nanti" baru saja di omongin orang nya nongol di pintu dan melirik tidak jelas ke arah Hana.


"ish Hana kenapa ngga keluar sih,aku nungguin kamu lho" Mak pengen muntah rasanya mendengar suara Alus nya nenek lampir.


"Han,Hana kamu denger aku ngga sih"ucap Leoni dengan agak kesal karena dicuekin dan sang empu yang dipanggil mulu sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan ponselnya saking asik nya main.


"Hana!!"


"berisik!kalau cuma mau berisik mending keluar"ucap Hana dengan dingin.


"Hana?!"


brak


"Lo mau keluar sendiri atau gue seret keluar!!" bentak Hana,Leoni yang baru mengetahui sisi galak nya Hana terkejut bukan main.


Leoni pergi meninggalkan kelas Hana dengan ketakutan,Hana yang biasa nya akan bersikap manis hanya untuk menyenangkan nya kini berubah drastis jika di ganggu bakal marah besar.


"wow amazing,mantap gila Lo Han gue sampai merinding"


"Lo juga kalau cuma mau berisik mending keluar!"


"hehehe iya Han,jangan lah marah marah"Adi keluar dari kelas dan kini hanya tertinggal Novan dan Hana.

__ADS_1


Hana fokus bermain lagi sedangkan Novan membaca buku dengan sesekali melirik Hana yang sedang bermain.apakah sebagus itu sampai orang tampan kayak gue ngga dilirik sama sekali batin Novan.


"yes,huhuhu menang akhirnya menang juga" Hana yang sendari tadi bermain akhirnya menang walaupun sempat beberapa kali mati pada detik detik terakhir pemain mulai sedikit.


"eh Van,ngga ngantin lo?"


"ngga, nunggu kamu"ucap novan


"sorry ya buat Lo nunggu,yaudah ayo ke kantin keburu masuk"


Hana berjalan dengan Novan disisinya,banyak siswa yang melihat ke-dua nya namun diabaikan oleh kedua nya dan Sampai di kantin Hana menunggu sedang kan Novan memesan makanan.


Hana sesekali membuka akun sosmednya,sambil menunggu Novan namun ketenangan nya tidak bertahan lama karena sosok lain astral datang.


"ngapain Lo disini?!"ucap Hana dengan agak garang, melihat orang yang tidak diinginkan nya tiba tiba duduk didepan nya tanpa izin atau basa basi.


"makan bersama calon istri"ucap Aldo


"siapa calon istri Lo?!jangan Ngadi Ngadi deh Sono pergi!"


"sayang sayang pala Lo peyang,sono pergi ?!"


novan sendari tadi melihat Hana didatangi orang namun karena masih menunggu makanan Novan hanya bisa mengawasi nya,dan saat Novan ke sana langsung saja tanpa basa basi Novan duduk tepat disampingnya Hana.


"makasih van"ucap Hana dengan senyum manis


uhm Aldo rasanya makan cuka melihat kejadian itu, padahal calon nya dia tapi kenapa kalau dengan nya pedas pedas tapi kalau orang lain manis banget.


"sama sama"ucap Novan dengan mengelus rambut Hana dan melirik ke arah Aldo yang kini menatap nya sengit.


"siapa?!"tanya Aldo


Hana melihat ke arah Aldo dan kemudian melirik Novan, bodo amat lah pikir Hana


"Hana, gue tanya dia siapa?!"tanya Aldo sekali lagi namun tetap saja diabaikan Hana.


" Lo itu yang siapa?!"

__ADS_1


"gue?tunangan nya Hana"ucap Aldo dengan nada sombong.


byurrrr


"ukhuk siapa sih yang tunangan Lo?ogah Banget"ucap Hana langsung melanjutkan makan.


"heh baru tunangan aja udah bangga,suami istri aja masih bisa ditikung apalagi cuma tunangan"ucap Novan dengan remeh


Aldo mengepalkan kedua tangannya ketika mendengar perkataan Novan,tapi memang bisa demikian tapi Aldo tidak akan pernah membiarkan nya terjadi.


brak


"Lo?!"ucap Aldo


"bakso gue"gumam hana


"astaga!!kalian kalau mau ribut mending pergi dari sini ganggu aja orang lagi makan juga!!!" udah makan diganggu pakai gerbrak meja segala kan bakso Hana tumpah.


"dia Han,bukan aku"ucap Novan, Hana sdar atau ngga setiap kali Novan ngomong dengan nya pasti pakai aku kamu sedang kan dengan orang lain Lo gue.


"Lo yang mancing emosi"ucap Aldo tidak mau disalah kan.


Hana berdiri dan menarik kerah kedua orang itu dan membawa mereka pergi dari kantin,setelah agak jauh Hana melepaskan nya.


"kalian jangan lagi pergi ke kantin,gue mau makan dengan tenang awas saja kalian berdua kalau ganggu gue lagi"ucap Hana sambil meninggalkan Novan dan Aldo


setelah kepergian Hana keduanya saling salah menyalakan satu sama lain, sedangkan Hana dengan tenang makan yah tapi harus pesan ulang.


"ah begini kan enak"gumam Hana tapi sepertinya takdir Hana tidak akan pernah bisa tenang sama sekali,yah karena orang lain datang ke meja nya dengan membawa makanan.


"gue duduk sini?!" nih orang antara minta izin apa perintah.


"ngga usah banyak omong, mau di bilang tidak pun sama aja orang udah duduk juga kan"ucap Hana cuek.


"heheheh tau aja Lo"ucap nya baru saja Hana mau melanjutkan makan lagi dengan memesan makanan lagi tapi ada gangguan lainnya.


"Brian?!!"suara wanita agak manja dan menye menye,plis Hana cuma mau makan dengan tenang bukan mau berurusan dengan para tokoh utama.

__ADS_1


__ADS_2