
Hana merasa pusing dan sedikit kabur penglihatan nya namun saat sudah mulai jelas dia berada di ruangan serba putih.rumah sakit lagi seperti dirinya tidak akan pernah lepas dari rumah sakit padahal baru beberapa minggu disini tapi sudah seperti ini.
"kamu sudah sadar Han?"
"yah,apa aku lagi lagi pingsan?"
"ya, maaf tidak bisa menjagamu tapi Han bisakah segera kita pergi ke rumah sakit di Singapura?"
"kenapa bang?makin parah ya?tidak usah di jawab aku tahu jawabannya"
melihat Kevin tertunduk lesu seperti itu,tanpa dijawab pun Hana tahu apa jawaban nya.
"maaf tapi untuk saat ini aku tidak bisa"
bagaimana pun Hana ingin menghabiskan waktu bersama keluarga nya sebelum dirinya hilang dari dunia ini.
"tapi han jika tidak segera pergi akan semakin parah"
"aku janji akan rajin minum obat dan kemo bang,jadi tolong biarkan aku disini sebentar saja menikmati hidup bersama keluarga untuk terakhir kalinya"
"kamu ngomong apaan sih Han,aku yakin kamu bisa sembuh jadi nggak usah sampai mikir seperti itu"
"tapi....
"tidak ada tapi tapian Han atau aku panggil ana"
Hana Bingung apa maksud nya ini,apa dia tahu Hana ini bukan Hana asli tapi darimana.
"apa maksud mu?"
__ADS_1
"kamu akan tahu nanti,coba pikirkan lagi"
Kevin sekarang misterius sekali,dan apa pun maksud perkataan nya itu Hana akan mencoba mengartikan nya nanti.
bosan yah kalau selalu bolak balik ke rumah sakit dan lagi aroma obat obatan yang menyengat itu membuat Hana semakin tidak nyaman.
Hana tidak tahu rumor tentang nya mulai tersebar, tentang dirinya wanita murahan sampai simpanan om om.
semakin lama semakin panas, ditambah lagi Hana yang tidak berangkat sekolah itu semakin menguatkan rumor tersebut dan membuat nya semakin besar.dikabarkan Han hamil dan malu untuk berangkat sekolah, pelakunya tentu saja manusia gila yang iri.
"lihat sampai kapan kamu bisa bertahan"
Lolita dia lah biang kerok nya, menyebar foto dirinya namun diedit dengan wajah Hana, luar biasa gilanya ingin rasanya mencebur kan nya ke got saja.
orang orang yang dekat dengan Hana seperti Novan,Brian dan lainnya dengan bodohnya percaya berita tersebut.bukankah jika nanti Hana kembali dan mendengarkan ucapan mereka penuh benci akan membuat nya drop.
tapi Kevin akan membuat pelaku nya dan yang terlibat menderita sesakit sakitnya bahkan dunia tidak akan mau menerima nya.
"Lolita Putri nikmat lah kemenangan mu saat ini dan lihat nanti apa akibatnya?!!"
Kevin mulai dengan meminta beberapa bantuan mata mata untuk mengawasi setiap gerakan Lolita dan menyelidiki setiap informasi tentang nya.
*******
sudah hampir satu Minggu Hana dirawat dan sekarang dia akan pulang, membayangkan saat saat terakhir bersama keluarga.
sampai dirumah dengan senyum Hana masuk,namun suara mereka terdengar kesal dan marah.
"darimana kamu?!!"
__ADS_1
"aku pergi ke rumah temen"
"temen apa hah!!!ini namanya temen"
ucapan lano dengan melemparkan foto foto dirinya bersama om om tapi itu bukan dirinya.
"ini??bukan aku bang"
"ck mana ada wanita murahan seperti akan mengaku jika ya mungkin sudah menderita"
ucapan varo yang sangat tajam, awalnya Hana ingin bersama mereka walaupun tanpa orang tua tapi kenapa sekarang mereka malah memperlakukan nya seperti ini apa sebatas itu kepercayaan mereka padanya.
naas apa yang dibayangkan nya hancur niatnya ingin berbahagia bersama sama sebelum pergi malah diusir secara tidak baik oleh kakak nya.
"kamu wanita murahan, pergi!!! jijik aku denganmu dan jangan pernah kembali lagi "
"sekarang kamu bukan lagi adik ku maupun lano"
ucapan mereka ini membuat Hana sakit sekali,untung saja Kevin tidak ikut kalau sampai ikut mungkin akan parah.
"baik,jika kalian tahu kebenaran nya aku harap tidak menyesal"ucap Hana dengan tegar namun pada kenyataannya rapuh,dia menyeret kopernya dan baru saja berbalik pergi pintu rumahnya sudah ditutup secara keras seolah-olah Hana ini hanya gelandang yang menjijikan.
kini tujuannya pergi ke apartemen dan setelah itu ke sekolah,untung nya Kevin tidak ada diapartemen.
menutup pintu,tubuh Hana mulai merosot dan sudah tidak tertahankan lagi air matanya pun mengalir.
"hiks lagi hiks lagi aku seperti ini, kenapa tuhan kenapa kamu begitu kejam dengan ku.apa aku terlalu buruk untuk bahagia?!"
tangis Hana dengan penuh rasa duka dan kekacauan di hatinya, mungkin jika tidak ada lagi yang membuat Hana bertahan Hana lebih baik pergi saja.
__ADS_1