
Disekolah lebih tepatnya kelas nya Hana Hana duduk dibangku nya dengan berbagai kekacauan di pikiran nya ada sesuatu tapi apa itu?dan lebih tidak enaknya lagi Novan yang biasanya berangkat pagi saat ini belum ada semua orang dikelas hanya membahas mengenai perkemahan yang segera dilaksanakan.
"uh kenapa sih hati gue ngga tenang"gumam hana yang mulai frustasi lagi sangat frustasinya grace yang merupakan kakak kelasnya hana datang dan membuat satu kelas gempar.
"bebeb hana!ll"sumpah kalau bisa hana ingin mati saja saat ini dan detik ini juga.
"yah beb kok diem aja sih ini ayang mu datang lho"dan parahnya grace tidak memahami sama sekali situasi hana sudah berulang kali memperikan tanda dengan melirik satu kelas agar grace tau tempat tai sayang nya grace ngga peka sama sekali.
"kenapa beb?mata mu sakit eh jangan jangan skrupnya lepas aduh beb kita harus buru buru ke rumah sakit "ucap grace dengan sangat ketakutan tapi hana hanya memutar matanya dengan malas sahabatnya yang satu ini memang tidak ada peningkatan nya sama sekali malah semakin menjadi jadi.
"lepas!!"ucap hana dengan datar
"uhm maaf.tapi kita harus ke rumah sakit nanti mata kamu copot gimana itu mata aja udah mulai gerak gerak ngga jelas"ucap grace
__ADS_1
sebenarnya yang ngga jelas itu grace dan untuk mata hana itu semua sesuai dengan perintah otak.
"gue baik baik aja lo ngapain di sini?"tanya hana yang mulai jengah denga grace kepalanya masih sakit dan hatinya dan pikiranya penuh dengan beban.
"hehehe ah hampir aja lupa btw kemah nantin que nebeng lo berangkatnya”
"bukan nya pakai bus ya?"tanya hana dengan heran.
"iya sih tapi sekali kali ngga papa juga"ucap grace hana baru ingat grace yang jiwanya adalah rose itu kalau naik bus kan suka mabuk
"okey masalah satu sudah selesai kalau gitu gue balik dulu jangan rindu ya dadah muaaaaaaaaaah"ucap grace
hana tiba tiba merinding dengan sifat sahabatnya itu semakin kesini semakin gila saja ketika bel masuk berbunyi. benar saja sepertinya novan tidak berangkat dan hana untuk hari ini harus duduk sendiri.
__ADS_1
Sepulang sekolah hana pergi bersama grace membeli perlengkapan kemah nanti keduanya berjalan namun grace yang tadinya mengoceh tidak jelas tiba tiba diam dan hana mengikuti arah tatapan grace disana dua sosok yang sangat dikenal hana itu lolita dan brian yang sedang berbelanja bersama sepertinya juga mempersiapkan perlengkapan kemah.
"grace"panggil hana dan grace menatap hana dengan lesu
"hais han hidup gue gini amat ya disana jombo disini ada tunangan tapi sama aja hidup sebagai jomblo untung dia ganteng kalau ngga udah gue lempar tuh ke club biar dijadiin brondongnya tante tante tapi sayang dia juga kaya yah gue cuma bisa angan angan saja"ucap grace dengan nada memelas.
"diem min aja lagi pula dia yang akan rugi nantinya"ucap hana namun grace sama sekali tidak tau apa apa mengenai maksud hana dan ketika ditanya hana hanya diam membuat grace sangat kepo.
"heh apaan han,oi Han jelasin dulu sama gue!"teriak Grace sambil mengejar Hana yang berjalan sangat cepat.
Brian yang berada tidak jauh dari sana samar samar mendengar suara wanita yang sangat tidak asing baginya tapi kalau benar dia mungkin sudah mengganggu nya yang kini bersama Lolita.
"ngga mungkin dia"gumam Brian
__ADS_1
"ada apa Brian?"tanya Lolita
"ngga ada apa apa kok"ucap Brian dengan mengusap kepala Lolita,dan membuat sang empu tersenyum malu malu.