
Hujan masih air namun begitu mengenai tubuh akan merasa kedinginan,Riyan berjalan dengan payung hitam nya dia berhenti disalah satu kafe tempat nya berjanji dengan salah satu kerabat jauh nya yang umur kedua sebaya.
meletakan payung nya ditempat payung,Riyan masuk kedalam dan saat pertama kali masuk dia melihat sosok gadis yang selalu ada dipikiran nya namun saat ingin me hampiri nya ternyata sepupu nya mengirimkan pesan dan sudah ditempat yang tidak terlalu jauh dari gadisnya.
"aish kamu ini lama sekali?!"
"hujan,dan salah mu juga kenapa mengabari nya mendadak"
"maaf,tapi aku sungguh sangat senang uh tidak menyangka saja pacarku ternyata juga ada disingapura!"
gadis yang tidak lain sepupunya itu terus saja mengoceh kemana mana,dan hal yang tidak perlu dibahas pun dia bicarakan namun Riyan hanya terfokus pada satu titik saja yaitu sang gadis pujaan hatinya,Hana.
saat Hana tersenyum Riyan ikut tersenyum dan saat Hana termenung menikmati hujan Riyan malah menikmati menatap Hana sepanjang sepupunya bercerita.
"ck kamu tidak mendengar kan ku yah? menyebalkan sekali punya sepupu seperti mu yang tidak peka lebih baik sepupu pacarku"
"kalau lebih baik dia, kenapa tidak mengajak nya saja? dan kenapa harus aku?!"
Riyan sangat terganggu saat mendengar Omelan sepupu nya dan parahnya membandingkan diri nya dengan sepupu pacarnya.
"maunya begitu tapi sayang aku menanyakan pada pacarku dan hanya tahu dia disekitar Singapura saja lainnya tidak tahu"
Riyan sama sekali tidak mendengar kan apa perkataan sepupunya,matanya terlalu fokus ke hana dan saat seorang pemuda datang dan menghampiri Hana perempatan Mekah eh dahinya Riyan berkerut bingung.
siapa pria itu?apa pacarnya?!kenapa aku selalu saja gagal bahkan sebelum mencoba berjuang.
"hei kenapa kamu melamun?eh apa yang kami lihat sampai bengong seperti itu?"
sepupu Riyan yang bingung menatap ke arah apa yang dilihat Riyan dan Wow ternyata dunia sempit yah Baru saja tadi pagi berbincang dengan sepupu pacarnya ternyata dia ada disini juga.
"eh ayo kesana!!"
ditarik kuat oleh sepupunya Riyan hanya bisa pasrah saja,tapi kenapa sepupunya pergi ke arah Hana?.
"hai"
Hana menoleh dan melihat sosok yang satu perempuan pacar Bastian dan sosok laki laki yang ingin dihindari Hana,namun sayang seperti nya tuhan memiliki rencana lain.
"hai"
"sayang kamu disini?!"
__ADS_1
secara bersamaan Bastian dan Hana menjawab,mereka sedikit terkejut kenapa dunia ini sempit seperti ini. baru saja tadi pagi berbicara bersama tapi sekarang bertemu langsung.
pria tidak tahu malu,sudah tahu Hana di depannya masih saja memanggil sepupu ku sayang.tapi kenapa Hana maupun Lica tenang tenang saja?!
Riyan terus menatap Hana namun Hana sama sekali tidak melirik ke arah Riyan dan hanya ke arah sepupunya Lica saja.
"duduk sini sayang!"
"oke"
Lica langsung duduk di samping Bastian,dan Riyan masih setia berdiri. Lica melihat sepupunya diam saja langsung berkomentar.
"Yan duduk dulu kali,di samping Hana masih kosong tuh?!"
"kalian saling kenal?"
"kenal lah,ini pacar ku dan dia Hana sepupunya yang aku ceritakan tadi"
Riyan sebenarnya masih bingung tapi ketika Lica menyuruhnya duduk disampingnya Hana,dengan senang hati Riyan akan melakukan.
disini Hana dan Riyan seperti obat nyamuk saja, Bagaimana tidak? Bastian dan Lica dengan enak nya bermesraan didepan Hana dan Riyan yang kini setia dengan status jomblo.
"bisakah Kalian bermesraan nya ditunda dulu,tidak tahu kah kalian bermesraan di hadapan jomblo itu dosa"
"makanya jangan jomblo mulu,dari pada rusuh mending kamu sama Hana "
komentar pedas nya Lica keluar kan,namun bagian akhirnya nya Riyan suka.
"yah mana bisa,dianya saja tidak peka dan parahnya tidak menganggap ku ada.kan sakit hati Abang"
"kebanyakan dosa sih?!"
Hana yang tadinya sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilakukan Lica dan Bastian,bahkan saat Riyan berkomentar sekarang langsung menatap Riyan tajam.
Riyan yang ditatap tajam malah mengeluarkan cengiran polos tanpa dosa namun itu semakin menambah Hana kesal saja.
"sana sana jadian dulu aku tunggu?!!"
Lica makin gencar saja menjodohkan sepupunya dengan sepupu pacarnya dan sekaligus teman Nya.
"maaf,tapi ada hati yang harus kujaga"
__ADS_1
hati yang harus dijaga Hana bukan lain adalah miliknya sendiri,jika nanti Hana benar benar pergi dan saat yang bersamaan memiliki perasaan disalah satu karakter dalam novel. Hana sendiri yang akan terluka,bahkan pihak lainnya juga.
"yahh kamu kalah cepat yan,yang sabar yah bos belum jodoh nya"
Lica sedikit kecewa namun lebih ke sedih, kenapa dia tidak menyelidiki nya dulu dan pada akhirnya malah membuat suasana canggung.
"oh ternyata sudah ada yah pengisi hatimu,maaf selalu menganggu"
Riyan lagi lagi merasa kekalahan,tadi saat tahu Bastian bukan pacar Hana Riyan sangat senang namun sekarang tidak lagi.
"siapa nih, seingat ku kamu masih jomblo deh?!"
Bastian tidak menyia nyiakan kesempatan membalas Hana, karenanya sekarang Bastian makin banyak masalah walaupun itu demi kebaikan Bastian sendiri namun tidak bisa kalau tidak membalas dendam.
bocah satu ini minta di buang ke laut kali yah, bukan nolongin malah makin gencar saja memojokkan ku awas saja nanti ku balas lebih parah lagi.
" ada "
"siapa?masak cuma bilang ada tapi nggak tahu namanya?!"
"nama nya Kevin, yah Kevin"
maaf kan aku Kevin terpaksa menggunakan namamu untuk berbohong.
namun tiba tiba saja ponsel Hana berbunyi dan ini nomor tidak dikenal,Hana mengangkat nya dan saat suara terdengar Hana langsung tahu siapa.
"halo dek,kamu kemana saja sih Abang nyariin juga sampai kelimpungan kemana mana eh ternyata malah enak enak an disingapura"
"yah maaf bang ke"
"yang lengkap sepupu ku sayang"
"bang Kevin"
waduh Hana keceplosan,dan langsung menatap sekitar. Bastian langsung merebut ponsel Hana.
"kamu pacarnya Hana?!"
"eh siapa nih?bukan aku sepupu nya kali "
kan Hana makin terpojok,boleh nggak nampil Bastian sekarang.
__ADS_1