Pemeran Pendukung

Pemeran Pendukung
bab 48


__ADS_3

selama perjalanan pulang entah kenapa Kevin sangat gelisah ingin cepat cepat mandi,karena nggak mau terlalu lama menunda mandi saat sampai di apartemen Hana kevin main nyelonong masuk dan pergi ke kamar mandi.


Hana? nyawanya masih belum terkumpul jadi agak linglung,berjalan lunglai dan saat sampai tepat dis soda langsung merebahkan diri nya.


Kevin sudah ada dikamar mandi, menyirami tubuhnya tujuh kali entah air dingin atau hangat dan bahkan dia mencuci dirinya sebanyak tujuh kali juga.selesai mandi Kevin mengganti pakaian nya,dan bahkan memakai parfum sebanyak mungkin selain itu dia juga membuang pakaian yang dipakai nya tadi.


"gila sudah mandi saja masih kerasa gimana gitu,kurang apa yah?"


terlihat berlebihan namun yah mau bagaimana lagi,namanya juga jijik jadi harus seperti itu.


saat Kevin keluar ternyata Hana sudah tertidur di sofa,karena tidak tega Kevin menggendong nya ke kamar kasihan kan nanti kalau Hana bangun bisa bisa badannya kaku semua.


"aku akan selalu mencintaimu han,entah kamu sekarang maupun yang ada di dunia nyata.my beauty yang dingin namun selalu membuat ku penasaran"


setelah mengucapkan itu Kevin mengecup singkat kening Hana, perasaan yang berawal dari penasaran dan pada akhirnya berubah cinta namun sayang pihak lain tidak merasakan hal yang sama.


Kevin tidak langsung pulang,dia mengambil laptop Hana yang di gunakan untuk mengawasi club tadi.dia tidak berani untuk melihat nya mendengar nya saja membuat nya jijik apalagi melihat nya langsung,jadi Kevin menelpon Tio untuk membuat video itu sedikit edit di bagian tertentu namun wajah tidak.


"halo"


"bisa nggak edit video?"


"bisa saja"


"sudah aku kirim,segera edit dan kirim langsung ke aku segera"


"sebentar,...gila Vin ini seriusan nyuruh aku edit video beginian gila aja kamu"


"nggak usah sok polos,aku tahu kali makanan sehari-hari kamu itu kayak apa.cepat selesaikan jangan banyak alasan"


Kevin langsung menutup telepon, setelah nya adalah memastikan beberapa hadiah.tidak seru kalau langsung semua jadi sedikit demi sedikit dulu lah biar seru.

__ADS_1


"permainan baru akan dimulai,so tunggu tanggal mainnya"


tanpa menunggu lama video itu sudah diedit Tio,memang dia cukup cekatan.sekarang menyusun rencana untuk membongkar satu persatu kebusukan mereka dalam waktu berkala namun pas sasaran.


"bukankah indah kalau, memberikan nya tepat di hari pertunangan.bagaimana yah nantinya ehm patut dicoba"


untuk mereka yang mengecewakan Hana,hanya cukup rekaman pembicaraan Lolita saja dan untuk foto video maupun dokumen itu pas hari besar nya saja kali yah.


********


keesokan paginya Hana terbangun dengan pegal di seluruh tubuh nya,ah dia ingat kemarin pergi ke kafe melakukan penyelidikan lalu dimana Kevin sekarang yah?!


"hoam,tidak sabarnya aku memberikan Lolita hadiah tapi apa dulu nih?ehm jangan dulu lah lebih baik buat mereka sadar dulu kali yah? hadiah Lolita yang kecil dulu saja lah"


sepemikiran dengan Kevin, Hana juga akan memberikan hadiah yang spektakuler di hari pertunangan nya dan untuk penderita nya akan segera di mulai dari sekarang.


mengambil ponselnya dan mulai mengotak Atik, mengirimkan sebuah rekaman pembicaraan Lolita dengan pria yang tidak lain calon mertua nya kepada mereka yang mengecewakan nya.


setelah mengirim kan nya Hana memulai hadiah kecil untuk Lolita,tidak lupa dengan nomor baru mengirim nya pesan.


' semoga kamu menyukai hadiah pemberian ku'


Hana segera beranjak dan mulai membersihkan diri,setelah selesai Hana bersiap untuk pergi ke bandara.namun sebelum pergi Hana mengirimkan pesan kepada Kevin dan yang lainnya.


"mari mulai kehidupan dengan mengikuti alurnya"


Hana menyeret kopernya keluar dan ternyata Kevin tidur di sofa, mungkin dia kelelahan jadi Hana tidak akan mengganggu nya. Hana kembali menyeret kopernya keluar dan masuk ke dalam taksi yang dipesannya.


selang beberapa menit Kevin terbangun dan hal pertama yang dia cari adalah Hana namun betapa terkejutnya dia melihat Hana tidak ada disana dan barang barang nya juga tidak ada.


mengambil ponsel dan melihat ternyata ada pesan dari Hana, dengan segera Kevin pergi menuju ke bandara namun sayang ditengah perjalanan harus terhalang kemacetan padahal lumayan pagi.

__ADS_1


sampai di Bandara ternyata semua pesawat dengan tujuan ke Singapura telah berangkat,entah kenapa perasaan Kevin tidak enak mengigat hari ini cuaca nya tidak mendukung sama sekali.


"semoga hanya perasaan ku saja"


Kevin pergi menuju apartemen Hana,disana lah dia akan tinggal walaupun hanya sebatas kenangan saja.seperti yang direncanakan dengan Hana Kevin mulai bersiap untuk ke sekolah Hana.


"aku mau lihat seberapa menyesal nya kalian membuang berlian hanya karena rumor dia hanya sebuah kerikil"


melajukan mobilnya ke sekolah,Kevin langsung menjadi pusat perhatian mengingat parasnya yang tampan dan wajah yang datar.namun belum juga pergi Kevin sudah di cegat.


"mau kalian apa?"


"dimana Hana?"


mereka?siapa lagi kalau bukan varo dan lano


"apa urusannya sama kalian hah,bukan kah kalian yang membuangnya kenapa harus mencarinya kembali"


"bukan urusan mu?!"


"ck bukan urusan ku?kamu kira Hana apa hah setelah dicampakkan dan sekarang mencari nya tapi maaf kamu terlambat"


bugh


"brengsek,kemana hana?"


"yang sebenarnya brengsek itu kalian,kalian sama sekali tidak cocok menjadi kakak Hana"


"apa hubungannya dengan mu?kamu hanya kakak sepupunya saja dan kami kakak kandung"


"kakak kandung cih basi,kalian ngaku ngaku menjadi kakak namun dengan berita busuk dan tanpa kejelasan langsung percaya dan mengusir Hana pergi jauh.itu yang dinamakan kakak?"

__ADS_1


keduanya diam terpaku,apa yang di katakan kevin memang benar bahkan mereka mengancam Hana mencoret nama dari keluarga.


__ADS_2