Pemeran Pendukung

Pemeran Pendukung
bab 43


__ADS_3

sepulang dari jalan jalan eh lebih tepatnya belanja,hana langsung menyiapkan makan siang namun baru saja berkutat dengan peralatan dapur Hana tiba tiba merasa pusing yang luar biasa bahkan penglihatan nya mulai berkunang kunang dan pada akhirnya terjatuh pingsan.


bruk,.....prang,....pyar


kevin yang ada di ruang tamu langsung pergi ke dapur saat mendengar suara gaduh, betapa terkejutnya dia saat melihat hana sudah terkapar dilantai.


"Hana!!?"


teriak Kevin,dengan segera membawa Hana pergi ke rumah sakit.hatinya sakit melihat hana seperti ini tapi kenapa tuhan membuat Hana menderita seperti ini?!jika boleh biarkan dirinya saja jangan Hana tapi apalah daya Kevin tuhan lebih menyayangi Hana dengan memberikan banyak cobaan.


"hiks Han tolong bertahan,jangan buat abang khawatir seperti ini"ucap Kevin,biarlah dirinya dibilang cengeng.


sepanjang jalan Kevin berdoa walaupun hatinya kacau balau,menatap Hana sebentar dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


banyak pengendara lain yang mengumpat,ah Kevin ini terlalu kacau.bahkan membawa Hana ke dalam rumah sakit dengan teriak teriak memanggil perawat,dia sampai lupa ibunya kan dokter saking khawatir nya.


"Kevin"


"mama,mah tolong mah tolongin Hana plis tolong"ucap Kevin


mamanya sedikit terkejut dengan sikap Kevin,yang biasa nya dingin sekarang menangis tersedu sedu dengan raut wajah putus asa.hal ini membuat nya tidak tega jadi dengan segera membawa Hana ke ruangan.


"kamu tenang dulu,mama akan periksa Hana kamu bisa duduk dulu disana"


sebenarnya Kevin ingin menolak tapi tidak bisa,ini demi kebaikan Hana. andai saja tadi tidak mengajak Hana pergi mungkin tidak akan begini akhirnya,Kevin menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada Hana.

__ADS_1


saat mamanya keluar, melihat raut wajahnya saja Kevin sudah semakin gelisah saja.


"Hana baik baik saja kan mah?ya kan mah?"


"huft,mama Bingung mau bicara bagaimana tapi penyakit Hana ini sudah menyebar jauh dan bahkan diluar nalar manusia"


"maksud mama apa?!"


"penyakit Hana semakin berkembang dan perkembangan nya itu terlalu cepat"


"nggak,nggak mungkin ma?!Hana pasti sembuh bukan makin parah aku yakin itu"


"sudah lah kev, manusia hanya bisa berusaha namun pada akhirnya tuhan lah yang berkuasa"


"oh ya,Hana secepat harus dibawa ke Singapura untuk berobat disini peralatannya kurang lengkap kalau dibandingkan Singapura namun mama Bingung apa harus memberikan kabar ini pada Tante mu?!"


"lakukan yang terbaik untuk Hana ma,dan untuk om maupun Tante kita harus diam sampai Hana memberitahu kan nya sendiri bukan nya apa apa ma tapi kevin sudah terlanjur janji"


dan keputusan akhirnya adalah,mereka akan pergi ke Singapura untuk pengobatan Hana secara diam diam.


*******


disinilah tempat gelap dengan penerangan yang kurang, seorang gadis tengah bercumbu mesra dengan pria yang berusia lebih tua darinya beberapa tahun.


"sayang, nanti kita akan bersama dengan baby sabar dulu"ucap sang pria

__ADS_1


"ah kamu ih begitu,kenapa kamu mau menikah kan ku dengan Brian ini anak mu om"


"mau bagaimana lagi sayang,jika langsung bercerai harta yang ada sekarang kebanyakan dihasilkan oleh wanita tua itu jadi sabar dulu yah"ucap pria itu dengan mengelus dagu sang wanita


mereka adalah Lolita yang kini tengah bersama papa Brian, sungguh sangat memalukan melakukan dengan sang ayah tapi anaknya yang di suruh tanggungjawab dengan alasan kerjasama.


"uh Brian tidak sehebat om"


"tentu saja,jika tidak bagaimana bisa benih ku tumbuh dan lagi kamu melakukan nya dengan Brian?!"


"tidak om,aku hanya sayang om saja kok"


"apa kamu merindukan sentuhan ku sayang?"


dengan malu malu Lolita mengangguk dan segera ayah Brian membawanya ke ranjang namun sebelum itu Lolita menyuarakan pendapat nya.


"om seperti Brian akan membatalkan nya?!,dia suka seseorang"


"dia memang pernah menolak tapi sekarang tidak itu semua karena ibu nya yang bodoh itu,dan lagi siapa wanita itu biar aku hancurkan sehancur hancurnya"


Lolita tersenyum licik, membayangkan bagaimana nanti Hana akan lenyap tapi tidak semudah itu?!Lolita akan membuat nya untuk ingin mati tapi tidak bisa bukankah itu sangat luar biasa,namun Lolita terlalu naif tanpa tahu siapakah Hana sebenarnya.


"tenang saja om,aku akan menangani nya tapi ada biayanya sekarang bisa kita lanjutkan"ucap Lolita


ah betapa tidak tahu malu,calon mertua nya sendiri loh masih saja di ganggu.bukan hanya ibunya saja yang mengganggu rumah tangga orang lain tapi anak nya juga,dan akibatnya ibu Grace yang rumah tangga nya pecah kini tengah berbaring dirumah sakit bahkan dengan mata tertutup bersama alat alat medis yang menempel ditubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2