
Pagi yang gelap dengan rintik hujan namun bagaimana pun suasananya harus pergi sekolah,diana turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.Di dapur herry duduk santai di meja makan dengan segelas susu coklat,ketika diana datang herry langsung gelagapan membuat diana bingung.
"lo ngapain?"tanya diana pada herry dengan penuh selidik,melihat kelakuan herry yang sudah seperti maling ketauan.
"duduk santai"ucap herry sambil menyembunyikan gelas bekas susu di belakang tubuh nya,diana hanya ber oh ria namun masih penasaran jadi dia pura pura pergi ke dapur mengambil sesuatu.Melihat kepergian diana,herry bernafas lega dan mengeluarkan gelas bekas susu.
"hayo lo ngapai"teriak diana membuat herry kaget dan tanpa sengaja menyenggol gelas yang ada di meja.
pyarrr
"ouch"pecahan gelas mengenai diana yang tidak jauh dari herry yang membuat kaki nya terluka dan berdarah,herry melihat nya langsung kaget dan khawatir. Dengan cepat menggendong diana ala pengantin menuju ruang tamu dan meletakan nya di sofa.
"duduk"ucap herry dengan tegas melihat diana ingin beranjak,herry pergi diana masih diam ditempat.Herry datang dengan kotak p3k dan mulai merawat luka diana dengan ringan tanpa menyebabkan kesakitan yang banyak,seolah olah herry sudah berpengalaman.
"makasih,pinter juga lo ngerawat luka"ucap diana dengan berdecak kagum
"sudah terbiasa"gumam herry dengan rendah namun diana masih bisa mendengar nya,diana langsung terdiam dan menatap herry dengan sendu,seberapa banyak pengalaman pahit yang herry lakukan sampai terbiasa dengan luka.
__ADS_1
ketika Herry membereskan p3k,Diana berdiri dengan susah payah dan berjalan menuju dapur tapi agak susah.
"mau kemana?"tanya Herry dengan datar namun nada nya mengandung khawatir.
"dapur buat sarapan"ucap Diana dengan santai bagaimana pun juga sarapan itu hal yang penting dan tidak boleh di lupakan.
"tunggu saja disini"ucap Herry namun mendengar nya entah kenapa Diana merasa kurang yakin.
"Lo bisa masak?"satu pertanyaan dari Diana namun langsung menghentikan Herry yang ingin pergi ke dapur.
"bisa,masak air"ucap Herry dengan pelan namun membuat Diana langsung shock,dikira ikan apa dikasih air doang.
"siap-siap sekolah,nanti mampir di warung"ucap Diana melihat Herry yang diam, kebetulan Diana tau warung makan yang menjual bubur ayam enak.
namun langkah Diana terhenti, dengan kaki nya di balut seperti mumi membuat nya susah berjalan terutama menaiki anak tangga.
"bolos"ucap Herry dengan singkat namun Diana tau Herry ingin mengajak Diana bolos karena kakinya sakit tapi kalau begitu mamanya akan marah apalagi kakinya tidak terluka parah.
__ADS_1
"gak,bisa kelar hidup gue tanpa uang hidup sengsara"ucap Diana dengan ketus, apalagi Diana harus mempersiapkan diri untuk lomba.
Tiba tiba tubuh Diana melayang membuatnya kaget bukan main, ternyata tubuhnya digendong Herry menaiki tangga. tapi Diana merasa agak tidak nyaman digendong ala pengantin baru.
"stop di depan pintu kamar"ucap Diana dengan kesal,Herry langsung menurun kan Diana didepan pintu kamar nya.
Herry kembali ke kamarnya sedang Diana,sudah bersiap untuk mandi sebentar luka di kaki tidak parah hingga membuat nya susah jalan tapi perban nya itu lho yang berlebihan.
melihat situasi nya sekarang,Diana tidak mengenakan sepatu melainkan sendal mana sendal yang dipakai sendal jepit swalo.
"sendal Lo"ucap Herry menatap Diana dengan agak aneh,niatnya pergi kekamar Diana untuk membantu nya tapi malah dia di kejutkan dengan gaya Diana. pakaian rapi ala murid teladan tapi melihat kebawah seperti orang mau ke pantai,pakai sendal jepit.
"apa?mau protes?!"ucap Diana dengan nada nyolot mau ngajak ribut.
"tidak ada"Herry sebenarnya ingin mengutarakan pendapat namun melihat reaksi Diana bisa bonyok dirinya kalau sampai membuat marah,kalau cewe marah kan mengalahkan singa.
melihat Herry yang tidak jadi berbicara hal aneh, Diana mengangguk dengan santai dan kesal nya agak reda.
__ADS_1
"bagus lah kalau begitu"ucap Diana dengan nada agak senang tapi sedikit ya.kalau tadi Herry langsung mengkritik Diana bagaimana ya nasib nya?apakah Diana segalak singa atau ada respon lain ya?