Pemeran Pendukung

Pemeran Pendukung
episode 23


__ADS_3

Di ruangan dimana itu adalah kamar Hana, perang dunia tiga sebentar lagi akan terjadi. dua kubu saling bertatapan mata dengan tajam,siapa lagi kalau bukan Hana dan Brian sementara ada pertentangan disana Aldi selaku adiknya sekaligus sahabat dari Brian hanya menatap keduanya dengan santai dan sesekali memasukan makanan kedalam mulutnya.


"tuh mata ngga capek apa ya,padahal udah hampir setengah jam ngga ada perkembangan apapun"ucap Jamal yang sebenarnya agak jengah tapi karena ada camilan dinikmati ajalah pertunjukan nya.


"entahlah,Lo pernah denger ngga mal ada pepatah yang bilang benci sama cinta itu bedanya tipis"ucap Aldi


"diam!!"teriak Hana dan Brian


"noh kan barengan" Aldi langsung kicep mendapatkan tatapan maut dari bos dan kakaknya,Aldi baru tau Hana kalau marah serem kayak nenek lampir.


"udahlah di, keluar aja yuk capek disini" Jamal dan Aldi keluar dari kamar Hana,namun Brian tidak. Hana dan Brian sampai tidak sadar kalau mereka ditinggal kan disatu ruangan bersama saking fokus nya menatap satu sama lain.


krik krik krik


mendapati ruangan nya tiba tiba sepi,Hana melihat sekitar dan boom. dirinya ditinggal sendirian dengan mahluk astral satu ini,Hana menatap Brian dengan tatapan malas.


"Lo suka banget ya dikamar gue?" Brian yang mendapat kan pertanyaan tersebut, terbayarkan pikiran nya dan melihat sekeliling.


"eh kemana dua curut itu?"


"mana gue tau"


Brian berjalan menuju pintu untuk keluar namun ternyata pintu nya dikunci dari luar,Hana yang melihat Brian tidak keluar keluar pun menatap nya datar.


"ck ngga mau keluar Lo?!"

__ADS_1


"pintunya dikunci bego"


"santai lah,eh tapi beneran kah" Hana berjalan dengan sedikit terhuyung huyung ke arah pintu, Hana mencoba membuka pintu nya dan ternyata dikunci.


Hana berbalik menatap Brian di belakang nya dan tiba tiba saja.......


bruk


pintu terbuka dengan keras namun bukan itu masalah nya tapi Hana dan Brian,karena terdorong ke depan secara tiba-tiba Hana menjadi menabrak Brian dan Brian yan belum siap terhuyung kebelakang membuat keduanya terjatuh tumpang tindih.


"Astaga mata gue ternodai!"teriak Jamal


"huwa, mata gue juga!!"


Hana buru buru bangun namun karena masih sakit,Hana agak lemas dan terjatuh lagi menabrak dada Brian.


"tapi bos mata suci nya Jamal nanti ternodai"


"Aldi juga bos"


"bantuin sekarang nih bocah pingsan bego" Aldi tersadar dan membantu Kakaknya untuk bangun dan ternyata benar kakaknya pingsan dan tubuh nya masih panas,dengan perlahan Aldi meletakan Hana di ranjang lagi.


"gila nih bocah kecil kecil berat juga"ucap Brian yang baru saja bangun dari lantai.


"huft badan nya masih panas"gumam Aldi melihat termometer yang baru saja di gunakan.

__ADS_1


"kita pulang aja dulu ya di" ucap Brian rasanya agak bersalah,padahal dia lagi sakit tapi masih saja Brian ajak bertengkar.


"maaf ya di"ucap Brian sekali lagi


"ngga papa bos" Aldi tidak marah sama sekali tapi agak menyesal, kakaknya lagi sakit tapi dirinya tidak merawat nya.


kepergian Brian dan Jamal,Aldi mengambil kompresan dan meletakkan nya di dahi Hana. semoga saja Hana cepat sembuh dari penyakitnya.


Aldi sesekali mengganti kompresan ketika dirasa sudah tidak panas lagi, melihat kakaknya belum tersadar kan lama Aldi menjadi agak khawatir.baru saja Aldi ingin menelpon dokter agar ke rumahnya tapi tidak jadi.


"eugh,shhh"


"kak,tiduran aja ngga usah bangun masih sakit juga banyak petingkah"ucap Aldi antara ngomel dan meledek jadi satu.


Hana mendengar Omelan Aldi hanya diam,uh tubuh nya sakit karena terjatuh tadi dan kepalanya masih terasa pusing.


"istirahat dulu aja nanti gue kesini lagu bawain bubur sama obat"setelah mengucapkan itu Aldi pergi keluar menuju dapur untuk meminta mbok inem membuat bubur.


Hana hanya diam di kamar menatap langit langit,kenapa dirinya tiba tiba rindu pada ibunya dan tanpa disadari air mata nya menetes.


"hiks mama hiks"gumam Hana dengan penuh kesedihan, dirinya sangat jarang sakit seperti ini terakhir sakit saat kecil itupun dengan perawatan mamanya.


setelah setengah jam menangis Hana akhirnya tenang dan tertidur dengan pulas,tanpa Hana sadari mbok inem berada di depan kamar nya mendengar setiap Isak tangis nya dan tanpa sadar ikut menangis.


"non mbok yakin non teh kuat"ucap mbok inem dengan mengusap air matanya,mbok inem sebenarnya tadi ingin mengambil bekas air kompresan tapi malah mendengar Isak tangis dari nona mudanya yang merindukan nyonya.

__ADS_1


mbok inem masuk dan segera mengambil nya,untuk sesaat mbok inem menatap nona mudanya yang sedang tertidur ada bekas air mata di bantal dan wajahnya.


"non mbok selalu ada disaat suka dan duka non Hana,semoga non teh segera sembuh"ucap mbok inem dengan mengusap kepala Hana,mbok inem sudah mengaggap nona muda nya layaknya anak sendiri jadi kesedihan nya ikut mbok inem rasakan.


__ADS_2