Pemeran Pendukung

Pemeran Pendukung
bab 36


__ADS_3

Hana terbangun matanya sedikit kabur namun sedikit demi sedikit terlihat jelas.memang sudah membaik tapi itu tidak semudah apa yang kita pikirkan,saat terbangun suasana memang sepi seperti sudah selesai sekolah.


Hana keluar dari UKS dan pergi menuju kelas untuk mengambil tasnya,dengan langkah sempoyongan tapi karena keras kepala nya Hana tetap saja memaksa kan diri.


"ugh sakitnya kembali lagi,aku harus segera ke kelas dan pergi ke rumah sakit"ucap Hana


sampai dikelas Hana langsung merapikan barang barangnya yang belum sempat dia rapikan tadi dan langsung menenteng nya pergi,mengambil ponsel dan mulai memesan taksi online.


jika ojek online?takutnya saking pusing kepalanya nanti pingsan dan kemungkinan besar akan jatuh,jadi lebih baik taksi online saja.


sebuah taksi berhenti tepat dihadapan Hana yang kini tengah berada dipinggir jalan depan sekolah nya,dan seorang pria paruh baya lah yang mengemudi kan nya.


"Dengan mba Rihana?"tanya sopir


"iya pak"ucap Hana


Hana langsung masuk dan duduk dengan menyenderkan kepalanya yang kini tengah terasa sakit lagi.


"sesuai aplikasi ya pak"ucap Hana


"iya mba"ucap sopir


taksi itu mulai berjalan dengan kecepatan yang pas,tidak lambat maupun cepat.ugh sakit yang menyakitkan, terkadang Hana berfikir jika memang dia mati disini apakah akan kembali ke dunianya atau ke alam baka.


didunia keras,dan untuk keluarga entah Hana bisa mengaggap nya punya atau tidak?jika punya kenapa dia hidup hanya dengan pembantu dan jika tidak kenapa terdapat nama nama itu di keanggotaan keluarga?.


Hana mulai memejamkan matanya dan jangan lupa handset yang terpasang ditelinga nya, menikmati alunan lagu disepanjang jalan sampai tidak sadar dia tertidur kembali.


disebuah ruangan yang serba putih terdapat seorang gadis yang kini tengah terbaring lemah di brangkar dengan berbagai alat medis terpasang ditubuhnya, melihatnya itu sungguh mengerikan dengan alat alat itu.


wajahnya pucat dan detak jantung yang lambat,entah akan mati atau akan tetap hidup saja tidak bisa diperkirakan.


"aku dimana?bukan nya aku tidur ditaksi yah kok ada disini sih"ucap Hana


Hana terus melihat sekeliling dan betapa terkejutnya dia melihat sosok gadis itu,dia ana tubuh aslinya.


"ada apa ini?aku koma "ucap Hana dengan gemetar


sampai seorang pria paruh baya masuk dengan bunga mawar ditangannya,dia menatap sendu ke arah gadis itu.mendekat dan mengecup kening yang gadis yang tak lain anaknya sendiri.


"a...y....a....h"ucap Hana dengan terbata bata,dia terkejut dengan kehadiran sosok itu yang selama ini selalu membencinya tanpa Hana ketahui apa kesalahannya.


"come on baby bangun,apa kamu masih marah?maaf kan ayah sayang.andai saja ayah tidak melakukan nya dan menyayangi mu hal ini tidak akan terjadi,ayah selalu mengabaikan mu tapi kenapa kamu dengan suka rela menyerahkan nyawamu hanya untuk seorang ayah yang pecundang ini"ucapnya dengan tetesan air mata


"sayang bangun,tolong bangun berikan ayah mu yang bodoh ini kesempatan walaupun sekali saja"


"aku mau ayah,tapi aku tidak bisa" ucap Hana

__ADS_1


"hiks maaf maaf hiks ayah mu ini terlalu bodoh, menyalahkan diri mu yang tidak tahu apa apa dengan kematian ibu mu"


"tolong ayah jangan menangis,itu membuat ku sakit"ucap Hana walaupun tidak ada siapa pun yang akan mendengar nya.


dia terus berbicara walaupun sang lawan bicaranya hanya diam tidak menjawab nya,setiap kali berkunjung pasti dia akan menangis dan menangis mengingat segala perlakuan yang tidak adil nya pada anak nya.


Hana yang menyaksikan nya ikut menangis,ingin rasanya memeluk beliau dan berkata'aku memaafkan mu ayah' tapi apa lah daya nya saat memeluknya ternyata tembus.


"hiks hiks hiks hiks"


"mba bangun, mba"panggil sopir


"eugh"Han mulai bangun dan pandangan nya kabur ditambah dengan air mata nya yang saat ini masih mengalir.


"mba nggak papa kan?"tanya sopir


"tidak apa apa pak,kita sudah sampai ya pak?"tanya Hana


"iya mba"ucap pak sopir


"sudah saya bayar ya pak "ucap Hana dengan membayar biaya nya lewat ponsel


"iya mba sudah masuk"ucap sopir


"terimakasih pak"ucap Hana dengan keluar dari taksi


masih terngiang ngiang dengan mimpinya itu,atau memang dirinya di dunianya? terbesit pikiran untuk kembali tapi Hana tidak tahu caranya.


"sore Tante"sapa Hana


"sore sayang, mari langsung pemeriksaan nya"ucap tante.


kini Hana berjalan sendiri an dengan langkah kaki yang tidak tegas lagi, ditemani hujan yang mengguyur kota.sungguh lengkap sudah hidupnya,ada rasa dingin tapi tidak menjadi kan Hana untuk berteduh dia malah terus melangkah walaupun kini tubuhnya basah.


"huft,apa yang harus aku lakukan"ucap Hana dengan tatapan kosong


sebuah mobil lewat dan berhenti tepat disampingnya,Hana tidak menghiraukan nya tapi tiba tiba saja tangan nya ditarik menuju mobil dan tertutup.


"ck bisakah bilang bilang dulu"ucap Hana menatap orang itu dengan kesal.


"kamu ini kenapa hah,sudah tahu hujan bukannya berteduh malah tetep saja jalan begitu saja tanpa payung maupun jas hujan.kalau kamu sakit Bagaimana?!"ucap ya dengan tegas namun ada kekhawatiran disetiap katanya.


apa penting aku sakit apa tidak


"berisik banget sih, kayak emak emak kehilangan dompet aja"ucap Hana


"aku serius hana"ucap orang itu

__ADS_1


"jangan serius serius nanti jatuhnya sakit"ucap Hana


seperti aku, rasanya sakit walaupun tidak berdarah sekalipun


"kamu ada masalah?"tanya orang itu


"ck kepo amat kayak Dora,eh tapi tumben baru pulang?"tanya Hana


"ngurus OSIS dulu kali,pas tadi kamu pulang aja aku tahu kukira sudah sampai rumah ternyata malah ketemu"ucap orang itu


"oh"ucap Hana


"malah oh doang,ngomong apa gitu biar nggak sunyi"ucap orang itu


"males"ucap Hana


"Han"


"yah"


"kamu punya masalah sama varo?"tanya nya


"nggak"


"tapi tadi varo agak beda dari biasanya,dia lebih diem bahkan sensian"ucap nya


Hana hanya mendengar nya saja,toh memang benar dia tidak punya masalah sama varo.


"satu lagi,dulu kamu kan yang ada di gudang"ucap nya dengan santai


Hana sedikit tersentak kaget,ck satu lagi orang yang tahu rahasianya makin sulit ini mah pergerakan nya.


"nggak usah jawab aku tahu"ucap nya


"sok tahu bim"ucap Hana


"memang benar kok,mau bukti"ucap Bima,Hana hanya diam ah rasanya ingin menceburkan Bima ke laut biar nggak ada yang tahu rahasianya dan Brian juga.


"santai saja,aku bisa jaga rahasia kali"ucap Bima


"yah bisa saja kan ketos ember"ucap Hana ketus


"dikira apaan dah,gini gini aku gak suka gibah kali"ucap Bima


"kan cuma tebakan"ucap Hana


"yah,oh wajah mu pucat kamu sakit?"ucap Bima

__ADS_1


"nggak,cuma laper dari pagi makan dikit doang"ucap Hana dengan setengah kebohongan.


hening,tidak ada lagi pembicaraan yang terjadi dan saat sampai dirumah Hana langsung turun dan mengucap kan terima kasih.


__ADS_2