
Hana berada di ruangan dengan didampingi Kevin yang baru saja datang,itupun dipaksa Hana karena Hana ingin makan camilan. jika Hana tidak pernah mengirimkan email mungkin kevin masih pusing tujuh keliling mencari Hana kemana mana.
"Han,masih lama kah?"
"sebentar lagi selesai"
sekarang kevin dan Hana sedang mempersiapkan segalanya,mulai dari penyusupan ke acara nanti sampai membongkar semua kebusukan mereka. Kevin masih setia menemani Hana,tapi lebih tepatnya menghabiskan Camilan hana. yah mau bagaimana Hana terlalu fokus jadi nya kan camilannya nganggur.
"Astaga,bang aku tadi nyuruh buat beli camilan buat aku bukan malah kamu habiskan"ucap Hana saat tahu Camilannya menipis,yang tadinya sekantung kresek penuh kini tinggal beberapa biji camilan.
"ya maaf, habisan nya aku bosan"dengan sangat santai nya Kevin menjawab demikian,emang yah terlalu santuy padahal dosanya numpuk banyak.
"ck sudahlah,aku juga ini sudah selesai jadi aku mau beli sendiri saja"tinggal menghitung hari,Brian dan Lolita akan bertunangan dan itu tepat hari Senin depan dimana Grace juga akan pulang.
Hana pergi dari ruangan,yah terlalu lama disana.lebib tepatnya sih Hana memang sengaja menunggu sampai pulang sekolah karena sekarang Hana tidak mengenakan atribut penyamaran nya.
tompel palsu nya menjadi sangat amis,karena telur dan untuk kaca mata nya tadi pecah karena Hana sempat didorong sampai jatuh bukan hanya itu saja make up untuk nya pun juga luntur semua jadi sekarang kulitnya yang putih jadi terlihat.
"woi tunggu Han?!!"Kevin yang tadinya hanya fokus makan sekarang baru sadar kalau sudah ditinggal Hana pergi. setelah bisa menyusul Hana yang kini couple dengan nya mulai dengan memakai topi dan pakaian serba hitam jangan lupa masker,Kevin mulai memperlambat langkahnya yang tadinya cepat.
"langsung pulang atau ke kelas dulu?!"
"kelas lah,ambil tas yah walaupun nggak ada isinya sama sekali"
"gila,niat sekolah nggak sih masak sekolah cuma orang bawa tas kosong?!!"
"udah pinter aku,jadi sekolah buat main saja"
ingin rasanya Kevin membuang sifat sombong nya Hana yang seenaknya jidat bilang sekolah hanya sekedar main?!!bocah ini waras tidak.
__ADS_1
kelas sudah sepi,dan ini mempermudah Hana untuk mengambil tasnya tanpa di ketahui siapapun.dan untuk Kevin setia mengikuti Kevin, menunggu di depan pintu masuk kelas.
"sudah,ayo pulang"
kedua nya berjalan bersama menuju parkiran,Hana tidak akan membawa sepeda nya dia akan pulang dengan kevin.dan untuk sepedanya nanti akan di bawa salah satu anggota darkness.
"bagaimana rencana mu untuk mereka?!"ucap Kevin yang kini telah berada di mobil,apa yang dimaksud mereka oleh Kevin berbeda dengan apa yang dimaksud hana.mereka yang dimaksud Kevin adalah varo dan lano.
"entahlah bang, biarkan saja takdir yang menentukan semuanya"
tidak adalagi pembicaraan,dan kenapa Hana mulai memanggil Kevin dengan sebutan Abang lagi karena dia memang Kevin asli.entah kenapa semenjak pertemuan Hana dengan peri itu Kevin yang merupakan jiwa Leo menjadi Kevin lagi.
jalanan kota yang ramai,dan Hana dengan sendu menatap setiap gedung kota yang tinggi.sedih dan kecewa,hati kecil nya dan pikiran nya selalu saja bertolak belakang.hana ingin hidup bersama dengan keluarga dan melupakan semua masalah yang terjadi namun pikiran nya memilih untuk jangan pernah percaya dengan mereka bisa jadi mereka akan melukai nya lagi.
hah,hidup ku kenapa seperti ini?! terlalu banyak masalah tapi aku juga tidak bisa terus melemah seperti ini.
"bang"panggil Hana namun matanya masih tertuju ke arah jalanan.
"apa?"
"jika aku nanti pergi kamu Bagaimana?!"
"kamu ngomong apa sih Han,nggak ada yang akan pergi baik kamu atau siapapun?!!"
entahlah kenapa tiba tiba Hana ingin berkata demikian, perasaannya kacau pikiran nya juga.
"kita hanyalah manusia bang nggak tahu takdir kita bagaimana?! menurut apa yang harus aku lakukan disaat pikiran dan hati bertolak belakang"
"aku tahu Han,dan untuk pertanyaan mu ikuti saja kata hati mu terkadang otak kita bisa juga menipu"
__ADS_1
apa aku maaf kan mereka?aku tidak memiliki dendam hanya saja kepercayaan ku sudah tidak ada untuk mereka,aku terlanjur terluka dan tidak bisa lagi menahan nya tapi akan ku pikirkan.
******
varo kini berada didalam mobil setia mengikuti mobil didepannya,kenapa demikian?varo sedikit merasa keyakinan bahwa Hana masih hidup dan itu adalah Ariana sang Murid baru.
kenapa bisa?pagi tadi varo memperhatikan setiap gerakan gerik nya,dia juga tahu bahwa siswa baru itu dipeluk dan untuk pembullyan varo juga tahu namun dengan tega nya hanya memperhatikan dari jauh tanpa membantu sama sekali.
namun betapa terkejutnya dia saat gadis itu tahu tempat rahasia sekolah yang dibangun khusus sesuai dengan selera Hana, saat tahu ada sedikit penyesalan kenapa dia tidak membantu nya tadi.
varo bahkan mengikuti Hana ke kamar mandi,dan pembicaraan Lolita juga varo dengar.gila saja,varo tertipu dengan tampang polos wanita itu.varo pernah mengagumi nya karena dia pikir wanita itu lemah lembut ternyata ekspektasi nya ambyar.
varo rela mengorbankan jam pelajaran nya hanya untuk memuaskan rasa penasaran nya,dia bahkan Rela menunggu dari mulai istirahat pertama sampai jam pulang.sahabatnya Riyan dan Riko sudah membujuk nya namun dengan tegas varo menolaknya.
Riyan sama sekali tidak memberikan tahukan keadaan Hana karena terlanjur janji dengan Hana, sedikit sedih melihat sahabatnya seperti ini namun itu adalah karma untuk nya.
"jika kamu Hana aku tidak akan pernah melepaskan mu"
tiba tiba saja seorang gadis keluar dan itu berbeda dengan gadis baru.
"eh kemana si cupu itu"
setelah agak jauh,varo masuk ke ruangan pribadi dan ternyata kosong jadi dengan segera varo menyusul kedua Orang itu.
dan berakhir lah seperti ini, dimana terjadi aksi kejar-kejaran namun secara diam diam.tapi dugaan nya salah,ditengah jalan varo kehilangan jejak mereka.
"shit,akh kenapa bisa mereka lolos begitu saja"
kesal saja sudah rela rela membolos jam pelajaran namun hasilnya yang didapat nol besar,dan paling parah kenapa terlalu rumit untuk dipahami.walaupun varo orang yang pintar tapi tidak menutup kemungkinan dia tidak bisa memecahkan nya.
__ADS_1