Pemeran Pendukung

Pemeran Pendukung
episode 24


__ADS_3

keesokan paginya Hana bangun dengan senyum lebar,mandi berganti pakaian nya dengan seragam. berdandan dengan ala kadarnya saja,menatap kecermin dengan senyum puas.


"perfect"ucap Hana


Hana berjalan menuju ruang makan dengan penuh semangat,uh hari ini Hana mau membuat kerusuhan disekolah. sekali kali ngga papa lah ngga dosa mungkin.


"pagi semuanya"sapa Hana dengan riang gembira.


"pagi" sapa Aldi dan vano


"tumben udah shining shining sempiwing, padahal kemarin aja lemah lesu gemulai"ucap Aldi, Hana baru saja sembuh tapi belum sepenuhnya malah udah mau berangkat sekolah Dasar keras kepala.


"heh adik jenis apa Lo,gue sehat bukannya bersyukur malah komen mulu"ucap Hana


"sarapan!"satu kata dari Vano langsung membuat kedua adik nya kicep,uh tatapan nya itu Lo kayak mau ngajak mati bersama.


Abang gue serem amat batin Aldi dan Hana


selesai sarapan seperti biasanya Hana akan berangkat bersama Aldi dengan motor,tapi entah setan apa Aldi tiba tiba ganti motor nya pakai Vespa.


"beneran pakai ini?Lo kan ngga suka motor Vespa"


"terpaksa, kalau motor biasanya Lo nanti kejungkal kebelakang kan masalah buat gue" bener juga kata Aldi,jok pada motor sport nya kan agak tinggi belakang dan Hana baru sembuh gas dikit jatuh kan Aldi yang akan kena masalah.


"buruan naik ngga usah banyak cingcong"


Hana Menurut saja perkataan Aldi,sampai disekolah Hana pergi sebentar ke ruang kepala sekolah untuk bertanya pada kepala sekolah yang tidak lain paman nya dari pihak ibu.


"selamat pagi om ku sayang" Hana tidak terlalu suka dengan panggilan demikian tapi mau gimana lagi itu adalah kebiasaan Hana asli dan membuat Hana mau tidak mau harus mengikuti nya walaupun tidak semua kebiasaan Hana asli bisa di lakukan oleh nya.


"pagi sayang,tumben kemari ada apa nih?!" ah tau aja deh om Hana yang satu ini,Hana kemari mau mencari data Leoni.


"hehehe om Leoni masuk kelas apa?"

__ADS_1


"kelas IPA 2,emang kenapa Han?mau dibuat satu kelas Sama kamu?"


"ngga usah om,cuma nanya doang" males amat deh Hana ketemu Tante muna,kalau ketemu serasa ingin memberikan hadiah tamparan supaya wajah asli nya terlihat.


"yaudah om Hana ke kelas dulu,bye bye om"Hana keluar dari ruang kepala sekolah namun saat membuka pintu dirinya dihadapan kan oleh wajah tampan nya Aldo


"Astaga,gue kira setan"ucap Hana, tampan sih tapi kalau nongol tiba tiba mau ganteng kayak apapun pasti dikira setan karena saking kagetnya.


"ganteng gini dibilang setan, kalau imam kamu boleh"ucap Aldo dengan kedipan satu mata


pluk


"mampus,makan tuh ganteng"ucap Hana sambil pergi meninggalkan Aldo setelah menjitak kepada nya.


"untung sayang kalau ngga udah gue bawa Lo ke KUA"gumam Aldo


Hana berjalan dengan santai menuju kelasnya,namun sebelum sampai dikelas Hana jalan jalan dulu memilih jalan memutar agar lama,dan Hana melewati UKS yang di tempat kan di area jarang siswa melewati nya yah karena sekolah nya punya dua UKS saking banyak nya uang.


"eh ada suara "gumam Hana


"eh anjir telinga gue ternodai ngga perawan lagi"gumam Hana


sumpah demi Upin punya rambut,Hana mendengar suara nya itu ambigu banget bikin orang otaknya traveling kemana mana.


mendengar pintu nya mau terbuka Hana segera bersembunyi,disana seorang siswa laki laki keluar dari bed nya dia anak kelas 11 dan Hana merasa tidak asing dengan dia.


"oh dia kan Reno temennya Aldi ngapain dia disitu?"gumam Hana


Hana masih setia mengintip nya, Reno tampak tengah membenahi seragam nya setelah kepergian Reno pintu terbuka lagi dan itu seorang anak perempuan.


"Lolita?!"gumam Hana


bagaikan tersambar petir dicuaca yang cerah,Hana melihat Lolita dan berarti duda orang tadi adalah Lolita dan Reno.

__ADS_1


"apa apaan ini,gue tau lolita bukan tokoh aslinya tapi kenapa dia serendah itu"gumam Hana


dalam novel aslinya Lolita dan Brian berpacaran,grace adalah tokoh aslinya dimana untuk menjaga janjinya dengan almarhum kakak Brian dia menjadi sosok wanita jahat walaupun aslinya dia wanita baik. Lolita juga baik namun sedikit licik tapi tidak terlintas dalam benak Hana kalau Lolita sangat lah seperti ular betina sesungguhnya.


"gila ini gila,gue bener bener ngga nyangka sama sekali"gumam Hana,Hana Langsung meninggalkan tempat itu karena saking pusing nya dengan alur cerita yang dia kira hanya terlambat tapi ternyata alurnya mulai berubah 180 derajat dari aslinya.Hana berjalan dengan linglung sampai dirinya ......


bruk


"aduh,siapa sih yang naruh dinding disini" ck padahal salah Hana tapi kenapa malah dinding yang disalahin.


"hahahaha"


"ngga usah ketawa!!!"


"ngga ketawa gimana,Lo saking begonya dinding Lo salahin padahal salah Lo"ucapnya siapa lagi kalau bukan Brian tokoh utama yang sudah dijadikan Hana sebagai musuh bebuyutan.


"diem, ngapain Lo disini!"


"suka suka lah,btw Lo lihat Lolita ngga gue dari tadi nyariin dia kata mamanya Lolita udah berangkat pagi pagi banget tapi pas dikelas tidak ada"


"mana saya tau,orang gue bukan ekornya" ucap Hana langsung pergi, heran sama kakak kelas yang satu itu begonya sampai alamiah banget ngga ada buatannya sama sekali.


"tapi sejak kapan mereka bersama" ucap Hana dengan heran, pacar Lolita kan Brian tapi kenapa tadi Lolita dengan Reno bersama di tempat sepi dan parahnya mengeluarkan suara suara yang bikin otak traveling kemana mana.


Hana memasuki kelas dan ternyata sudah ramai,dibangku sebelah nya sudah ada Novan yang santai membaca buku.


"selamat pagi"sapa Hana


"pagi"balas Novan dengan senyum khas nya sumpah manis banget, walaupun rambut nya agak kurang rapi kalau dirapihkan pasti ganteng banget pikir Hana.


Hana langsung duduk disebelah Novan, melirik kearah Novan yang tengah membaca dengan serius.


"buku aja diseriusin apalagi cewe nya auto deh diajak nikah,tapi dilihat dari sini ganteng banget"gumam Hana

__ADS_1


"eh Hana ngomong apa?" Novan sebenarnya mendengar nya tapi dia ingin melihat reaksi Hana bagaimana dulu.


"bukan apa apa" ucap Hana agak canggung uh nih mulutnya emang ngga bisa di rem.


__ADS_2