
Keliling kota dimalam hari memang seru tapi sayang nya,Diana dan Herry tidak mendapatkan makanan lain.Diana merasa tidak enak pada Herry sudah di antar dan di bayarin tapi buat makan Herry gak ada.
"berhenti di supermarket"ucap Diana pada Herry, kasihan kalau sampai gak dapet apa apa buat Herry jadi Diana memutuskan untuk masak buat Herry.
kedua berhenti di supermarket,kalau ditanya kemana Daren dan Ben? jawab nya mereka sedang apel lebih tepatnya si Daren yang ngapel,Ben cuma nganterin doang.
Diana mengambil beberapa camilan,dan daging ayam segar ditambah nugget.
"makanan kesukaan Lo apa?"tanya Diana pada Herry takutnya sudah terlanjur dimasak dan Herry tidak suka kan malah buang buang makanan.
"apa aja"ucap Herry dengan santai, namun membuat Diana pusing buat masak apa nanti kalau dirumah.
"biasanya Lo makan apa?"tanya Diana sambil memilih camilan.
"mie"ucap Herry dengan singkat namun membuat Diana bingung dan kesal,kalau sampai Herry makan setiap hari mie kan gak baik buat tubuh.
"setiap hari?"tanya Diana menatap Herry,dan Herry hanya mengangguk santai.
__ADS_1
"Lo?!"ucap Diana dengan kesal ingin rasanya mengeluarkan unek unek emosi jiwa namun sadar mereka di supermarket dan banyak orang kan mau jadi nya kalau berisik.
Diana mengambil beberapa sayuran hijau dan susu, selesai belanja ke-dua nya langsung pulang dengan belanjaan yang cukup banyak.sebenarnya Diana masih ingin menambah belanjaan nya namun sadar cuma bawa motor dan itu motor sport jadilah tidak belanja banyak.
Dirumah Diana langsung masuk ke dapur dengan belanjaan nya dan diikuti Herry dengan belanjaan yang lain.
"huft akhirnya sampai dirumah,Lo tunggu sebentar gue mau masak"ucap Diana namun Herry menatap nya dengan tatapan curiga seolah olah Diana tidak bisa masak,yah dalam cerita memang tidak bisa namun dia kan bukan Diana yang asli yang manja dan banyak ulah nya.
"kenapa masih disini?pergi sana gue kan mau masak"ucap Diana dengan sedikit kesal,Herry mau tidak mau meninggalkan dapur walaupun dalam hati masih tidak yakin dengan Diana.
sejak kapan dia bisa masak?batin Herry dengan bingung namun sudahlah kalau pun nanti tidak enak dia bisa masak mie instan.
dreeet dreet
"dimana Lo her?sumpah ya gue gak bakal mau lagi nemenin bos buat ketemu doi,pahit lihat nya mana gue jomblo lagi"ucap orang dari seberang sana ya yang tidak lain si Ben, yang cerewet dan mengadu pada Herry.
"di rumah"ucap Herry dengan singkat.
__ADS_1
"eh gak di apartemen ya?padahal gue mau kesana.kalau si bos mau ketemu doi sama Lo aja ya, gue trauma"ucap Ben dengan nada dramatis menyedihkan.
"gak"ucap Herry dengan satu kata namun langsung mematahkan semangat Ben.
"yaah,Lo beneran gak balik ke apartemen?!gue mau kesana lho,lagian dirumah ngapain sih kayak ada yang seru aja"ucap Ben dengan kesal, mengingat keadaan rumah nya yah sebagai anak kedua yang selalu dibanding kan dengan kakak nya.
"gak,makan"ucap Herry
"makan apaan? biasa nya aja Lo makan sama mie.emang dirumah Lo ada makanan apa sih sampai gak mau balik ke apartemen?!"ucap Ben dengan nada penasaran sangat jarang Herry tinggal dengan alasan makan.
"gak tau"ucap Herry
"itu Lo aja ngga tau makan apa?! mending Lo pulang terus masak mie buatin juga gue"ucap Ben dengan seenak hati,ini mah seneng di Ben susah di Herry,padahal tadi udah di kasih Diana satu porsi seblak.
"lagi dimasak Diana,males"ucap Herry.
"sumpah demi apa sih,si nenek moyang bisa masak?! amazing kalau gue lihat dari muka nya gue yakin dia gak bisa masak eh ternyata bisa yaaa, bagaimana enak gak masakan Diana?"tanya Ben dengan penasaran tingkat tinggi.
__ADS_1
"gak tau,belum coba"ucap Herry dengan santai,toh baru kali ini dia tau Diana bisa masak. tanpa menunggu sambungan dari Ben yang jelas kagak akan selesai,Herry langsung menutup panggilan nya tanpa menghiraukan orang diseberang sana bakal marah atau tidak,tapi kemungkinan besar sih marah.