
Hana kini dengan jalan kaki mengelilingi taman yang tidak jauh dengan apartemen,saking asiknya melihat lihat sekeliling dia tidak sadar dari arah berlawanan ada orang yang pada akhirnya.
bruk
"ahk,sakitnya pantat ku yang manis"ucap Hana dengan meringis kesakitan dan bukannya ditolong, lawannya yang menabraknya tadi malah tertawa namun ditahan.
"tawa saja terus sampai mati"ucap Hana ketus.saat Hana melihat sang pelaku,betapa terkejutnya dia.
"kamu?!ahk kenapa bisa aku bertemu dengan mu disini sungguh aku sangat sial"gerutu Hana,dan sang lawan atau pelaku malah makin tertawa terbahak bahak.
"bisakah berhenti tertawa?!, mendengarkan tawamu itu sungguh memuakkan dan sangat buruk untuk kesehatan telinga ku"
"oh benarkah?Hem kalau begitu kita berarti jodoh karena kamu selalu mengingat ku"
"eh,mana ada seperti itu?!tidak ada yah Kita jodoh,kan kamu sendiri yang bilang kita nggak akan berjodoh"
"ah aku jadi menyesal tapi memang sih kita tidak berjodoh untuk pacaran tapi tidak dengan menjadi
pasangan seumur hidup bukan?!"
Hana tanpa sadar mengangguk kepala namun detik kemudian dia sadar apa yang baru saja dilakukan,dia tanpa sengaja mengiyakan ucapan Riyan mengenai pasangan seumur hidup dan langsung saja Hana menatap tajam ke arah Riyan yang kini tengah tersenyum lebar ke arahnya.
"hei mana ada?!nggak mungkin dan nggak akan pernah"
"siapa yang tahu kita ditakdirkan bersama? buktinya saja aku bisa bertemu dengan mu disini ,di saat keluarga mu yang mencari mu kemana mana tidak bertemu sedangkan aku tanpa sengaja bertemu,bukankah itu takdir kita dan mungkin akan bersama?!"
__ADS_1
tanpa menghiraukan ucapan Riyan,Hana langsung pergi malas saja berdebat jika pada akhirnya tidak ada yang menang dan akan terus terjadi jika terjadi tidak ada yang mengalah.
baru saja ingin mengejar Hana,Riyan malah menerima panggilan dimana dirinya harus segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk nenek nya.
"semoga kita bertemu kembali dan tidak terpisahkan"ucap Riyan sebelum benar benar pergi.
tujuan awalnya dia hanya ingin berkeliling namun Tuhan memiliki rencana lain, dirinya malah dipertemukan dengan sosok yang telah dirindukan selama ini.
dia Hana,dulu dia mengalah dengan adanya saingan yang lebih baik yaitu Novan dan Brian tapi melihat kenyataan sekarang Riyan semakin yakin untuk memperjuangkan nya lagi dan penyesalan sedikit karena dulu terlalu lemah menyerah pada keadaan.
karena sekarang tuhan memberikan nya kesempatan kedua,Riyan tidak akan pernah menyia-nyiakan nya lagi.memang dulu dirinya playboy namun bukan berarti dia tidak bisa berubah dan menjadi seseorang yang setia bukan?! karena selama ada kemauan disana pasti akan ada jalan.
Hana dengan kesal pergi entah kemana asalkan tidak bertemu Riyan,yah karena diantara mereka para cowok Riyan yang paling menyebalkan.saking kesal nya Hana sampai tidak sadar sudah berjalan terlalu jauh,dan baru saja sadar ketika dia mendengar bunyi lonceng kafe.
"eh aku dimana?!"
"tempat yang menarik,konsep yang dibuat juga tidak terlalu ribet banget tapi juga tidak sederhana"
Hana memilih salah satu meja di dekat kaca,dengan begitu Hana bisa dengan santai menikmati makanan dengan menatap orang orang yang berlalu lalang.
"pemandangan yang indah,semoga aku bisa menikmati nya lebih lama lagi"
cuaca mulai berubah dari yang cerah kini sedikit gelap,dan tiba air hujan pun mengguyur i jalanan kota.hana masih tenang dengan menyesap coklat hangat nya kenapa tidak kopi? bukan nya tidak suka ataupun malah benci kopi hanya saja setiap kali Hana meminum kopi perut nya akan agak kurang enak dan parahnya walaupun minum nya pagi atau siang,pada malam Hana akan tetap susah untuk tidur.
sedikit dingin namun cukup menyenangkan,sebuah bayangan terbersit dimana keinginan nya di cuaca seperti ini duduk bersama keluarga dengan ditemani minuman hangat dan beberapa kue.bukankah menyenangkan?! namun apa daya dirinya tidak akan bisa merasakan sebuah kenyamanan seperti itu.
__ADS_1
menikmati pemandangan dimana hujan semakin deras dan orang berlalu lalang dengan payung,hal lucu terjadi dimana sebuah pasangan yang labil berjalan bersama dan si wanita tengah marah.
Hana hanya bisa terkikis geli melihatnya, Bagaimana tidak?bukankah saat hujan akan menjadi saat yang romantis tapi jika salah satu pasangan sedang marah akan menjadi hal yang memalukan.
setiap kali sang pria memegang atau mendekati sang wanita, wanita itu malah selalu menghindar dan pada akhirnya sang pria pun mengalah dan memilih untuk hujan hujanan.disaat sudah menyerah sang wanita malah mengomel tidak jelas pada pria itu walaupun tidak mendengar nya Hana tahu wanita itu sangat Sangat kesal dia marah dan ingin selalu dibujuk namun dia tambah kesal ketika tahu sang pria malah hujan-hujanan.
dasar labil,namun cukup romantis walaupun Bingung sendiri tapi itulah yang unik disetiap pasangan.saat asik menonton layaknya drama Korea terkenal romantis dan komedi,Hana sampai tidak sadar kini di depan nya ada orang.
"kamu?!"
"apa?!tega nya diri mu aku dalam masalah bukan nya dibantu malah enak enak disini?!"
"bantu apa?!itu masalah mu kan sudah ku katakan selesai kan semua dan jadilah orang setia"
"aku sudah setia kok"
"yah setiap tikungan ada?!"
Bastian langsung cemberut mendengar nya,tapi pada kenyataannya memang seperti itu.dirinya saja juga pernah suka dengan Hana sebelum tahu bahwa mereka sepupuan.
"tidak usah dijelekkan wajahnya,sudah jelek juga"
"hei mana ada jelek?!orang tamvan begini dibilang jelek"
"terserah,yang waras ngalah"
__ADS_1
setelah mengucapkan itu, Bastian langsung berbicara tiada hentinya.heran saja didepan pacar pacar nya Bastian bersikap sok cool dan bijak namun saat dengan Hana sikapnya berbeda jauh 180 derajat dan parahnya malah seperti orang gila saja yang memiliki kenarsisan besar.